Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Kasihan Gabriel...

Kompas.com, 31 Mei 2026, 12:14 WIB
Henrikus Ezra Rahardi,
Sem Bagaskara

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Legenda Manchester United, Peter Schmeichel menyebut Gabriel Magalhaes sebagai pemain terbaik dalam laga final Liga Champions PSG vs Arsenal.

Gabriel Magalhaes menjadi salah satu faktor Arsenal gagal meraih trofi Liga Champions usai penaltinya melayang ke atas gawang Paris Saint-Germain.

Selain Gabriel, tendangan Eberechi Eze juga gagal menghasilkan gol untuk Arsenal yang harus kalah dari PSG di babak adu penalti laga final Liga Champions musim 2025-2026 di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026).

Pada waktu normal, Arsenal mulanya mencetak gol lebih dulu lewat Kai Havertz pada menit kelima dan membuat tim London Utara itu unggul 1-0 di babak pertama.

PSG kemudian baru membalas melalui penalti Ousmane Dembele (65'), sehingga kedudukan 1-1 berlangsung hingga akhir babak perpanjangan waktu.

Baca juga: Kontroversi PSG Vs Arsenal, Arteta Kesal Tak Dapat Hadiah Penalti

Schmeichel Iba ke Gabriel Magalhaes

Dilansir dari Metro, Peter Schmeichel yang tampil sebagai reporter laga final Liga Champions PSG vs Arsenal merasa iba atas kegagalan Gabriel Magalhaes mengeksekusi penalti.

Namun, Schmeichel memuji aksi Gabriel yang disebut sebagai pemain terbaik dalam laga PSG vs Arsenal di final Liga Champions.

"Pertandingan ditentukan oleh adu penalti, hasilnya bisa saja berbeda," kata Schmeichel, yang pernah meraih trofi Liga Champions 1999 bersama Manchester United.

"Saya sangat iba pada Gabriel karena saya pikir dia luar biasa, pemain terbaik di lapangan."

"Pertahanannya sangat bagus. Saya sangat kasihan padanya karena dialah yang gagal mengeksekusi penalti terakhir dan menentukan hasil pertandingan," imbuh Schmeichel.

Baca juga: The Killers Banjir Pujian Usai Tampil di Final Liga Champions Arsenal vs PSG

Eks kiper Timnas Denmark itu mengakui bahwa sebagus apa pun Gabriel sebagai pemain, tekanan menjadi penendang penalti dalam laga final Liga Champions tentu berbeda.

Para pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Paris Saint-Germain pada laga final Liga Champions 2026 PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.AFP/INA FASSBENDER Para pemain Arsenal merayakan gol ke gawang Paris Saint-Germain pada laga final Liga Champions 2026 PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Sabtu (30/5/2026) pukul 23.00 WIB.

Gabriel Faktor Arsenal Tampil Solid di Final Liga Champions

Schmeichel percaya sebagai pemain top, Gabriel sejatinya punya kemampuan mengeksekusi penalti untuk Arsenal dengan baik.

"Saya rasa Anda tidak bisa mengatakan itu, saya pikir itu agak menghina karena tentu saja dia bisa menendang bola, dia pemain top," ujarnya.

“Tapi itu tekanan, dia tahu dia harus mencetak gol dan jika tidak, PSG akan menang. Apa yang dia coba lakukan di sana adalah menendang ke sudut atas gawang dan itu membawa risiko, jika tidak tepat sasaran, bola akan melambung."

“Karena Arsenal unggul sepanjang pertandingan dan taktik berubah, Arsenal mengandalkan apa yang telah mereka lakukan berkali-kali di Premier League musim ini, mempertahankan keunggulan 1-0."

Baca juga: PSG VS Arsenal: Martin Odegaard Terkesan dengan Aksi Berkelas Marquinhos

“Saya sangat kasihan pada Gabriel. Dia seperti raksasa di lini belakang, dia membuat mereka tetap bertahan untuk waktu yang sangat, sangat lama," imbuh Schmeichel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Daftar Skuad Irak di Piala Dunia 2026, Persib Bandung Sumbang Satu Nama
Internasional
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas U19 Menang, Nova Arianto Soroti Mental Pemain di Laga Perdana
Timnas Indonesia
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Tiket Polytron Indonesia Open 2026 Laris Terjual, Istora Bakal Bergemuruh
Badminton
John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya
John Herdman Sambut Mees Hilgers: Indonesia adalah Rumahnya
Timnas Indonesia
Jadwal Polytron Indonesia Open Hari Pertama, 11 Wakil Indonesia Mentas
Jadwal Polytron Indonesia Open Hari Pertama, 11 Wakil Indonesia Mentas
Badminton
Rizky Ridho jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Rizky Ridho jadi Kapten Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni
Timnas Indonesia
Hasil Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 3-0: Dimas Ukir Brace, Garuda Pepet Vietnam
Hasil Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 3-0: Dimas Ukir Brace, Garuda Pepet Vietnam
Timnas Indonesia
Ousmane Dembele Bidik Rekor Langka Real Madrid di Liga Champions
Ousmane Dembele Bidik Rekor Langka Real Madrid di Liga Champions
Liga Champions
Hasil HT Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 1-0: Arkhan Kaka Buka Keunggulan
Hasil HT Timnas U19 Indonesia Vs Myanmar 1-0: Arkhan Kaka Buka Keunggulan
Timnas Indonesia
Eks Gelandang Liverpool Pensiun Setelah 24 Tahun Berkarier di Dunia Sepak Bola
Eks Gelandang Liverpool Pensiun Setelah 24 Tahun Berkarier di Dunia Sepak Bola
Liga Inggris
Comeback dan Debutan Warnai Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday
Comeback dan Debutan Warnai Skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday
Timnas Indonesia
Polytron Indonesia Open, Semangat Gotong Royong Ekosistem Bulu Tangkis
Polytron Indonesia Open, Semangat Gotong Royong Ekosistem Bulu Tangkis
Badminton
Daftar Pemain Timnas yang Tak Dipanggil John Herdman di FIFA Matchday Juni
Daftar Pemain Timnas yang Tak Dipanggil John Herdman di FIFA Matchday Juni
Timnas Indonesia
Hasil Piala AFF U19 2026: Vietnam Gasak Timor Leste, Sinyal untuk Indonesia
Hasil Piala AFF U19 2026: Vietnam Gasak Timor Leste, Sinyal untuk Indonesia
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau