Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kontroversi PSG Vs Arsenal, Arteta Kesal Tak Dapat Hadiah Penalti

Kompas.com, 31 Mei 2026, 08:31 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, merasa timnya layak dapat hadiah penalti di final Liga Champions kontra PSG. Legenda Arsenal, Samir Nasri, ikut menyorot kinerja wasit. 

Eks gelandang Timnas Perancis, Samir Nasri mengecam wasit Daniel Siebert yang memimpin jalannya laga final Liga Champions 2025-2026, PSG vs Arsenal.

Menurut Samir Nasri, kepemimpinan Daniel Siebert dalam pertandingan itu sedikit banyak berpengaruh pada performa Arsenal dalam laga kontra PSG.

Dalam laga final Liga Champions musim 2025-2026 yang digelar di Puskas Arena, Budapest pada hari Sabtu (30/5/2026), Arsenal dibekuk PSG lewat adu penalti 3-4.

Arsenal mampu mencetak gol lebih dulu, melalui Kai Havertz pada menit keenam, sedangkan PSG baru membalas melalui penalti Ousmane Dembele pada menit ke-65.

Sorotan Nasri untuk Wasit PSG Vs Arsenal

Pelatih Arsenal, Mikel Arteta memberikan sorotan terhadap kepemimpinan wasit Daniel Siebert yang memberikan keputusan berbeda soal penalti.

Baca juga: Kebanggaan Joao Neves Usai Antar PSG Raih Dua Liga Champions Beruntun

Siebert memberikan penalti ketika bek kanan Arsenal, Cristhian Mosquera melanggar winger PSG, Khvicha Kvaratskhelia di kotak 16 meter. Penalti kemudian dikonversi oleh Ousmane Dembele menjadi gol.

Namun, keputusan berbeda dibuat oleh Siebert ketika Noni Madueke mendapat tekanan dari bek kiri PSG, Nuno Mendes, di dalam kotak penalti.

Daniel Siebert bergeming dan tidak memberikan penalti untuk Arsenal akibat pelanggaran tersebut.

"Saya menonton ulang dan itu bisa saja menjadi penalti. Terutama kita melihat penalti yang mereka berikan kepada saya tahun ini di kompetisi," ujar Arteta.

"Musim ini, wasit membuat keputusan, dan dia membuat keputusan yang berbeda dengan Cristhian Mosquera dan itu adalah keputusan penting," kata eks asisten pelatih Manchester City itu

Baca juga: Hadiah Liga Champions, PSG dan Arsenal Raup Lebih dari Rp 2 Triliun

Senada dengan Arteta, Nasri berujar bahwa pelanggaran Nuno Mendes kepada Noni Madueke itu layak diberikan penalti dan tidak akan diintervensi oleh VAR.

Nasri juga menyoroti penalti yang diberikan oleh wasit Daniel Siebert ibarat "menghukum" Arsenal di babak kedua, usai pada babak pertama pasukan Arteta dinilai banyak membuang-buang waktu.

Dalam pertandingan menghadapi PSG, Arsenal membuat frustrasi sang lawan dengan memasang blok pertahanan yang disiplin. Taktik ini menurut Nasri membuat wasit menjadi tak senang.

“Pada babak kedua, wasit secara sistematis meniup peluit untuk Arsenal. Dia menghukum mereka karena mengulur waktu di babak pertama,” ujar Nasri yang membela The Gunners pada tahun 2008-2011 ini.

Halaman:


Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau