Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Putri Emil Dardak Raih Nilai 80 TKA Matematika, Jauh di Atas Rata-rata Nasional

Kompas.com, 1 Juni 2026, 14:17 WIB
Izzatun Najibah,
Andi Hartik

Tim Redaksi

SURABAYA, KOMPAS.com - Putri sulung Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Lakeisha Ariestia Dardak meraih nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Matematika jenjang SD yang cukup memuaskan, yakni 80.

Berdasarkan data rerata TKA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang diungkap Selasa (26/5/2026), diketahui nilai mapel Bahasa Indonesia 60,14 untuk jenjang SD sederajat, dan 60,83 untuk jenjang SMP sederajat.

Sementara nilai Matematika tingkat SD sederajat sebesar 43,41 dan Matematika SMP sederajat nilai reratanya 40,35.

Baca juga: 372 SPPG di Jatim Ditutup, Emil Dardak Ungkap Penyebabnya

Dengan demikian, nilai TKA Matematika yang diperoleh oleh Lakeisha jauh di atas nilai rata-rata nasional.

Menanggapi hal itu, istri Emil Dardak, Arumi Bachsin menunjukkan ekspresi bangganya terhadap pencapaian Lakeisha.

“Karena papanya pintar banget ya. Tadinya saya pikir nilai 80 itu biasa saja. Tapi sebagai orangtua tentu kami bersyukur,” kata Arumi kepada Kompas.com di Surabaya, Senin (1/6/2026).

Baca juga: Khofifah dan Emil Dardak Shalat Id di Masjid Al-Akbar Surabaya: Imbau Jemaah Jaga Kebersihan dan Ketertiban

Arumi pun berharap agar putri sulungnya yang baru saja lulus dari tingkat SD Singapore National Academy tersebut dapat mempertahankan prestasi di bidang akademik.

“Mohon doanya saja supaya bisa bersekolah dengan baik, bertahan dan grafiknya terus meningkat sampai nanti SMP dan SMA,” ucap Arumi.

Baru lulus SD

Dalam postingan terbaru Arumi yang diunggah di sosial media Instagramnya pada Sabtu (30/5/2026), ia dan Emil nampak mendampingi wisuda kelulusan SD Lakeisha.

Arumi tampak mengenakan setelan kebaya modern warna ungu muda bersanding dengan Emil yang mengenakan kemeja batik. Sementara Lakeisha tampil menggunakan toga dengan rambut terurai manis.

“Kepada Lakeisha tercinta kami, selamat atas kelulusan sekolah dasarmu. Melihatmu tumbuh, belajar, dan bersinar adalah kebahagiaan terbesar kami. Kami sangat mencintaimu,” tulis Arumi.

Apresiasi Gubernur Jatim

Nilai TKA Matematika putri Emil Dardak mulanya diungkap oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat pelantikan Kepala BKKBN di Gedung Grahadi Surabaya pada Jumat (29/5/2026) lalu. Khofifah menyampaikan bahwa hasil nilai TKA siswa SD-SMP sebesar 43 untuk Matematika.

“Pak Wagub tadi menyampaikan, jadi rupanya rata-rata menurut hasil TKA kemarin itu 43. Meskipun putri beliau 80. Kita bicara rata-rata nasional TKA untuk Matematika. Itu masih harus didorong,” kata Khofifah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Peternak Blitar Tolak Rencana Investor Asing Masuk Bisnis Telur
Peternak Blitar Tolak Rencana Investor Asing Masuk Bisnis Telur
Surabaya
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
Surabaya
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Surabaya
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Surabaya
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Surabaya
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
Surabaya
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Surabaya
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Surabaya
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Surabaya
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Surabaya
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Surabaya
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Surabaya
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Surabaya
Daop 8 Surabaya 'Blacklist' 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Daop 8 Surabaya "Blacklist" 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Surabaya
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau