KOMPAS.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengucapkan selamat kepada Luis Enrique yang membawa Paris Saint-Germain memenangi gelar Liga Champions musim 2025-2026.
Arsenal dibekuk Paris Saint-Germain dalam laga final Liga Champions musim 2025-2026. The Gunners kalah 3-4 di babak adu penalti.
Adu penalti mesti digelar usai kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal plus dua kali babak extra time.
Dalam laga final Liga Champions yang digelar di Puskas Arena, Hongaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB, Arsenal mencetak gol lebih dulu pada menit keenam via Kai Havertz sebelum PSG menyamakan kedudukan di menit ke-65 melalui penalti Ousmane Dembele.
Dalam konferensi pers pascalaga, Mikel Arteta memberikan selamat untuk kompatriotnya, Luis Enrique yang mampu membawa PSG mempertahankan gelar juara Liga Champions.
Arteta, yang membawa The Gunners mengakhiri puasa gelar Liga Inggris setelah 22 tahun mengungkap bahwa dirinya akan mencoba mengubah rasa sakit akibat kekalahan dari PSG di final Liga Champions musim ini sebagai cara untuk membawa tim ke level berikutnya.
Baca juga: Akhir Pilu Arsenal di Liga Champions: Tak Terkalahkan tapi Gagal Juara
"Pertama-tama, Anda harus melewati rasa sakit itu, mencernanya, dan mengubahnya menjadi bahan bakar untuk meningkatkan diri hingga mencapai level yang berbeda," ujar Arteta dilansir dari laman resmi Arsenal.
"Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis (Enrique), karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia."
"Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola, dengan aksi individu, belum pernah saya lihat."
"Bukan rencananya untuk bermain di area tertentu ketika Anda tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda untuk melakukannya, jadi semakin banyak pujian untuk para pemain," imbuh Arteta.
Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique (tengah), dan anggota skuad PSG merayakan kemenangan dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. PSG mengalahkan Arsenal 4-3 melalui adu penalti untuk memenangkan gelar Liga Champions kedua berturut-turut setelah bermain imbang 1-1 di final di Budapest pada 30 Mei.Kegagalan bek tengah Arsenal, Gabriel Magalhaes menjadi faktor penentu kemenangan PSG di final Liga Champions.
Baca juga: Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3), Steven Gerrard Kritik Eberechi Eze
Arteta berujar bahwa Arsenal melakukan latihan dan persiapan untuk menghadapi babak adu penalti. Ia menyebut Gabriel Magalhaes menginginkan untuk mengeksekusi penalti kelima.
Namun, tendangan pemain Timnas Brasil itu justru melambung di atas gawang PSG yang dikawal Matvey Safonov.
Les Parisiens pun menang 4-3 dalam adu penalti dan berhak mempertahankan gelar Liga Champions.
Selain Gabriel, Eberechi Eze juga gagal mengeksekusi penalti untuk Arsenal usai tembakannya menyamping di sisi kiri gawang PSG.
"Sejujurnya, dia (Gabriel) ingin mengambil penalti kelima. Kami telah mempersiapkan dan berlatih untuk momen ini. Biasanya, penendang penalti adalah Bukayo (Saka), Martin (Odegaard), dan Kai(Havertz)," ungkap Arteta.
"Kami tahu bahwa jika kami mendapat perpanjangan waktu melalui adu penalti, penendang penalti akan berbeda, namun tetap dengan kualitas yang sama seperti saat Anda melihat Eze mengambil penalti dalam latihan, dia tidak pernah gagal."
Baca juga: Gagal Juara Liga Champions, Arsenal Ketularan Virus Atletico Madrid
"Tetapi Anda harus melakukannya di momen ini. Sayangnya, kami tidak memiliki ketepatan dan efisiensi yang sama seperti mereka, dan itulah alasan kami tidak menang," imbuh Arteta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang