Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 9 Juni 2025, 12:00 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

KOMPAS.com - Kolesterol naik mungkin menjadi masalah setelah banyak makan daging kurban saat perayaan Idul Adha.

Ahli Gizi yang berpraktik di Siloam Hospital Olivia Gresya, S. Gz mengungkapkan bahwa daging kurban mengandung lemak jenuh dan kolesterol tinggi.

“Kombinasi lemak jenuh dan kolesterol tinggi bisa memperburuk profil lipid, terutama pada seseorang dengan riwayat hiperlipidemia atau riwayat keluarga penyakit jantung. Apalagi, jika konsumsinya dalam jumlah yang banyak,” ujar Olivia kepada Kompas.com pada Senin (2/6/2025).

Oleh karena itu, berikut artikel ini akan menunjukkan beberapa tips untuk membantu penurunan kolesterol tinggi.

Namun sebelum itu, perlu untuk diketahui tanda kolesterol tinggi.

Baca juga: Batas Konsumsi Daging Kurban untuk Penderita Hipertensi, Kolesterol Tinggi, dan Stroke

Apa tanda kolesterol tinggi?

Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia Dr. Santi mengatakan bahwa kelebihan kolesterol dalam darah sering tanpa gejala ganguan fisik yang jelas.

“Maka, pemeriksaan kadar kolesterol secara berkala perlu dilakukan terutama pada mereka yang memiliki risiko,” kata Santi kepada Kompas.com pada Minggu (8/6/2025).

Menurut Mayo Clinic, faktor risiko kolesterol tinggi meliputi makan terlalu banyak lemak jenuh dan trans, obesitas, kurang olahraga, dan merokok.

Selain itu, orang dengan usia di atas 40 tahun lebih umum mengalami kolesterol tinggi.

Untuk memastikan kadar kolesterol Anda tinggi atau tidak setelah perayaan Idul Adha, Anda harus cek kesehatan.

Merujuk Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes RI), kolesterol tinggi ditunjukkan dengan angka 200 mg/dL ke atas.

Jika kolesterol Anda menunjukkan angka tersebut, hal itu patut diatasi karena merupakan faktor risiko dengan berbagai penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan stroke.

Lalu, bagaimana cara untuk menurunkan kolesterol tinggi? Berikut cara praktis yang bisa konsisten dilakukan.

Baca juga: Efek Memiliki Kolesterol Tinggi Apa? Ini Ulasannya...

Santi memberikan beberapa tips untuk membantu menurunkan kolesterol tinggi.

Hal pertama yang menurutnya harus dilakukan saat kolesterol tinggi setelah banyak makan daging kurban adalah mengurangi asupan lemak hewani.

Selanjutnya, Santi menyarankan untuk menghindari makan makanan yang tinggi kolesterol.

Makanan tinggi kolesterol tersebut meliputi lemak hewan, telur burung puyuh, jeroan, kulit ayam, kepiting, lobster, cumi-cumi, udang, kuning telur, santan, mentega, aneka kue, dan es krim.

Sementara itu, ia menyarankan untuk makan makanan yang rendah kolesterol, seperti gandum, daging unggas tanpa kulit, putih telur, tempe, tahu, kacang-kacangan, berbagai sayuran, dan aneka buah kecuali durian.

“Olahraga teratur empat sampai lima kali dalam seminggu, lamanya 30 menit,” lanjutnya.

Baca juga: Apa Makanan untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi? Ini 10 Pilihannya...

Ia juga menambahkan bahwa untuk menurunkan kolesterol tinggi juga dibantu dengan menurunkan berat badan yang naik setelah makan banyak daging kurban.

“Turunkan berat badan, jika berat badan berlebih dengan cara membatasi asupan kalori dan memperbanyak pengeluaran kalori, misalnya dengan olahraga dan aktif bergerak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Santi menyarankan untuk berkonsultasi ke dokter, jika memerlukan obat penurun kolesterol.

“Obat harus diminum sesuai anjuran dokter, jangan dikurangi atau dilebihkan dosisnya sendiri,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa untuk menurunkan kolesterol tinggi ke level normal membutuhkan proses, di mana konsumsi obat dan gaya hidup sehat perlu diterapkan bersamaan untuk saling melengkapi.

“Obat saja tidak bisa, gaya hidup saja juga tidak bisa,” imbuhnya.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak dimaksudkan untuk menawarkan nasihat medis.

Baca juga: Apa Langkah-langkah untuk Menurunkan Kolesterol? Ini 6 Tipsnya...

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau