Memuat...

Dari Monas untuk Palestina, 1.000 Relawan Bentangkan Bendera Raksasa Indonesia-Palestina

Ameera
Ahad, 1 November 2026 / 22 Jumadilawal 1448 15:36
Dari Monas untuk Palestina, 1.000 Relawan Bentangkan Bendera Raksasa Indonesia-Palestina
Dari Monas untuk Palestina, 1.000 Relawan Bentangkan Bendera Raksasa Indonesia-Palestina

JAKARTA (Arrahmah.id) – Aqsa Working Group (AWG) mendorong gerakan solidaritas Palestina di Indonesia agar tidak berhenti pada aksi penggalangan dukungan dan penyampaian kecaman.

Organisasi tersebut berupaya memperluas gerakan menjadi kekuatan advokasi global dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari relawan kemanusiaan, akademisi, tokoh agama, parlemen, media, hingga komunitas masyarakat.

Upaya tersebut ditandai dengan pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, BSP tahun ini mengangkat tema penguatan peran advokasi global menuju pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.

Pembukaan BSP 2026 juga dirangkaikan dengan Apel Akbar 1.000 Relawan Kemanusiaan yang dikoordinasikan Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR).

Dalam kegiatan tersebut, para relawan menggelar aksi pembentukan dan pembentangan bendera raksasa Indonesia dan Palestina sebagai simbol solidaritas serta dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Libatkan Lima Elemen Relawan Kemanusiaan

Seribu relawan yang mengikuti apel akbar tersebut berasal dari lima elemen, yakni tim penyelamat (rescue), medis, jurnalis, konstruksi, dan aktivis sosial. Kelima unsur ini dipersiapkan untuk memperkuat dukungan kemanusiaan melalui berbagai bidang keahlian.

Barisan defile relawan dipimpin Ketua Umum UAR Endang Sudrajat. Mereka memasuki area apel dengan diiringi penampilan marching band dari siswa Insan Mandiri Cibubur.

Selain pembentukan bendera raksasa di lapangan, solidaritas Indonesia-Palestina juga ditampilkan melalui penerbangan bendera Merah Putih dan Palestina menggunakan paramotor di langit Monas.

Kedua bendera berukuran 2,5 x 4 meter tersebut diterbangkan oleh lima pilot dari Komunitas Paramotor Indonesia. Aksi ini menjadi bagian dari rangkaian pembukaan BSP 2026 untuk memperlihatkan dukungan masyarakat Indonesia terhadap Palestina melalui keterlibatan langsung berbagai elemen masyarakat.

AWG Tekankan Konsistensi Gerakan

Ketua Presidium AWG M. Anshorullah mengatakan, pembelaan terhadap Palestina dan Masjid Al-Aqsa membutuhkan gerakan yang konsisten, terorganisasi, dan melibatkan banyak pihak.

Menurutnya, momentum BSP yang diperingati setiap November harus menjadi sarana menyatukan berbagai aktivitas advokasi yang telah berjalan sepanjang tahun.

"Pembelaan terhadap Palestina dan Al-Aqsa tidak boleh melemah, apalagi berhenti. Bulan Solidaritas Palestina (BSP) yang diperingati setiap November menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen, menyatukan gerakan, dan mengonsolidasikan berbagai aktivitas advokasi yang telah dilakukan sepanjang tahun," ujar Anshorullah dalam keterangannya, Ahad (1/11/2026).

Pembukaan BSP 2026 ditandai dengan pemukulan gong oleh Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun.

Prosesi tersebut didampingi Pembina Utama AWG Imaam Yakhsyallah Mansur, jajaran Presidium AWG, Ketua Maemuna Center, serta sejumlah tokoh nasional.

Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera, Wakil Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Oke Setiadi Aflendi, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, penulis Asma Nadia, serta aktivis kemanusiaan Abdillah Onim.

Dukungan juga disampaikan Ketua Umum PA 212 Ahmad Shobri Lubis, aktivis kemanusiaan Sarbini Abdul Murad, Ketua Umum Hidayatullah Naspi Arsyad, dan sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan.

Seni dan Budaya Palestina Warnai Pembukaan

Pembukaan BSP 2026 turut diwarnai berbagai pertunjukan seni dan budaya yang merepresentasikan identitas serta perjuangan masyarakat Palestina.

Mahasiswa Universitas Pertahanan RI asal Palestina menampilkan tarian tradisional Dabke. Sementara itu, santri Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi mempersembahkan pertunjukan teatrikal.

Penampilan lainnya meliputi pembacaan puisi oleh Asma Nadia, nasyid oleh Nazwa Maulidia, serta pembacaan puisi dan nasyid oleh Arnisa Theresa bersama anak-anak Maqdis Talent.

Keterlibatan berbagai elemen tersebut menjadi bagian dari upaya AWG membangun jaringan solidaritas lintas organisasi. Dukungan terhadap Palestina tidak hanya ditempatkan sebagai persoalan keagamaan, tetapi juga sebagai isu kemanusiaan dan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan.

AWG ingin memperluas gerakan melalui pendidikan, media, diplomasi masyarakat, kegiatan kemanusiaan, serta konsolidasi jaringan solidaritas internasional.

Siapkan Berbagai Agenda Sepanjang November

Setelah pembukaan di Monas, AWG telah menyiapkan sejumlah kegiatan sepanjang November 2026. Rangkaian tersebut mencakup olahraga solidaritas, edukasi Baitul Maqdis, diskusi, konsolidasi komunitas, simposium, hingga aksi jalan panjang untuk Al-Aqsa.

Agenda berikutnya adalah Solidarity Run for Palestine dan Talkshow Perempuan Palestina yang dijadwalkan berlangsung di Masjid Darussalam, Kota Wisata.

AWG juga menjadwalkan Summit for Palestine pada 6 November 2026 di Masjid Cinta Al-Aqsa.

Sementara itu, agenda Long March Cinta Al-Aqsa akan digelar pada 28-29 November 2026. Para peserta dijadwalkan berjalan dari Masjid Al-Taqwa, Cileungsi, Bogor, menuju Masjid Istiqlal, Jakarta.

Seluruh rangkaian BSP 2026 akan ditutup pada 29 November 2026 di Masjid Istiqlal. Penutupan tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.

Dorong Boikot Produk Terafiliasi Israel

Selain mengonsolidasikan dukungan masyarakat, AWG juga mengajak publik terlibat dalam gerakan boikot terhadap produk-produk yang menurut organisasi tersebut terafiliasi dengan Zionisme Israel.

AWG turut mendorong penegakan keadilan internasional terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Dalam konteks Indonesia, AWG mengingatkan bahwa penolakan terhadap penjajahan memiliki landasan konstitusional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Konstitusi tersebut menegaskan bahwa kemerdekaan merupakan hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan.

Melalui BSP 2026, AWG berharap solidaritas masyarakat Indonesia tidak sekadar menjadi agenda tahunan atau diwujudkan melalui simbol dukungan semata.

Konsistensi gerakan, perluasan jaringan kemanusiaan, serta penguatan advokasi lintas negara diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina dalam memperoleh kemerdekaan dan mewujudkan perdamaian.

(ameera/arrahmah.id)