Penulis
KOMPAS.COM – Menyimpan makanan sisa atau bahan masakan di dalam wadah plastik penutup (kemasan model wadah bekal) memang menjadi andalan bagi hampir setiap rumah tangga.
Selain praktis, ringan, dan tidak mudah pecah, wadah plastik juga dinilai ampuh menjaga kulkas tetap rapi dan terorganisasi dengan baik.
Namun, pernahkah kamu memperhatikan bahwa beberapa jenis makanan terkadang meninggalkan noda membandel, mengubah warna wadah, atau bahkan membuat plastik tersebut tetap berbau meski sudah dicuci berkali-kali menggunakan sabun cuci piring?
Ternyata, masalahnya bukan sekadar kosmetik atau tampilan wadah saja. Menyimpan jenis makanan tertentu di dalam bahan plastik justru bisa memicu pertumbuhan bakteri, merusak tekstur kulkas, hingga menyebabkan kontaminasi silang yang membahayakan kesehatan tubuh.
Dilansir dari artikel edukasi kuliner di laman resmi Real Simple pada (1/6/26), bahan plastik memiliki sifat berpori (porous) secara mikroskopis.
Karakteristik inilah yang membuatnya sangat mudah menyerap zat, bau, sekaligus menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi mikroorganisme jika diisi oleh makanan yang salah.
Agar kualitas bahan makanan di rumah tetap terjaga, yuk simak 5 jenis makanan yang wajib Anda jauhkan dari wadah plastik berikut ini!
Baca juga: 7 Makanan Pencegah Kolesterol Naik, Tetap Aman Makan Daging!
Ilustrasi daging sapi. Daging sapi, ayam, maupun seafood mentah berada di urutan teratas sebagai bahan yang haram menyentuh wadah plastik dalam jangka waktu lama.
Menurut ulasan Real Simple, daging mentah mengandung banyak bakteri alami yang sangat mudah berkembang biak.
Karena plastik memiliki pori-pori halus, bakteri dari cairan daging mentah dapat dengan mudah menempel dan "terperangkap" di dinding wadah.
Sering kali, pembersihan biasa menggunakan spons dan sabun tidak cukup kuat untuk membilas habis bakteri ini.
Ilustrasi saus tomat.Siapa yang wadah plastiknya di rumah berubah warna menjadi oranye kemerahan dan tidak bisa hilang? Nah, ini adalah ulah dari makanan berbasis saus tomat, pasta, sambal, atau hidangan berkuah kari kental.
Tomat mengandung zat warna alami bernama likopen serta memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi.
Ketika saus tomat yang hangat dimasukkan ke dalam wadah plastik, zat asamnya akan sedikit mendegradasi lapisan plastik, membuat pigmen warnanya meresap masuk dan mengunci noda tersebut selamanya di dalam pori-pori wadah.
Baca juga: 7 Makanan Penurun Kolesterol yang Cocok Dikonsumsi Setelah Makan Daging
.Sama halnya dengan daging, telur mentah atau makanan yang mengandung telur setengah matang (seperti mayones buatan rumah, saus salad, atau adonan kue) sangat rentan terhadap penyebaran bakteri Salmonella.
Menyimpannya di wadah plastik berisiko tinggi membuat sisa bakteri tertinggal di sana. Selain masalah keamanan pangan, lemak dan protein dari telur yang menempel di plastik sangat sulit dihilangkan baunya, membuat wadah plastik Anda akan terus-terusan mengeluarkan aroma amis.
ilustrasi gorenganJangan sekali-kali langsung memindahkan bakwan, tahu isi, ayam goreng, atau keripik yang baru diangkat dari wajan panas ke dalam wadah plastik tertutup.
Suhu minyak yang sangat tinggi yang masih menempel pada permukaan gorengan dapat melelehkan lapisan mikroplastik pada wadah secara instan. Akibatnya, zat kimia berbahaya dari plastik bisa luruh dan ikut tertelan bersama gorengan favoritmu.
Selain itu, uap panas yang terperangkap di dalam plastik kedap udara akan membuat gorengan Anda cepat benyek dan kehilangan tekstur garingnya.
Baca juga: Hati-hati! Ini Bahan Makanan yang Tidak Boleh Dimasak di Wajan Aluminium
Ilustrasi sup daging sapi kuah bening dengan bumbu sederhana.Menuangkan sup, soto, atau kaldu yang baru saja matang langsung ke mangkuk atau wadah plastik adalah kebiasaan yang wajib dihentikan mulai sekarang.
Kombinasi antara suhu cairan yang ekstrem tinggi dan durasi kontak yang lama dapat memicu pelepasan senyawa kimia berbahaya, seperti Bisphenol A (BPA) atau phthalates (tergantung jenis plastiknya), langsung ke dalam kuah sup kamu. Senyawa ini dalam jangka panjang diketahui kurang baik bagi sistem hormonal tubuh.
Baca juga: Makanan Ultra Proses: Apa Itu dan Kenapa Harus Dibatasi?
Baca juga: Tips Aman Membawa Makanan Saat Piknik, Awas Jangan Sampai Basi
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangLihat postingan ini di Instagram