Memuat...

Gubernur Badakhshan: Pakistan Mengirim Orang-orang Afghanistan untuk Berperang

Hanin Mazaya
Ahad, 1 November 2026 / 22 Jumadilawal 1448 17:05
Gubernur Badakhshan: Pakistan Mengirim Orang-orang Afghanistan untuk Berperang
Rahmatullah Najib. (Foto: Ariana News)

BADAKHSHAN (Arrahmah.id) - Gubernur Badakhshan menyatakan bahwa Pakistan mengirim pemuda Afghanistan yang tinggal di negara tersebut ke Afghanistan untuk bertempur dengan imbalan uang, namun mencegah mereka untuk kembali, sehingga membahayakan nyawa mereka.

Dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Kementerian Perbatasan, Suku, dan Urusan Kesukuan di Badakhshan, Rahmatullah Najib mengatakan bahwa Pakistan telah menipu warga Afghanistan dengan janji-janji semacam itu. Ia juga mendesak para tetua suku untuk menjauhkan kaum muda dari kegiatan bersenjata, lansir Tolo News (1/11/2026).

Gubernur Badakhshan tersebut mengatakan: “Beberapa pemuda dikirim dari Pakistan, melintasi Garis Durand—garis batas yang masih diperdebatkan—lalu dicegah untuk kembali. Akibatnya, mereka tewas atau ditangkap. Janji pemberian uang kepada mereka pun tidak ditepati. Mereka berbohong. Seharusnya Pakistan memberikan uang kepada rakyatnya sendiri, yang kini sangat menderita hingga ada yang mati kelaparan.”

Menyinggung aktivitas kelompok-kelompok yang menentang Imarah Islam, Najib mengatakan bahwa kelompok-kelompok tersebut berbicara tentang perlawanan dan perjuangan, namun seharusnya mereka memperjelas apa yang sebenarnya mereka perjuangkan.

Ia menambahkan bahwa bentrokan bersenjata hanya akan menimbulkan korban jiwa dan hilangnya nyawa orang-orang yang tidak bersalah.

“Beberapa pemuda disandera di sana; mereka tidak memahami situasi yang sebenarnya dan mengklaim akan membebaskan negeri ini dari Taliban. Apakah kalian benar-benar bisa membebaskan negeri ini dari Taliban? Taliban adalah bagian dari negeri ini dan muncul dari masyarakat ini sendiri,” ujar Rahmatullah Najib.

Sementara itu, Wakil Menteri Perbatasan, Suku, dan Urusan Kesukuan, saat membahas bentrokan antara pasukan Imarah Islam dan kelompok oposisi di Nuristan, menyatakan bahwa orang-orang tersebut dikirim ke Afghanistan untuk bertempur demi tujuan tertentu, namun kemudian ditelantarkan.

Ia menambahkan bahwa saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk perang dan konflik di Afghanistan.

Enayatullah Shuja, Wakil Menteri Perbatasan, Suku, dan Urusan Kesukuan, mengatakan: “Anda tentu tahu bahwa beberapa waktu lalu, sejumlah orang dikirim melintasi Garis Durand, namun banyak dari mereka kehilangan nyawa akibat cuaca dingin. Ketika jalur untuk kembali ditutup, mereka terlantar dan kebingungan, berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, hingga akhirnya tewas karena suhu dingin yang ekstrem.” Gubernur Badakhshan juga mengatakan bahwa pasukan “pencari syahid” milik Imarah Islam tetap aktif dan tidak ada seorang pun yang mampu menghadapi mereka. (haninmazaya/arrahmah.id)