Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kata Mikel Arteta Usai Arsenal Dibekuk PSG di Final Liga Champions

Kompas.com, 31 Mei 2026, 06:20 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta mengucapkan selamat kepada Luis Enrique yang membawa Paris Saint-Germain memenangi gelar Liga Champions musim 2025-2026.

Arsenal dibekuk Paris Saint-Germain dalam laga final Liga Champions musim 2025-2026. The Gunners kalah 3-4 di babak adu penalti.

Adu penalti mesti digelar usai kedua tim bermain imbang 1-1 di waktu normal plus dua kali babak extra time.

Dalam laga final Liga Champions yang digelar di Puskas Arena, Hongaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB, Arsenal mencetak gol lebih dulu pada menit keenam via Kai Havertz sebelum PSG menyamakan kedudukan di menit ke-65 melalui penalti Ousmane Dembele.

Ucapan Selamat Arteta untuk Enrique

Dalam konferensi pers pascalaga, Mikel Arteta memberikan selamat untuk kompatriotnya, Luis Enrique yang mampu membawa PSG mempertahankan gelar juara Liga Champions.

Arteta, yang membawa The Gunners mengakhiri puasa gelar Liga Inggris setelah 22 tahun mengungkap bahwa dirinya akan mencoba mengubah rasa sakit akibat kekalahan dari PSG di final Liga Champions musim ini sebagai cara untuk membawa tim ke level berikutnya.

Baca juga: Akhir Pilu Arsenal di Liga Champions: Tak Terkalahkan tapi Gagal Juara

"Pertama-tama, Anda harus melewati rasa sakit itu, mencernanya, dan mengubahnya menjadi bahan bakar untuk meningkatkan diri hingga mencapai level yang berbeda," ujar Arteta dilansir dari laman resmi Arsenal.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada PSG, khususnya Luis (Enrique), karena menurut saya mereka adalah tim terbaik di dunia."

"Apa yang mampu mereka lakukan dengan bola, dengan aksi individu, belum pernah saya lihat."

"Bukan rencananya untuk bermain di area tertentu ketika Anda tidak menguasai bola, tetapi mereka memaksa Anda untuk melakukannya, jadi semakin banyak pujian untuk para pemain," imbuh Arteta.

Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique (tengah), dan anggota skuad PSG merayakan kemenangan  dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. PSG mengalahkan Arsenal 4-3 melalui adu penalti untuk memenangkan gelar Liga Champions kedua berturut-turut setelah bermain imbang 1-1 di final di Budapest pada 30 Mei.AFP/INA FASSBENDER Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique (tengah), dan anggota skuad PSG merayakan kemenangan dalam pertandingan final Liga Champions antara Paris Saint-Germain (PSG) dan Arsenal FC di Puskas Arena, Budapest, pada 30 Mei 2026. PSG mengalahkan Arsenal 4-3 melalui adu penalti untuk memenangkan gelar Liga Champions kedua berturut-turut setelah bermain imbang 1-1 di final di Budapest pada 30 Mei.

Buka-Bukaan Arteta soal Penalti Gabriel

Kegagalan bek tengah Arsenal, Gabriel Magalhaes menjadi faktor penentu kemenangan PSG di final Liga Champions.

Baca juga: Hasil PSG Vs Arsenal 1-1 (a.p. 4-3), Steven Gerrard Kritik Eberechi Eze

Arteta berujar bahwa Arsenal melakukan latihan dan persiapan untuk menghadapi babak adu penalti. Ia menyebut Gabriel Magalhaes menginginkan untuk mengeksekusi penalti kelima.

Namun, tendangan pemain Timnas Brasil itu justru melambung di atas gawang PSG yang dikawal Matvey Safonov.

Les Parisiens pun menang 4-3 dalam adu penalti dan berhak mempertahankan gelar Liga Champions.

Selain Gabriel, Eberechi Eze juga gagal mengeksekusi penalti untuk Arsenal usai tembakannya menyamping di sisi kiri gawang PSG.

"Sejujurnya, dia (Gabriel) ingin mengambil penalti kelima. Kami telah mempersiapkan dan berlatih untuk momen ini. Biasanya, penendang penalti adalah Bukayo (Saka), Martin (Odegaard), dan Kai(Havertz)," ungkap Arteta.

"Kami tahu bahwa jika kami mendapat perpanjangan waktu melalui adu penalti, penendang penalti akan berbeda, namun tetap dengan kualitas yang sama seperti saat Anda melihat Eze mengambil penalti dalam latihan, dia tidak pernah gagal."

Baca juga: Gagal Juara Liga Champions, Arsenal Ketularan Virus Atletico Madrid

"Tetapi Anda harus melakukannya di momen ini. Sayangnya, kami tidak memiliki ketepatan dan efisiensi yang sama seperti mereka, dan itulah alasan kami tidak menang," imbuh Arteta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau