Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenkes Soroti Kaitan Obesitas dengan Peningkatan Penyakit Tidak Menular di Usia Muda

Kompas.com, 16 Oktober 2025, 08:15 WIB
Rafa Aulia Febriani ,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren penyakit tidak menular (PTM) di kalangan usia muda makin mengkhawatirkan.

Banyak anak muda kini terserang stroke, jantung, hipertensi, hingga diabetes, di mana penyakit ini dulunya identik dengan usia lanjut.

Obesitas dan gaya hidup tidak sehat

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D., menyebut peningkatan tren ini erat kaitannya dengan obesitas dan gaya hidup tidak sehat.

“Penyakit kardiovaskular itu intinya adalah obesitas. Dulu jaringan lemak dianggap jaringan penunjang. Tetapi secara evaluasi banyak evidence base menunjukkan, bahwa jaringan lemak itu juga mengeluarkan yang namanya cytokine," jelas Prof. Dante di sela acara Primaya Fair 2025, Rabu (15/10/2025).

Baca juga: Pekerja Informal Rentan Kena Penyakit Tidak Menular

"Cytokine ini adalah zat yang berbahaya untuk beberapa hal yang bisa menyebabkan pembuluh darah, jantung, dan kelahiran metabolismenya itu lebih cepat," lanjutnya. 

Menurutnya, ketika metabolisme tubuh bekerja terlalu cepat akibat cytokine yang dilepaskan oleh sel-sel lemak, risiko berbagai penyakit pun meningkat.

"Dengan kelahiran metabolismenya lebih cepat tersebut, maka banyak anak muda yang sekarang obesitas sehingga banyak yang kena stroke, sakit jantung, diabetes, hipertensi," tambahnya. 

Edukasi jadi fondasi pencegahan

Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof.dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD.,Ph.D., dalam acara Primaya Fair 2025, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (15/10/2025).KOMPAS.com/RAFA AULIA FEBRIANI Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof.dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD.,Ph.D., dalam acara Primaya Fair 2025, di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (15/10/2025).

Meski pemerintah tengah membahas berbagai kebijakan, seperti penerapan cukai pada makanan dan minuman tinggi gula serta label gizi (Nutri Level), Prof. Dante menegaskan bahwa kunci utama penanganan tetap ada pada edukasi masyarakat.

“Cukainya kita naikkan, kalau edukasinya tidak masif juga tidak akan berhasil. Jadi edukasi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Baca juga: Manfaatkan Platform Digital untuk Kendalikan Penyakit Tidak Menular

Ia menilai, perubahan perilaku hanya bisa terjadi bila masyarakat paham dampak konsumsi berlebihan terhadap tubuh.

"Kita terus melakukan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi potensi obesitas, tinggal mengurangi makanan bergula, tinggi kalori, dan sebagainya," tuturnya.

Rencana “Nutri Level”: lampu merah di kemasan

Untuk memperkuat edukasi masyarakat, Kemenkes sedang menyiapkan Nutri Level, sistem pelabelan dalam kemasan terkait kandungan gula, garam, dan lemak (GGL).

Baca juga: 5 Penyakit Tidak Menular yang Jadi Momok Bagi Para Wanita

“Nutri Level akan kita buatkan untuk memberikan kesadaran ke masyarakat bahwa makanan yang dikonsumsi itu mengandung kalori, lemak, gula, dan garam dalam jumlah spesifik,” ucapnya.

Label tersebut dirancang seperti lampu lalu lintas, yakni hijau, kuning, dan merah.

“Nanti dengan Nutri Level itu kita bisa lihat semua makanan dalam kemasan. Ada bulatnya, ada warna hijau, kuning, atau merah,” ujarnya.

Mengenai waktunya, Dante menyebut kebijakan ini masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Keuangan.

“Sedang kita bahas dengan Kementerian Keuangan,” tambahnya.

Baca juga: 5 Penyakit Tidak Menular yang Paling Banyak Diderita Orang Indonesia

Lonjakan kasus PTM di usia muda menjadi pengingat penting bahwa pola makan dan aktivitas harian sangat menentukan kesehatan masa depan.

Dengan rutinitas modern yang serba cepat, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak sering tak disadari menumpuk risiko.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau