SURABAYA, KOMPAS.com - Bermula di tengah kawasan padat penduduk Bulak Banteng, Surabaya Utara, Jawa Timur, siapa sangka sebuah burger style Amerika pernah menyedot perhatian publik hingga membuat pembeli rela antre di depan rumah.
Dari tempat sederhana itulah California Burger memulai cerita.
Owner-nya Zainuddin mengaku tidak pernah membayangkan usahanya bisa berkembang hingga memiliki gerai yang lebih proper di kawasan Jalan Dr. Moestopo, Surabaya Timur.
Baca juga: Saat Anak Muda Sulit Cari Kerja, Rian Memilih Menjadi Nelayan
Semua bermula dari kecintaannya pada dunia memasak dan pengalaman panjang bekerja di luar negeri.
“Saya kan mantan chef yang Alhamdulilah pernah kerja di Amerika, sudah pernah ambil beberapa spesial makanan,” kata pria berusia 33 tahun itu kepada Kompas.com, Senin (1/6/2026).
Sebelum membangun usaha kuliner, ia meniti perjalanan panjang.
Berbekal belajar bahasa Inggris di Pare dan Bangkalan sebelum menjalani pelatihan di Bali, ia berkesempatan bekerja di kapal pesiar.
“Dulu awalnya saya mulai kerja di Amerika 2010. Ada kesempatan kerja di salah satu kapal pesiar waktu itu dan ada kesempatan kerja di darat saya manfaatkan. Dulu itu bekerja di kapal pesiar selama 3 tahun selebihnya banyak di darat,” imbuhnya.
Baca juga: Kisah Petani Punk Gunungkidul: Bertani Organik agar Petani Generasi Muda Tidak Hilang
California Burger bergaya Amerika yang berawal dari dalam kampung kini menjadi salah satu pilihan kuliner di Surabaya, Jawa Timur.Setelah kembali ke Indonesia pada 2019, ia sebenarnya belum terpikir kembali ke dunia kuliner.
Ia sempat menjalankan usaha distributor air dan ekspedisi luar pulau. Namun pandemi Covid-19 membuat usahanya tidak berjalan sesuai harapan.
Di tengah kondisi sulit itu, passion memasak kembali membawanya ke dapur.
Pengalaman menjadi chef selama bertahun-tahun membuatnya yakin mencoba membuka usaha burger dengan konsep berbeda.
“Kok malah kepikiran dulu sebelum balik ke Indonesia ingin buka kuliner dengan style Amerika. Dulu itu sempat punya rencana steak tapi setelah riset-riset ya sudahlah buka burger dulu dengan cita rasa Amerika,” ujar Zainuddin.
“Awalnya kita Open PO ada orderan 20, 40, dan banyak lagi, saya merasa bagus dan saya telateni. Lalu ada salah satu influencer datang ke rumah dan tambah viral, pembeli nunggu antri di depan rumah,” sambungnya.
Baca juga: Cerita Pak Udin, Tukang Sol Sepatu di Samarinda yang Tak Pernah Menyerah demi Keluarga
Zainuddin pemilik usaha Burger California bergaya Amerika yang pernah viral sedang melayani pembelinya yang menjadi salah satu pilihan kuliner di Surabaya, Jawa Timur.Awalnya ia sempat ragu membuka usaha burger di kawasan Surabaya Utara, tidak yakin ada orang yang mau datang membeli burger di dalam rumah.
“Siapa yang mau beli. Tapi Alhamdulilah produk kuta diterima sampai customer itu dari luarckota,” kata pria kelahiran Surabaya itu.
Hingga fenomena burger rumahan di dalam kampung membuat banyak orang penasaran. Bahkan saat Lebaran, rumahnya sempat menjadi tempat transit pemudik yang ingin mencoba burger buatannya sebelum melanjutkan perjalanannya.
Karena merasa tidak enak melihat pelanggan antre di luar rumah, ia pun akhirnya mempersilakan pembeli masuk dan menikmati suasana rumahan.
“Kan kasian ya jauh-jauh datang ya, udahlah budaya Indonesia yang ga enakan ini muncul lalu saya masukkan rumah. Konsepnya tamu datang berkunjung untuk beli burger. Alhamdulilah,” imbuhnya.
Seiring berjalannya waktu California Burger berkembang menjadi gerai yang lebih nyaman dan mudah diakses. Meski begitu, ia tetap mempertahankan konsep hangat dan dekat dengan pelanggan.
Baca juga: Mangkraknya Jateng Valley di Ungaran, Wisata Terbesar Asia Tenggara yang Jadi Tempat Seram
Tmpilan menu yang ada di California Burger bergaya Amerika yang pernah viral menjadi salah satu pilihan kuliner di Surabaya, Jawa Timur.Di balik burger ala Amerika yang dijual, ia tetap membawa identitas budaya Indonesia, khususnya Madura.
Ia bahkan menjadikan budaya tersebut sebagai ciri khas restorannya.
“Lha kebetulan saya ini kelahiran Surabaya dan nenek moyang Madura ya membawa budaya Madura. Dengan identik mengenalkan Madura, sudah saya perkenalkan sejak saya di California,” ujar Zainuddin.
“Bahkan yang bekerja di sini juga dandan ala Madura, ayolah kita bisa update, Saya sampai kampanyekan Madura Update. Kapan lagi orang Madura jualan burger,” imbuhnya.
Baca juga: Kisah Penjual Tisu di Samarinda Mengejar Cukup, Hidup Sesuai Kemampuan dan Makan Seadanya
Di tengah stereotip yang masih muncul terhadap masyarakat Madura, Zainuddin ingin menunjukkan sisi lain yang positif dan terbuka.
“Cuma mungkin ya pro dan kontra itu pasti ada. Itu kan oknum tidak semuanya jangan disama ratakan. Buktinya pak Mahfud MD juga dari Madura jadi pakar hukum dan pernah jadi menteri,” tutur pria yang keluarga besarnya ada di Bangkalan itu.
“Kita juga tidak membenarkan rasisme karena sudah hidup di tahun 2026, kita harus glow up itu mindset saya. Mosok ngono-ngono tok,” sambungnya.
Kini dengan adanya California Burger ia berharap tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan diterima semua kalangan.
“Semoga ke depannya bisa buka cabang, cita-citanya produk kita bisa diterima semua kalangan, bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak berkah untuk penjualnya dan barokah untuk yang kerja serta pembeli,” pungkas Zainuddin.
Baca juga: Kisah Ismanto: Tinggalkan Profesi Satpam, Kini Sukses Budidaya Mamey Sapote Beromzet Puluhan Juta
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang