Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jip Wisata dari Bantul Masuk Jurang di Gunungkidul, 1 Penumpang Tewas

Kompas.com, 4 Desember 2022, 11:42 WIB
Markus Yuwono,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Sebuah mobil jip wisata yang membawa penumpang dari kawasan wisata di wilayah Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, kecelakaan masuk jurang di Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul pada Sabtu (3/12/2022) petang.

Akibat kecelakaan ini, satu orang penumpang tewas, sementara pengemudi dan tiga penumpang lainnya mengalami luka.

"Betul ada kecelakaan mobil jenis jip di kawasan Kapanewon Purwosari," kata Kanit Penegakan Hukum (Gakkum), Satlantas Polres Gunungkidul, Iptu Darmadi saat dihubungi kompas.com melalui telepon Minggu (4/12/2022).

Baca juga: Pencari Belut di Ngawi Tewas Diduga Tersengat Jebakan Tikus, Polisi Masih Tunggu Hasil Otopsi

Darmadi mengatakan, kendaraan jenis Suzuki Katana dengan Nopol AG 1150 GG dikemudikan oleh R (19), warga Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Kretek, Bantul dan mengangkut empat orang penumpang.

Adapun penumpang NSM (24) dan EPY (28) warga Kaligangsa Wetan, Brebes, Brebes, Jawa Tengah. FN (31) warga Pekauman, Tegal Barat, Tegal, Jawa Tengah dan NZ (21) warga Pamengger, Jatibarang, Brebes, Jawa Tengah.

"Penumpang atas nama NZ setelah kejadian meninggal dunia di tempat kejadian perkara," kata Darmadi.

"Untuk empat orang lainya termasuk sopir dirawat di RSUD Panembahan Senopati Bantul," kata dia.

Darmadi mengatakan kronologi kecelakan itu, kendaraan Katana dari wilayah wisata Kabupaten Bantul, dan ada trip yang mengarah ke wilayah Gunungkidul. Memang kawasan Purwosari berbatasan langsung dengan lokasi wisata Pantai Parangtritis.

Mobil jip warna hijau melaju ke arah Barat, sesampainya di tempat kejadian perkara pada jalan menikung ke kiri dan menurun, pengemudi Suzuki Katana diduga tidak bisa menguasai laju kendaraannya hingga masuk ke jurang di sebelah kanan.

"Jadi mobil itu dari Bantul, kebetulan ada trip ke wilayah Purwosari. Nah saat sampai di Padukuhan Gabug, Kalurahan Giricahyo, Purwosari kecelakan," kata dia.

"Diduga karena kurang hati-hatinya Pengemudi Suzuki Katana sehingga mengakibatkan terjadinya kecelakaan lalu lintas," kata Darmadi.

Baca juga: Polisi Sebut Pembunuhan Mayat Pria di Jurang Pacet Mojokerto Terencana

Darmadi mengatakan, pihaknya akan segera memeriksa sopir setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Pihaknya mengimbau kepada pengelola wisata yang mengoperasikan kendaraan untuk berhati-hati, dan tetap mengedepankan keamanan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fakta-fakta Wanita Boyolali Tewas Usai Makan Sate Kiriman Misterius: 5 Ayam Ikut Mati, Menantu Dicurigai
Fakta-fakta Wanita Boyolali Tewas Usai Makan Sate Kiriman Misterius: 5 Ayam Ikut Mati, Menantu Dicurigai
Yogyakarta
Kejar Mimpi ke Korea Selatan, Paduan Suara Atma Jaya Yogyakarta Ngamen untuk Galang Dana
Kejar Mimpi ke Korea Selatan, Paduan Suara Atma Jaya Yogyakarta Ngamen untuk Galang Dana
Yogyakarta
Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Yogyakarta Tiba di Tanah Air
Besok, Kloter Pertama Jemaah Haji Debarkasi Yogyakarta Tiba di Tanah Air
Yogyakarta
Teka-teki Sosok 'TIW' di Balik Sapi Kurban 1,1 Ton untuk Warga Sleman, Takmir: Rahasia
Teka-teki Sosok "TIW" di Balik Sapi Kurban 1,1 Ton untuk Warga Sleman, Takmir: Rahasia
Yogyakarta
Sapi Kurban dari Sosok 'TIW' Berbobot 1,1 Ton Disembelih di Sleman, Hasilkan 700 Kg Daging
Sapi Kurban dari Sosok "TIW" Berbobot 1,1 Ton Disembelih di Sleman, Hasilkan 700 Kg Daging
Yogyakarta
Mengapa Wilayah Demak Dekat dengan Semarang? Ini Jejak Sejarahnya dalam Arsip Belanda
Mengapa Wilayah Demak Dekat dengan Semarang? Ini Jejak Sejarahnya dalam Arsip Belanda
Yogyakarta
Misteri Perabotan Rumah di Sleman Terbakar Mulai Terungkap, Tim UPN Temukan Sumber Gas Metana
Misteri Perabotan Rumah di Sleman Terbakar Mulai Terungkap, Tim UPN Temukan Sumber Gas Metana
Yogyakarta
Satu Keluarga Meninggal Saat Camping di Temanggung, Diduga Tewas Sejak Dini Hari
Satu Keluarga Meninggal Saat Camping di Temanggung, Diduga Tewas Sejak Dini Hari
Yogyakarta
Dua Dugaan Penyebab Kematian Satu Keluarga Saat Camping di Temanggung
Dua Dugaan Penyebab Kematian Satu Keluarga Saat Camping di Temanggung
Yogyakarta
Sepekan Diteror Api Misterius, Keluarga di Sleman Mengungsi setelah Siaga 24 Jam
Sepekan Diteror Api Misterius, Keluarga di Sleman Mengungsi setelah Siaga 24 Jam
Yogyakarta
Teka-teki Api Misterius di Rumah Warga Sleman, Pemkab Gandeng UGM dan UPN Cari Penyebabnya
Teka-teki Api Misterius di Rumah Warga Sleman, Pemkab Gandeng UGM dan UPN Cari Penyebabnya
Yogyakarta
Modus Unik Maling Motor di Bantul, Jalan Kaki dan Panggil Tukang Kunci
Modus Unik Maling Motor di Bantul, Jalan Kaki dan Panggil Tukang Kunci
Yogyakarta
Warga Piyungan Bantul Mengeluh Sulit Jual Tanah, Gara-gara Masuk Kawasan Industri
Warga Piyungan Bantul Mengeluh Sulit Jual Tanah, Gara-gara Masuk Kawasan Industri
Yogyakarta
Wamen Fahri Hamzah Dorong Kawasan Kumuh Harus Punya 'Public Space' agar Sungai Tak Jadi Tempat Sampah
Wamen Fahri Hamzah Dorong Kawasan Kumuh Harus Punya "Public Space" agar Sungai Tak Jadi Tempat Sampah
Yogyakarta
Api Misterius Muncul di Rumah Warga Sleman, Dinas ESDM: Gas Septic Tank Merembes
Api Misterius Muncul di Rumah Warga Sleman, Dinas ESDM: Gas Septic Tank Merembes
Yogyakarta
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau