Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kulit Berjerawat, Ini Makanan yang Sebaiknya Dimakan dan Dihindari

Kompas.com, 25 Mei 2026, 17:43 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Jerawat adalah masalah kulit yang sangat umum—sekitar 85% orang usia 12–25 pernah mengalaminya. Meski begitu, mencari cara mengatasinya sering kali terasa membingungkan.

Krim topikal, pembersih wajah, antibiotik, hingga suplemen menawarkan banyak janji, tetapi apakah solusi sesungguhnya justru berasal dari apa yang kita makan?

Riset terbaru menunjukkan bahwa pola makan memiliki peran penting dalam memengaruhi tingkat keparahan jerawat.

Baca juga: 5 Cara Masak Steak Salmon ala Restoran, Tips Langsung dari Chef

Yuk, cari tahu makanan apa saja yang perlu dihindari dan apa yang sebaiknya dikonsumsi demi kulit yang lebih bersih.

Bagaimana pola makan memengaruhi jerawat?

Secara umum, jerawat disebabkan oleh faktor internal seperti hormon, genetik, atau efek samping obat-obatan.

Namun, makanan dapat memperburuk atau memicu peradangannya. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan tinggi gula, makanan olahan, dan produk susu dapat meningkatkan risiko munculnya jerawat.

Baca juga: 7 Manfaat Bawang Merah untuk Kesehatan, Bisa Hilangkan Jerawat

Salah satu mekanismenya adalah lonjakan gula darah. Makanan tinggi indeks glikemik, misalnya roti putih atau camilan manis, dapat memicu peningkatan insulin-like growth factor 1 (IGF-1).

Ini merangsang kelenjar minyak dan menyebabkan peradangan. Kedua faktor ini sangat berperan dalam pembentukan jerawat.

Makanan yang dapat memicu atau memperparah jerawat

Beberapa makanan berikut terbukti berkaitan dengan jerawat lebih parah:

  • Minuman bersoda, permen, dan kue-kue manis
  • Roti putih dan karbohidrat olahan
  • Fast food dan makanan berminyak
  • Susu dan produk susu tertentu
  • Cokelat susu
  • Makanan pedas

Meski tidak semua orang mengalami dampak yang sama, mengurangi konsumsi daftar di atas dapat membantu melihat perubahan signifikan pada kulit.

Makanan yang membantu memperbaiki kondisi jerawat

Sebaliknya, beberapa makanan justru bersifat anti-inflamasi dan mendukung kesehatan kulit:

Biji labu juga merupakan salah satu makanan yang mengandung lemak baik.SHUTTERSTOCK/BRENT HOFACKER Biji labu juga merupakan salah satu makanan yang mengandung lemak baik.

  • Wholegrain, kacang-kacangan, dan sayuran: rendah indeks glikemik
  • Makanan kaya omega-3 seperti salmon, flaxseed, dan kenari
  • Buah kaya antioksidan seperti beri dan jer citrus
  • Makanan tinggi zinc seperti biji labu dan chickpea
  • Makanan probiotik seperti yogurt, kefir, dan sayuran fermentasi

Makanan-makanan ini dapat membantu mengurangi peradangan dan menjaga keseimbangan mikrobiota usus yang berperan dalam kesehatan kulit.

Apakah suplemen bisa membantu mengatasi jerawat?

Selain dari makanan utuh, beberapa vitamin dan mineral juga mendukung regenerasi serta perlindungan kulit:

  • Vitamin A: membantu perbaikan sel kulit dan menjaga barrier kulit. Sumbernya meliputi ubi, wortel, dan bayam.
  • Vitamin C: mendukung produksi kolagen dan membantu penyembuhan bekas jerawat. Terdapat pada buah citrus, beri, dan brokoli.
  • Vitamin E: melindungi kulit dari kerusakan UV dan menjaga kelembapan. Banyak ditemukan pada kacang-kacangan dan minyak nabati.
  • Vitamin K: berperan dalam penyembuhan luka serta mengurangi lingkaran hitam. Sumbernya antara lain kale dan bayam.
  • Biotin (Vitamin B7): mendukung kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Bisa ditemukan pada telur, kacang, serta biji-bijian.

Suplemen bisa membantu, tetapi sebaiknya dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Kapan harus ke dokter?

Kamu disarankan berkonsultasi dengan dokter atau dermatolog jika:

  • Jerawat berbentuk kista atau nodul yang nyeri
  • Obat bebas tidak menunjukkan hasil
  • Muncul bekas atau hiperpigmentasi
  • Jerawat menyebabkan stres emosional
  • Anda sedang hamil atau menyusui dan perlu pengobatan aman

Baca juga: Manfaat Belimbing Wuluh, Jerawat hingga Luka Sariawan

Perawatan medis biasanya mencakup retinoid, antibiotik topikal atau oral, hingga terapi hormonal untuk wanita.

Bisakah jerawat sembuh hanya dengan makanan?

Tidak ada satu makanan ajaib yang bisa menyembuhkan jerawat sepenuhnya. Namun, banyak orang merasakan perbaikan setelah mengurangi susu atau makanan tinggi gula.

Meski tiap individu berbeda, mengubah pola makan adalah langkah yang murah, mudah, dan aman untuk dicoba.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau