Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa yang Terjadi jika Perempuan Kelebihan Hormon Laki-laki?

Kompas.com, 16 Mei 2025, 12:00 WIB
Lusia Kus Anna

Editor

KOMPAS.com - Testosteron sering dianggap sebagai "hormon laki-laki", padahal perempuan juga memproduksi hormon ini—meski dalam jumlah yang jauh lebih kecil, melalui ovarium dan kelenjar adrenal.

Dalam kadar normal, testosteron penting bagi perempuan untuk membantu menjaga kesehatan tulang, otot, dan sistem reproduksi. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, testosteron dapat menyebabkan berbagai perubahan fisik dan menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Menurut American Urology Association, kadar testosteron dalam darah pria biasanya sedikitnya 300 nanogram per desiliter (ng/dL). Perempuan mengeluarkan kadar yang jauh lebih rendah — sekitar sepersepuluh dari kadar testosteron pada pria.

Baca juga: Hormon Testosteron Bisa Menambah Tinggi Badan?

Gejala kelebihan testosteron

Ketika kadar testosteron melebihi batas normal, tubuh perempuan dapat menunjukkan berbagai gejala yang cukup mengganggu, seperti:

- Jerawat yang menetap atau makin parah

- Suara menjadi lebih dalam dan berat

- Pertumbuhan rambut kasar berlebih di wajah, dada, dan punggung (hirsutisme)

- Siklus menstruasi tidak teratur atau berhenti sama sekali

- Penurunan ukuran payudara

- Penipisan rambut kepala atau kebotakan pola pria

- Peningkatan massa otot secara tidak biasa

Gejala-gejala ini dapat memengaruhi rasa percaya diri dan kualitas hidup secara keseluruhan, serta bisa menjadi tanda dari kondisi medis yang lebih serius.

Baca juga: Mengenal Terapi Pengganti Hormon untuk Atasi Gejala Menopause

Ilustrasi hormonkristiillustra Ilustrasi hormon

Apa penyebab testosteron tinggi pada perempuan?

Testosteron tinggi jarang terjadi tanpa alasan. Biasanya, ada kondisi medis yang mendasari. Beberapa yang paling umum meliputi:

1. Hiperplasia Adrenal Kongenital (HAK)
HAK adalah kelainan genetik yang memengaruhi kelenjar adrenal. Akibat kekurangan enzim tertentu, tubuh memproduksi terlalu sedikit kortisol namun berlebihan dalam memproduksi testosteron. Hasilnya gejala maskulinisasi seperti pertumbuhan rambut berlebih atau perubahan suara.

Baca juga: Hormon Testosteron Bisa Menambah Tinggi Badan?

2. Hirsutisme
Hirsutisme ditandai dengan pertumbuhan rambut tebal dan kasar di area tubuh yang biasanya tidak banyak ditumbuhi rambut pada perempuan. Kondisi ini sering berkaitan dengan faktor genetik dan ketidakseimbangan hormon, termasuk testosteron tinggi.

3. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)
PCOS adalah penyebab paling umum kelebihan testosteron pada perempuan usia reproduktif. Kondisi ini ditandai dengan gangguan ovulasi, kista di ovarium, serta peningkatan hormon androgen (termasuk testosteron). Sekitar 6–12 persen perempuan diperkirakan mengidap PCOS, meskipun banyak yang baru terdiagnosis di usia 20–30-an.

Cara mendiagnosis kadar testosteron
Untuk mengetahui apakah kadar testosteron tinggi, dokter biasanya akan melakukan kombinasi dari:

Baca juga: Mengenal Pengaruh Hormon dan Risiko Stroke pada Wanita

- Pemeriksaan fisik: termasuk memeriksa pertumbuhan rambut, jerawat, atau tanda maskulinisasi lain.

- Tes darah: untuk mengukur kadar hormon testosteron dan hormon lain yang terkait.

- Ultrasound: untuk melihat kondisi ovarium dan rahim, khususnya bila dicurigai PCOS.

Perawatan kondisi ini tergantung pada penyebab yang mendasari. Penanganan umumnya mencakup perubahan gaya hidup, seperti menurunkan berat badan dan berolahraga rutin.

Penggunaan obat-obatan, misalnya pil kontrasepsi untuk menyeimbangkan hormon, obat anti-androgen untuk mengurangi efek testosteron, atau obat diabetes jika berkaitan dengan resistensi insulin, akan diresepkan dokter.

Konsultasi dengan dokter sangat penting untuk menentukan pendekatan yang tepat dan aman, terutama bila gejala sudah memengaruhi keseharian atau kesuburan.

Baca juga: Mitos atau Fakta: Pil KB Bisa Sebabkan Kanker? Ini Kata Vaksinolog

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Terkini Lainnya
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Menggambar dan Mewarnai Penting bagi Tumbuh Kembang Anak, Ini Kata Dokter
Health
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Mengatasi Nyeri sebagai Prioritas Perawatan Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Jumlah Perokok Dewasa Indonesia Naik 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Health
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Pentingnya Perawatan Fisik dan Spiritual Pasien Kanker Stadium Lanjut
Health
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2026: Konsumsi Rokok Masih Tinggi, Edukasi Perlu Diperkuat
Health
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
3 Mitos tentang Lupus yang Banyak Dipercaya dan Bisa Berakibat Fatal
Health
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Tak Hanya Lelah, Ini Gejala Perubahan Hormon pada Pria Menurut Dokter
Health
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Kelelahan Terus-menerus pada Wanita Bisa Jadi Gejala Lupus, Jangan Abaikan
Health
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Kurang Tidur Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Ringan, Ini Penjelasan Dokter
Health
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
6 Penyebab Sakit Kepala di Tengkuk, Termasuk Postur yang Buruk
Health
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Dokter Ungkap, 35 Persen Kasus Sulit Punya Anak Ternyata Berasal dari Pria
Health
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Dokter Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Kualitas Embrio, Salah Satunya Daging Merah
Health
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
BPJS Kesehatan Tegaskan Iuran JKN Belum Naik, Ini Besaran yang Masih Berlaku
Health
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Orangtua Perlu Tahu, Ini Batas Aman Anak Makan Daging Kurban
Health
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Amankah Anak Makan Sate dan Gulai saat Idul Adha? Ini Penjelasan Dokter
Health
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau