BANYUWANGI, KOMPAS.com — Seorang pria bernama Sulistiyono (55), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Sri Tanjung pada Senin (1/6/2026).
"Masinis sudah membunyikan klakson lokomotif berkali-kali. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, insiden tersebut tidak dapat terhindarkan," kata Manager Hukum dan Humas Daerah Operasi 9 Jember, Cahyo Widiantoro.
Peristiwa itu terjadi di jalur kereta api di atas terowongan Lingkar Bulusan, tepatnya di KM 17+394 petak jalan antara Stasiun Ketapang dan Stasiun Argopuro.
Baca juga: Angkot Kosong Tertabrak Kereta Api di Pelintasan Tanpa Palang Gunung Putri, Sopir Tewas
Menurut Cahyo, korban berada di jalur rel saat KA Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan melintas.
Setelah menerima laporan dari masinis, petugas stasiun terdekat bersama Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) dan warga menuju lokasi kejadian.
"Selain mengamankan jalur kereta, petugas juga berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk penanganan terhadap korban," ujar Cahyo.
Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Jasadnya kemudian dievakuasi petugas KAI bersama kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Lintasi Rel Tanpa Palang, Pemotor di Medan Tewas Tertabrak Kereta
Cahyo mengatakan, insiden tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada sarana maupun prasarana perkeretaapian.
Perjalanan kereta api di wilayah Daerah Operasi 9 Jember juga tetap berjalan normal dan aman.
Menurut dia, KAI terus mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan dalam operasional perjalanan kereta api.
KAI Daop 9 Jember mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apa pun di area jalur rel kereta api karena berisiko membahayakan keselamatan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak beraktivitas di jalur rel, baik berjalan kaki, berfoto, maupun melakukan kegiatan lainnya. Keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan kesadaran dan kepatuhan bersama,” ucap Cahyo.
Sementara itu, Kapolsek Kalipuro AKP Sukirman mengatakan, korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat insiden tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa korban diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
"Korban dalam gangguan jiwa dan meninggal dunia di TKP. Kami telah melakukan evakuasi hingga kemudian jasad dibawa ke RSUD Blambangan," ujar Sukirman.