Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik

Kompas.com, 1 Juni 2026, 14:35 WIB
Afif Khoirul Muttaqin

Penulis

KOMPAS.COM – Menyimpan makanan sisa atau bahan masakan di dalam wadah plastik penutup (kemasan model wadah bekal) memang menjadi andalan bagi hampir setiap rumah tangga. 

Selain praktis, ringan, dan tidak mudah pecah, wadah plastik juga dinilai ampuh menjaga kulkas tetap rapi dan terorganisasi dengan baik.

Namun, pernahkah kamu memperhatikan bahwa beberapa jenis makanan terkadang meninggalkan noda membandel, mengubah warna wadah, atau bahkan membuat plastik tersebut tetap berbau meski sudah dicuci berkali-kali menggunakan sabun cuci piring?

Ternyata, masalahnya bukan sekadar kosmetik atau tampilan wadah saja. Menyimpan jenis makanan tertentu di dalam bahan plastik justru bisa memicu pertumbuhan bakteri, merusak tekstur kulkas, hingga menyebabkan kontaminasi silang yang membahayakan kesehatan tubuh.

Dilansir dari artikel edukasi kuliner di laman resmi Real Simple pada (1/6/26), bahan plastik memiliki sifat berpori (porous) secara mikroskopis. 

Karakteristik inilah yang membuatnya sangat mudah menyerap zat, bau, sekaligus menjadi tempat persembunyian yang nyaman bagi mikroorganisme jika diisi oleh makanan yang salah.

Agar kualitas bahan makanan di rumah tetap terjaga, yuk simak 5 jenis makanan yang wajib Anda jauhkan dari wadah plastik berikut ini!

Baca juga: 7 Makanan Pencegah Kolesterol Naik, Tetap Aman Makan Daging!

1. Daging dan Ikan Mentah

Ilustrasi daging sapi. FREEPIK/MDJAFF Ilustrasi daging sapi.

Daging sapi, ayam, maupun seafood mentah berada di urutan teratas sebagai bahan yang haram menyentuh wadah plastik dalam jangka waktu lama. 

Menurut ulasan Real Simple, daging mentah mengandung banyak bakteri alami yang sangat mudah berkembang biak.

Karena plastik memiliki pori-pori halus, bakteri dari cairan daging mentah dapat dengan mudah menempel dan "terperangkap" di dinding wadah. 

Sering kali, pembersihan biasa menggunakan spons dan sabun tidak cukup kuat untuk membilas habis bakteri ini. 

  • Efeknya, saat wadah tersebut digunakan kembali untuk menyimpan makanan matang, kontaminasi silang bakteri rawan terjadi dan bisa memicu keracunan makanan.
  • Solusi Aman: Gunakan wadah berbahan kaca (glass container) atau wadah berbahan stainless steel yang permukaannya padat dan tidak berpori saat menyimpan daging di dalam freezer.

2. Makanan Berbasis Saus Tomat (Bolognese, Sambal, dan Kari)

Ilustrasi saus tomat.FREEPIK/DASHU83 Ilustrasi saus tomat.

Siapa yang wadah plastiknya di rumah berubah warna menjadi oranye kemerahan dan tidak bisa hilang? Nah, ini adalah ulah dari makanan berbasis saus tomat, pasta, sambal, atau hidangan berkuah kari kental.

Tomat mengandung zat warna alami bernama likopen serta memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. 


Ketika saus tomat yang hangat dimasukkan ke dalam wadah plastik, zat asamnya akan sedikit mendegradasi lapisan plastik, membuat pigmen warnanya meresap masuk dan mengunci noda tersebut selamanya di dalam pori-pori wadah.

Baca juga: 7 Makanan Penurun Kolesterol yang Cocok Dikonsumsi Setelah Makan Daging

3. Telur Mentah dan Hidangan Berbasis Telur

.VIA THINKSTOCK .

Sama halnya dengan daging, telur mentah atau makanan yang mengandung telur setengah matang (seperti mayones buatan rumah, saus salad, atau adonan kue) sangat rentan terhadap penyebaran bakteri Salmonella.

Menyimpannya di wadah plastik berisiko tinggi membuat sisa bakteri tertinggal di sana. Selain masalah keamanan pangan, lemak dan protein dari telur yang menempel di plastik sangat sulit dihilangkan baunya, membuat wadah plastik Anda akan terus-terusan mengeluarkan aroma amis.

4. Makanan yang Digoreng (Gorengan Panas)

ilustrasi gorenganLabskii/FREEPIK ilustrasi gorengan

Jangan sekali-kali langsung memindahkan bakwan, tahu isi, ayam goreng, atau keripik yang baru diangkat dari wajan panas ke dalam wadah plastik tertutup.

Suhu minyak yang sangat tinggi yang masih menempel pada permukaan gorengan dapat melelehkan lapisan mikroplastik pada wadah secara instan. Akibatnya, zat kimia berbahaya dari plastik bisa luruh dan ikut tertelan bersama gorengan favoritmu. 

Selain itu, uap panas yang terperangkap di dalam plastik kedap udara akan membuat gorengan Anda cepat benyek dan kehilangan tekstur garingnya.

Baca juga: Hati-hati! Ini Bahan Makanan yang Tidak Boleh Dimasak di Wajan Aluminium

5. Sup atau Kaldu yang Masih Panas Bergolak

Ilustrasi sup daging sapi kuah bening dengan bumbu sederhana.canva.com Ilustrasi sup daging sapi kuah bening dengan bumbu sederhana.

Menuangkan sup, soto, atau kaldu yang baru saja matang langsung ke mangkuk atau wadah plastik adalah kebiasaan yang wajib dihentikan mulai sekarang.

Kombinasi antara suhu cairan yang ekstrem tinggi dan durasi kontak yang lama dapat memicu pelepasan senyawa kimia berbahaya, seperti Bisphenol A (BPA) atau phthalates (tergantung jenis plastiknya), langsung ke dalam kuah sup kamu. Senyawa ini dalam jangka panjang diketahui kurang baik bagi sistem hormonal tubuh.

Baca juga: Makanan Ultra Proses: Apa Itu dan Kenapa Harus Dibatasi?

Baca juga: Tips Aman Membawa Makanan Saat Piknik, Awas Jangan Sampai Basi

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Foodplace (@my.foodplace)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Tempat Makan
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
Panduan Kuliner Yogyakarta
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
Tips Kuliner
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Tips Kuliner
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Food News
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Tips Kuliner
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Tips Kuliner
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Tempat Makan
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Food News
Kisah Meeby Sulap Klepon Jadul Jadi Jajanan Gen Z di Kota Malang
Kisah Meeby Sulap Klepon Jadul Jadi Jajanan Gen Z di Kota Malang
Food News
Bikin Jahe Bubuk yang Wangi dan Nendang di Lidah, Ikuti 3 Tips Ini
Bikin Jahe Bubuk yang Wangi dan Nendang di Lidah, Ikuti 3 Tips Ini
Tips Kuliner
7 Menu Meal Prep Sehat Di Bawah Rp 200.000, Serba 15 Menit Anti Ribet
7 Menu Meal Prep Sehat Di Bawah Rp 200.000, Serba 15 Menit Anti Ribet
Tips Kuliner
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau