SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyebut telah melakukan mediasi dengan petani tambak yang memprotes pembangunan lapangan padel di Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo.
Camat Sukolilo, M Aries Hilmi, mengatakan awalnya bertemu dengan pengembang untuk mengecek dugaan dari petani tambak terkait penyerobotan sungai dan sempadannya.
"Kemarin (saat proses mediasi) pengembang enggak datang. Itu kami panggil lagi untuk istilahnya 'kami minta alas hakmu apa?'" kata Aries, ketika dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
“Jadi, kesimpulannya, yang pertama, secara alas hak si pengembang ini memiliki sertifikat hak guna bangun, sampai pada posisi yang dipermasalahkan (petani tambak)," tambahnya.
Baca juga: Petani Tambak di Surabaya Protes Lapangan Padel Serobot Sempadan Sungai
Kemudian, Aries melakukan mediasi petani tambak untuk menyampaikan hasil pertemuan dengan pengembang, yakni tidak ada pelanggaran dalam proyek lapangan.
"Tak jelaskan, ini bisa dicek di website-nya BPN (Badan Pertanahan Nasional), lokasi yang dipermasalahkan itu ternyata memang ada sertifikat Taman Timur (Grand Eastern)," jelasnya.
Lalu, terkait keluhan petani tambak yang kesulitan melakukan normalisasi sungai, Aries memberikan cara yang disarankan oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM).
"(Proses normalisasi sungai kata DSDABM) istilahnya komunikasi dengan pemilik lahan, kita bongkar lalu alat berat masuk, normalisasi, setelah itu kita kembalikan," ujarnya.
Baca juga: Suara Petani Tambak Surabaya: Jangan Sampai Warga Kecil Dipinggirkan oleh Pemodal Lapangan Padel
Lebih lanjut, kata Aries, petani tambak menerima penjelasannya terkait lapangan padel tersebut.
Di sisi lain, dia juga mengingatkan agar tetap lapor saat melihat dugaan pelanggaran proyek itu.
"Minta pesan ke warga, perangkat kampung, untuk bersama-sama mengawasi proses pembangunan. Jangan sampai nanti ada pelanggaran, begitu ada pelanggaran kita tertibkan," ucapnya.
"Saya juga mengingatkan ke pengembang tolong izin side plan dan sebagainya yang sudah dikeluarkan dinas jangan dicuri-curi, diakali, itu untuk menunjukkan etika," tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, Petani Tambak Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, mendatangi Pemkot Surabaya karena lapangan padel masih menyerobot sempadan dan aliran sungai.
Sejumlah petani tambak Kelurahan Keputih mendatangi Kantor Inspektorat, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPRKPP), serta Kecamatan Sukolilo, Senin (25/5/2026).
Mereka meminta kejelasan terkait proyek lapangan padel milik perumahan yang ada di dekat tambaknya.