Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura

Kompas.com, 1 Juni 2026, 19:05 WIB
Suci Rahayu,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Bermula di tengah kawasan padat penduduk Bulak Banteng, Surabaya Utara, Jawa Timur, siapa sangka sebuah burger style Amerika pernah menyedot perhatian publik hingga membuat pembeli rela antre di depan rumah.

Dari tempat sederhana itulah California Burger memulai cerita.

Owner-nya Zainuddin mengaku tidak pernah membayangkan usahanya bisa berkembang hingga memiliki gerai yang lebih proper di kawasan Jalan Dr. Moestopo, Surabaya Timur.

Baca juga: Saat Anak Muda Sulit Cari Kerja, Rian Memilih Menjadi Nelayan

Semua bermula dari kecintaannya pada dunia memasak dan pengalaman panjang bekerja di luar negeri.

“Saya kan mantan chef yang Alhamdulilah pernah kerja di Amerika, sudah pernah ambil beberapa spesial makanan,” kata pria berusia 33 tahun itu kepada Kompas.com, Senin (1/6/2026).

Sebelum membangun usaha kuliner, ia meniti perjalanan panjang.

Berbekal belajar bahasa Inggris di Pare dan Bangkalan sebelum menjalani pelatihan di Bali, ia berkesempatan bekerja di kapal pesiar.

“Dulu awalnya saya mulai kerja di Amerika 2010. Ada kesempatan kerja di salah satu kapal pesiar waktu itu dan ada kesempatan kerja di darat saya manfaatkan. Dulu itu bekerja di kapal pesiar selama 3 tahun selebihnya banyak di darat,” imbuhnya.

Baca juga: Kisah Petani Punk Gunungkidul: Bertani Organik agar Petani Generasi Muda Tidak Hilang

Mencoba membuka usaha burger

California Burger bergaya Amerika yang berawal dari dalam kampung kini menjadi salah satu pilihan kuliner di Surabaya, Jawa Timur.KOMPAS.COM/SUCI RAHAYU California Burger bergaya Amerika yang berawal dari dalam kampung kini menjadi salah satu pilihan kuliner di Surabaya, Jawa Timur.

Setelah kembali ke Indonesia pada 2019, ia sebenarnya belum terpikir kembali ke dunia kuliner.

Ia sempat menjalankan usaha distributor air dan ekspedisi luar pulau. Namun pandemi Covid-19 membuat usahanya tidak berjalan sesuai harapan.

Di tengah kondisi sulit itu, passion memasak kembali membawanya ke dapur.

Baca juga: Kisah Daliman di Yogyakarta, Sulap Rumahnya Jadi Kebun Sayur dan Kandang Ayam di Tengah Permukiman Padat

Pengalaman menjadi chef selama bertahun-tahun membuatnya yakin mencoba membuka usaha burger dengan konsep berbeda.

“Kok malah kepikiran dulu sebelum balik ke Indonesia ingin buka kuliner dengan style Amerika. Dulu itu sempat punya rencana steak tapi setelah riset-riset ya sudahlah buka burger dulu dengan cita rasa Amerika,” ujar Zainuddin.

“Awalnya kita Open PO ada orderan 20, 40, dan banyak lagi, saya merasa bagus dan saya telateni. Lalu ada salah satu influencer datang ke rumah dan tambah viral, pembeli nunggu antri di depan rumah,” sambungnya.

Baca juga: Cerita Pak Udin, Tukang Sol Sepatu di Samarinda yang Tak Pernah Menyerah demi Keluarga

Halaman:


Terkini Lainnya
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
Surabaya
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Surabaya
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Surabaya
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Surabaya
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
Surabaya
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Surabaya
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Surabaya
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Surabaya
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Surabaya
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Surabaya
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Surabaya
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Surabaya
Daop 8 Surabaya 'Blacklist' 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Daop 8 Surabaya "Blacklist" 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Surabaya
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Surabaya
Wisatawan Serbu Pasar Klojen Malang Saat Libur Panjang, Pedagang Banjir Orderan
Wisatawan Serbu Pasar Klojen Malang Saat Libur Panjang, Pedagang Banjir Orderan
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau