Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebiasaan Menunduk Picu Saraf Kejepit dan Nyeri Kepala, Ini Kata Dokter Ortopedi

Kompas.com, 6 Agustus 2025, 06:00 WIB
Ria Apriani Kusumastuti

Penulis

KOMPAS.com – Kebiasaan menunduk terlalu lama, terutama saat menggunakan ponsel atau bekerja di depan komputer, bisa menjadi pemicu gangguan pada tulang leher yang berdampak lebih luas dari sekadar pegal.

Salah satu dampak serius yang perlu diwaspadai adalah penjepitan saraf leher, yang bisa menimbulkan gejala seperti nyeri kepala hingga kesemutan di tangan.

Dalam talkshow “Siaran Sehat” Kementerian Kesehatan RI, Selasa (29/7/2025), di Instagram @kemenkes_ri, dr. dr. Didik Librianto, Sp.OT(K), dokter ortopedi subspesialis tulang belakang dari RSUP Fatmawati, mengingatkan bahwa kebiasaan menunduk adalah salah satu faktor risiko utama yang menyebabkan nyeri leher yang menjalar ke kepala dan tangan.

“Tulang belakang itu satu kesatuan. Kalau terjadi penjepitan di bagian leher, bisa menyebabkan nyeri kepala, bahkan menjalar ke lengan dan kesemutan,” ujar Didik.

Baca juga: Saraf Kejepit di Leher Bisa Menyamar Jadi Migrain, Ini Penjelasan Dokter Ortopedi

Menurut Didik, posisi kepala yang terlalu sering menunduk dapat memberi tekanan berlebih pada ruas tulang belakang bagian leher. Lama kelamaan, tekanan ini bisa menimbulkan penjepitan saraf.

“Sering kali kita nggak sadar kalau kepala kita terus dalam posisi menunduk, entah itu main HP, kerja depan komputer, atau bahkan saat membaca. Ini bisa membuat beban di tulang leher bertambah,” jelasnya.

Kondisi ini kerap tidak disadari pasien. Mereka datang ke dokter dengan keluhan nyeri kepala seperti migrain, nyeri leher yang terasa kaku, hingga kesemutan di tangan. Padahal, akar masalahnya ada di saraf yang terjepit di area leher.

Baca juga: 9 Penyebab Saraf Kejepit di Pinggang dan Cara Mengatasinya

Gejala yang muncul akibat saraf leher terjepit

Gejala saraf kejepit akibat posisi menunduk berlebihan tidak hanya terbatas pada rasa pegal. Menurut Didik, beberapa keluhan yang umum dirasakan antara lain:

  • Nyeri kepala yang terasa menusuk atau berat di satu sisi
  • Leher terasa kaku dan tidak nyaman saat menoleh
  • Kesemutan di tangan, terutama di jari-jari
  • Kelemahan otot pada lengan dalam kasus yang lebih parah

“Kalau saraf terjepit makin berat, bisa timbul kelumpuhan atau gangguan fungsi ekstremitas,” ujarnya.

Baca juga: 8 Gejala dan Penyebab Saraf Kejepit pada Tangan yang Perlu Diwaspadai

Pentingnya pemeriksaan dokter dan posisi tubuh yang benar

Didik menyarankan siapa pun yang mengalami gejala di atas agar segera berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi, terutama jika keluhan berlangsung terus-menerus atau memburuk.

“Kadang pasien datang terlambat karena mengira cuma masuk angin atau migrain biasa. Padahal, begitu dicek, sudah terjadi penjepitan saraf di tulang leher,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, ia mengingatkan pentingnya menjaga postur tubuh saat beraktivitas.

Hindari menunduk terlalu lama dan usahakan posisi kepala sejajar dengan pandangan mata, terutama saat menggunakan gawai atau bekerja di depan layar.

“Kalau harus kerja lama, setiap satu jam sempatkan stretching atau gerakkan leher perlahan untuk mencegah kekakuan,” tambahnya.

Baca juga: 8 Penyebab dan Cara Mengatasi Saraf Kejepit di Tangan

Penanganan dan rehabilitasi

Penanganan untuk kondisi saraf terjepit sangat bergantung pada tingkat keparahan. Dalam banyak kasus, terapi fisik dan perubahan gaya hidup bisa membantu meredakan gejala.

Namun, untuk kondisi berat, intervensi medis seperti fisioterapi terprogram hingga tindakan operatif mungkin diperlukan.

“Yang paling penting adalah mengenali gejalanya sejak dini dan tidak menyepelekan kebiasaan-kebiasaan kecil yang bisa berdampak besar,” tegas Didik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau