Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PSG Vs Arsenal: Odegaard Bela Eze dan Magalhaes Usai Gagal di Adu Penalti

Kompas.com, 31 Mei 2026, 12:59 WIB
Thomas Wardana

Penulis

Sumber Sky Sports

KOMPAS.com - Martin Odegaard memberi komentar usai laga Paris Saint-Germain vs Arsenal di final Liga Champions 2025-2026.

Pertandingan Paris Saint-Germain vs Arsenal yang berlangsung di Stadion Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam WIB berakhir dengan skor 1-1 (4-3 adu penalti).

Untuk kesekian kalinya, Arsenal gagal meraih gelar pertamanya di Liga Champions setelah kali terakhir tampil di final pada 2006.

Odegaard yang bertindak sebagai kapten mengaku sangat kecewa dengan kekalahan ini dan sulit untuk menerimanya. 

Baca juga: Arsenal Tak Berkutik di Adu Penalti, Declan Rice: Seperti Lotre

"Semua orang sangat kecewa. Ketika Anda sudah sangat dekat dengan kemenangan, ini sangat sulit untuk diterima."

"Pada saat yang sama, kita tahu apa yang telah kita lakukan musim ini dan kita telah mencapai sesuatu yang luar biasa dan kita hampir saja melakukan yang lebih baik lagi hari ini," kata Odegaard dikutip dari Sky Sports.

Menyakitkan Kalah di Adu Penalti

Martin Odegaard tak menampik jika double winner menjadi target Arsenal dan dirinya musim ini. Sayangnya, hal tersebut gagal terealisasi pada tahun ini.

"Kami ingin memenangkan Premier League dan Liga Champions. Kami kecewa karena tidak bisa melakukannya, tetapi Liga Primer adalah pencapaian yang luar biasa."

"Jadi kita harus melihat gambaran yang lebih besar dan mengingat semua hal baik juga," jelasnya.

Baca juga: Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Kasihan Gabriel...

Para pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Paris Saint-Germain pada laga final Liga Champions 2026 PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.AFP/INA FASSBENDER Para pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Paris Saint-Germain pada laga final Liga Champions 2026 PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.

Odegaard merasa jika Arsenal mampu menguasai permainan meski sulit untuk menciptakan peluang.

Pada akhirnya, Arsenal harus gugur usai kalah di babak adu penalti yang dramatis.

"Saya merasa kami mengendalikan permainan setelah mencetak gol pertama. Mereka banyak menguasai bola tetapi tidak menciptakan terlalu banyak peluang. 

"Pada akhirnya, adu penalti adalah cara yang menyakitkan untuk kalah," tambahnya.

Baca juga: Chelsea Beri Klarifikasi Soal Sindiran untuk Arsenal Usai Gagal Juara di UCL

Bela Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes

Kegagalan eksekusi penalti Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes menjadi penyebab kegagalan Arsenal di laga ini.

Kendati begitu, Odegaard tak ingin menyalahkan keduanya dan tetap berupaya untuk membangkitkan semangat.

"Sekarang tugas kita adalah untuk membangkitkan semangat mereka." 

Baca juga: Arsenal, Haramball dan Jurang Mentalitas Juara di Hadapan Dominasi Elegan PSG

"Kita tahu apa yang telah mereka berikan kepada tim ini musim ini dan kita tidak akan berada di sini tanpa mereka," sambung pemain Timnas Norwegia itu.

Odegaard menyadari jika kegagalan di babak adu penalti adalah hal yang lumrah terjadi di sepak bola dan ia memastikan para pemain akan lekas bangkit.

"Itu adalah bagian dari sepak bola, itu adalah bagian dari kehidupan, tugas kita adalah untuk membangkitkan semangat mereka dan semua orang lain dan memastikan kita kembali lebih baik lagi di musim depan," ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Internasional
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Internasional
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau