Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dokter Ingatkan Pentingnya Aktivitas Fisik setelah Idul Adha, Cegah Kolesterol Naik

Kompas.com, 26 Mei 2026, 13:30 WIB
Ida Setyaningsih

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Momen Hari Raya Idul Adha identik dengan hidangan berbahan dasar daging sapi maupun kambing yang menggugah selera.

Namun di balik kenikmatan tersebut, masyarakat juga perlu mewaspadai risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi makanan tinggi lemak dan kalori secara berlebihan.

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, Sp.K.Om, mengingatkan pentingnya tetap menjalani aktivitas fisik setelah Idul Adha guna membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat.

Menurut dokter yang akrab disapa dr. Andi itu, pola makan yang kurang terkontrol selama hari raya dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, hingga diabetes.

“Ketika seseorang itu bergerak, bisa mencegah dari berbagai macam penyakit termasuk kolesterol, diabetes, dan segala macam, yang itu biasanya setelah kita melakukan hari raya banyak masalah kesehatan yang timbul karena pola makan yang salah,” kata dr. Andi dikutip dari ANTARA, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Terlalu Banyak Makan Daging Merah Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes, Ini Kata Ahli

Aktivitas Fisik Membantu Membakar Kalori

Hidangan khas Idul Adha umumnya mengandung kalori dan lemak yang cukup tinggi, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan dan diolah dengan santan atau minyak berlebih.

Karena itu, aktivitas fisik dinilai penting untuk membantu tubuh membakar kalori yang masuk selama perayaan hari raya.

Dengan tubuh yang aktif bergerak, proses metabolisme juga dapat berjalan lebih optimal.

“Dan dengan bergerak tentu saja terjadi pembakaran kalori dan akhirnya bisa mencegah dari atau bahkan mengembalikan fungsi dari penyakitnya tersebut,” ujar dr. Andi.

Aktivitas fisik yang dilakukan pun tidak harus selalu olahraga berat. Jalan kaki, bersepeda santai, jogging, hingga aktivitas rumah tangga dapat membantu tubuh tetap aktif, terutama setelah banyak duduk dan makan selama libur hari raya.

Baca juga: Tips Jaga Stamina Saat Puasa dengan Konsumsi Daging dan Telur

IlustrasiFREEPIK Ilustrasi

Penting Menjaga Keseimbangan Kalori

Dr. Andi menjelaskan, menjaga kesehatan tubuh pada dasarnya berkaitan dengan keseimbangan antara jumlah kalori yang masuk dan kalori yang dibakar tubuh.

Saat Idul Adha, asupan makanan biasanya meningkat dibandingkan hari biasa.

Oleh sebab itu, tubuh juga perlu mengeluarkan energi lebih banyak agar tidak terjadi penumpukan kalori yang dapat memicu kenaikan berat badan maupun gangguan metabolik.

“Saat kita menjalankan ibadah puasa atau saat Hari Raya Idul Adha, tentu saja kita berpesta ataupun kalori in-nya masuk banyak sekali sehingga penting untuk kita mengeluarkan kalori out juga,” tutur dokter yang berpraktik di Rumah Sakit St. Carolus itu.

Ia pun menyarankan masyarakat untuk mulai rutin berolahraga setelah momen hari raya.

Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing, mulai dari latihan kardio seperti jalan cepat dan lari ringan hingga strength training untuk membantu menjaga massa otot dan kebugaran tubuh.

Selain olahraga, masyarakat juga dianjurkan mengatur pola makan dengan memperbanyak konsumsi sayur, buah, serta menjaga porsi makan agar tetap seimbang.

Dengan kombinasi pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin, risiko masalah kesehatan setelah Idul Adha dapat diminimalkan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau