Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7

Kompas.com, 2 Juni 2026, 06:00 WIB
Pratama Yudha,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Tim Football Association (FA) 7 Indonesia harus puas menutup perjalanan di IFA7 World Championship 2026 dengan menjadi runner up.

Tim Merah Putih takluk dari Honduras di partai final IFA7 World Championship 2026 yang bergulir di Estadio Nacional Chelato Ucles, Honduras, pada Senin (1/6/2026), pagi WIB.

Tak tanggung-tanggung, Indonesia dipaksa menyerah oleh tuan rumah Honduras dnegan skor telak 2-9.

Kendati demikian, pencapaian ini tetaplah luar biasa dan bahkan menorehkan sejarah di panggung sepak bola dunia. 

Pasalnya, Indonesia melaju ke final setelah menciptakan kejutan besar dengan menyingkirkan Brasil di babak semifinal berkat kemenangan 2-1 lewat adu penalti setelah bermain imbang 3-3 pada waktu normal.

Baca juga: Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana

Meski belum berhasil membawa pulang trofi juara dunia, keberhasilan menembus final dan meraih posisi kedua dunia menunjukkan perkembangan pesat sepak bola FA7 Indonesia di level internasional.

Atas prestasi ini, Presiden FA7 Indonesia, Raden Bambang Pramukantoro, mengungkapkan rasa syukur melihat pencapaian bersejarah ini.

"Pencapaian Timnas Indonesia menjadi juara dua atau runner-up sudah sangat luar biasa di Piala Dunia IFA7 World Championship ini," kata Raden Bambang Pramukantoro dalam keterangan resminya, Senin (1/6/2026).

"Berkat kasih karunia Tuhan, Bangsa Indonesia masih diberikan kesempatan untuk tampil di Piala Dunia," tambahnya.

Menurut Raden Bambang, keberhasilan meraih medali perak ini menjadi persembahan spesial bagi seluruh rakyat Indonesia yang sedang memperingati Hari Lahir Pancasila.

Baca juga: John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya

"Kami persembahkan kemenangan ini kepada Bangsa Indonesia sebagai hadiah Hari Lahir Pancasila yang tepat di hari ini, 1 Juni," kata dia.

Tim FA7 Indonesia lolos ke final IFA7 World Championship 2026Dokumentasi FA7 Indonesia Tim FA7 Indonesia lolos ke final IFA7 World Championship 2026

Momentum Tingkatkan Prestasi

Lebih lanjut, hasil positif ini bakal menjadi momentum untuk lebih serius mempersiapkan tim untuk tampil di kejuaraan berikutnya.

"Ini satu kebanggaan tersendiri. Timnas Indonesia berhasil mengalahkan tim dari Negeri Samba," ujar Raden Bambang.

"Ke depan kami akan berlatih lebih keras dan lebih disiplin lagi agar prestasi kita semakin gemilang di masa yang akan datang," ungkapnya.

Baca juga: Rizky Ridho jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni

Lebih lanjut, Bambang menegaskan komitmennya untuk membesarkan FA7 Indonesia hingga menjangkau seluruh daerah dari Aceh sampai Papua. 

Potensi Besar Sepak Bola 7v7

Menurutnya, sepak bola tujuh pemain memiliki potensi besar berkembang karena tidak membutuhkan fasilitas seluas sepak bola konvensional.

"Kami akan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa dari seluruh pelosok Republik Indonesia untuk menunjukkan bakat terbaik mereka," ucap dia.

"Harapannya agar lahir generasi baru pemain FA7 yang mampu membawa Merah Putih meraih gelar juara dunia pada masa mendatang," jelas Raden Bambang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Internasional
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau