Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hadiah Liga Champions, PSG dan Arsenal Raup Lebih dari Rp 2 Triliun

Kompas.com, 31 Mei 2026, 07:39 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

Sumber Marca

KOMPAS.com - Laga final Liga Champions 2025-2026 yang mempertemukan Arsenal dan Paris Saint-Germain bukan sekadar ajang pembuktian kesebelasan terbaik di Eropa.

Namun, partai puncak Liga Champions (UEFA Champions League) 2025-2026 juga menjadi panggung perebutan salah satu hadiah finansial terbesar di jagat sepak bola.

Menjelang duel krusial antara kedua tim tersebut, besaran hadiah uang tunai yang ditawarkan oleh UEFA melalui kompetisi Liga Champions 2025-2026 telah menjadi topik perbincangan utama publik, terlebih bagi penggemar Paris Saint-Germain dan kubu asal London Utara.

Berkat pembaruan struktur keuangan kompetisi, kedua finalis telah mengamankan pundi-pundi pendapatan yang signifikan sepanjang perjalanan mereka menuju partai perebutan gelar.

Menurut model distribusi UEFA untuk musim ini, tim yang sukses mengangkat trofi akan menerima bonus tambahan sekitar 25 juta euro (setara Rp 518 miliar), sedangkan posisi runner-up akan membawa pulang kira-kira 18,5 juta euro (sekitar Rp 383,9 miliar).

Baca juga: Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Dibekuk PSG di Final Liga Champions

Angka tersebut nyatanya hanyalah sebagian kecil dari total pemasukan yang dihasilkan selama pergelaran turnamen.

Sejak fase awal kompetisi, setiap klub menerima aliran dana yang dihitung berdasarkan keikutsertaan, performa di fase liga, kelolosan di babak sistem gugur, nilai hak siar televisi, serta posisi di peringkat koefisien UEFA.

Pendapatan Lampaui Hadiah Utama

Ketika sebuah tim berhasil menembus partai puncak, akumulasi pemasukan mereka kerap kali melampaui hadiah yang disediakan khusus untuk pertandingan final itu sendiri.

Bagi Arsenal dan PSG, total pendapatan pada akhir turnamen ini diproyeksikan bisa menembus angka 100 juta euro atau lebih dari Rp 2 triliun), sangat bergantung pada pembagian bonus performa serta perolehan hak komersial.

Menurut kalkulasi The Athletic, jumlah hadiah uang total yang didapatkan PSG sepanjang kiprah mereka dari fase grup hingga jadi juara bisa mencapai 146 juta euro (sekitar Rp 3 triliun).

Di sisi lain, Arsenal berpotensi mendapatkan prize money sekitar 144 juta euro (Rp 2,9 triliun).

Suntikan dana masif ini memegang peranan krusial dalam industri sepak bola modern.

Klub-klub elite mutlak membutuhkan dana segar tersebut guna menyeimbangkan neraca pengeluaran di bursa transfer, menanggung tagihan gaji pemain, serta mematuhi aturan ketat Financial Fair Play.

Baca juga: Akhir Pilu Arsenal di Liga Champions: Tak Terkalahkan tapi Gagal Juara

Taruhan Prestise dan Efek Domino Bisnis

Marquinhos mengangkat trofi setelah memenangkan pertandingan sepak bola final Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Arsenal FC di Puskas Arena di Budapest pada 30 Mei 2026. (Foto oleh FRANCK FIFE / AFP)AFP/FRANCK FIFE Marquinhos mengangkat trofi setelah memenangkan pertandingan sepak bola final Liga Champions UEFA antara Paris Saint-Germain (PSG) vs Arsenal FC di Puskas Arena di Budapest pada 30 Mei 2026. (Foto oleh FRANCK FIFE / AFP)

Dampak ekonomi dari raihan gelar juara nyatanya meluas melebihi sekadar pembayaran langsung dari badan sepak bola Eropa.

Kemenangan di laga puncak umumnya memicu lonjakan kesepakatan sponsor, peningkatan penjualan pernak-pernik resmi, lonjakan eksposur di pasar global, hingga kemitraan strategis yang menguntungkan.

Klub yang sukses mendulang prestasi di level Eropa acap kali mengalami peningkatan daya tarik internasional yang tajam.

Memenangi trofi bergengsi ini diyakini tidak hanya memberikan kucuran dana yang berlimpah, tetapi juga mampu mengangkat profil global klub tersebut di jajaran elite sepak bola dunia.

Baca juga: Gagal Juara Liga Champions, Arsenal Ketularan Virus Atletico Madrid

Terlebih, sang pemenang laga ini juga berhak menyegel satu tempat di sejumlah ajang bergengsi lanjutan, termasuk Piala Super UEFA dan Piala Dunia Antarklub FIFA, yang otomatis membuka keran pundi-pundi kekayaan tambahan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau