TEHERAN (Arrahmah.id) - Iran pada Ahad (1/11/2026) memperingatkan bahwa perang baru apa pun dengan Amerika Serikat bisa berlangsung lebih lama daripada konflik sebelumnya, dan bahwa Presiden AS Donald Trump bukanlah pihak yang akan menentukan durasinya.
“Potensi perang di masa depan bisa berlangsung lebih lama daripada konflik sebelumnya, dan presiden Amerika tidak akan berada dalam posisi untuk mendikte waktu atau ketentuan berakhirnya perang tersebut,” ujar juru bicara militer Mohammad Akraminia, sebagaimana dilaporkan televisi pemerintah Iran, seperti dilansir AFP.
Ia merujuk pada fase pertempuran paling sengit dalam perang yang dimulai pada 28 Februari, yang dipicu oleh serangan AS dan "Israel" terhadap Iran—serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Republik Islam tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke seluruh kawasan, sementara kelompok-kelompok militan yang didukungnya di Lebanon dan Yaman turut terlibat dalam pertempuran tersebut.
Menteri Pertahanan Iran, Mehrdad Akhlaghi, pada Ahad memperingatkan akan adanya “tanggapan yang proporsional, tegas, dan berdampak” terhadap serangan apa pun yang ditujukan kepada negaranya, menurut televisi pemerintah.
“Mereka yang melontarkan ancaman tidak akan bisa mendikte cakupan, waktu, maupun konsekuensi dari respons pertahanan Iran,” tambahnya.
Pada hari yang sama, Hossein Mohebbi, juru bicara Korps Garda Revolusi Iran-sayap ideologis militer Iran—menyampaikan pernyataan yang senada dengan pesan tertulis dari pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, sehari sebelumnya.
“Dalam konflik dengan Amerika, tidak ada batasan geografis; medan yang luas telah ditetapkan untuk menimbulkan kerusakan pada musuh,” kata Mohebbi, seperti dikutip televisi pemerintah.
Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa Amerika Serikat telah melumpuhkan sebagian besar kekuatan militer Iran, namun masih ada satu atau dua target yang harus “diselesaikan”.
“Kami telah melumpuhkan kemampuan nuklir mereka. Masih ada satu atau dua lokasi yang harus kami tangani, dan kami bisa melakukannya dalam 10 menit,” ujar Trump. (haninmazaya/arrahmah.id)
