Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Komplotan Penipu Batu Merah Delima di Siak Ditangkap, ASN Rela Jual Mobil karena Dijanjikan Rp 2,7 Miliar

Kompas.com, 29 Mei 2026, 22:55 WIB
Idon Tanjung,
Ihsanuddin

Tim Redaksi

PEKANBARU, KOMPAS.com - Satreskrim Polres Siak membongkar komplotan penipu bermodus jual beli batu merah delima bertuah yang membuat korbannya rela menjual mobil demi mendapatkan keuntungan miliaran rupiah.

Empat pelaku berinisial UN, IS, DR, dan YFP ditangkap polisi pada Jumat (29/5/2026) setelah menjalankan aksi penipuan secara terorganisir di Kabupaten Siak, Riau.

Kasatreskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos Parmulais mengatakan, salah satu korban bernama Z alias Atan (54), seorang aparatur sipil negara (ASN) warga Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak.

“Para pelaku melakukan penipuan terhadap korban hingga mengalami kerugian mencapai ratusan juta. Modus mereka jual beli batu merah delima,” kata Kosmos kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Jumat malam.

Baca juga: Marak Nomor Telepon Hotel di Yogyakarta Diubah Penipu, Wisatawan Diminta Transfer Uang

Korban Diyakinkan Batu Bertuah Bernilai Miliaran

Kosmos menjelaskan, peristiwa bermula pada Sabtu (16/5/2026) di parkiran RSUD Tengku Rafi’an Siak. Para pelaku mendekati korban dan meyakinkannya bahwa ia merupakan orang yang “berjodoh” memiliki batu merah delima bertuah bernilai fantastis.

"Modus pelaku, mereka cerita seolah-olah korban merupakan orang yang berjodoh untuk memiliki batu merah delima, yang disebut bertuah dengan nilai miliaran rupiah," ungkap Kosmos.

Untuk meyakinkan korban, pelaku memperlihatkan batu yang dimasukkan ke dalam air hingga memancarkan cahaya merah. Setelah itu, para pelaku datang bergantian memainkan peran berbeda.

“Mereka ada yang mengaku sebagai penjual, perantara hingga menyebut ada bos dari Singapura yang berpura-pura tertarik membeli batu tersebut dengan harga mencapai Rp 2,7 miliar," kata Kosmos.

Baca juga: Karhutla di Kebun Sawit Siak Belum Padam, Petugas Menginap di Lokasi Pemadaman

Korban yang percaya kemudian diajak ikut menjemput uang pembayaran. Dalam perjalanan, korban diminta membawa mobil lain beserta BPKB asli miliknya.

Korban bahkan menjual mobil Toyota Innova miliknya di sebuah showroom di Pekanbaru seharga Rp 50 juta demi membeli batu tersebut.

"Korban tertarik membeli batu itu, akhirnya menjual mobil Toyota Innova miliknya di sebuah showroom di wilayah Pekanbaru seharga Rp 50 juta," kata Kosmos.

Uang Rp 50 Juta Dibawa Kabur saat Korban Shalat

Setelah uang hasil penjualan mobil diterima korban, pelaku kembali menjalankan aksinya dengan mengajak korban singgah dan shalat di sebuah masjid.

Korban diminta meninggalkan tas berisi uang tunai Rp 50 juta, dompet, handphone, serta barang berharga lain di dalam mobil pelaku dengan alasan tidak boleh membawa barang ke masjid.

Namun saat korban selesai shalat, para pelaku sudah kabur membawa seluruh barang berharga miliknya.

"Korban merasa telah ditipu, sehingga membuat laporan," ujar Kosmos.

Halaman:


Terkini Lainnya
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Komplotan Penipu Batu Merah Delima di Siak Ditangkap, ASN Rela Jual Mobil karena Dijanjikan Rp 2,7 Miliar
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat