Penulis
KOMPAS.com - Rendang menjadi salah satu hidangan yang hampir selalu hadir di meja makan saat Lebaran maupun momen spesial lainnya. Masakan khas Sumatera Barat ini dikenal dengan cita rasanya yang gurih, kaya rempah, serta tekstur daging yang empuk.
Namun, banyak orang merasa hasil rendang buatan rumah berbeda dengan rendang yang disajikan di restoran Padang.
Warna rendang rumahan biasanya hanya cokelat, sementara rendang restoran Padang memiliki warna hitam pekat dengan bumbu yang kental dan meresap sempurna.
Baca juga: Resep Rendang Daging Sapi 1 Kg ala Rumahan, Lembut dan Bumbu Pekat
Ternyata, ada beberapa rahasia sederhana yang bisa diterapkan agar rendang buatan rumah tampil lebih menggoda dan memiliki tekstur daging yang tetap utuh.
Salah satu kunci utama yang membuat rendang restoran Padang berwarna hitam pekat adalah penggunaan kelapa parut sangrai.
Untuk setiap 1 kilogram daging, biasanya digunakan sekitar satu butir kelapa yang telah diparut. Kelapa parut tersebut kemudian disangrai menggunakan api kecil hingga berwarna kecokelatan.
Setelah matang, kelapa sangrai langsung ditumbuk saat masih panas hingga halus dan mengeluarkan minyak alami.
Baca juga: Resep Rendang Sapi Khas Minang Asli, Gurih Meresap dan Kaya Rempah
Minyak dari kelapa inilah yang memberikan tambahan rasa gurih sekaligus membantu menghasilkan warna rendang yang lebih gelap.
Kelapa yang telah dihaluskan kemudian ditambahkan ke dalam masakan saat rendang mulai mendidih dan kuah santannya masih cukup banyak. Seiring proses memasak yang berlangsung lama, kelapa sangrai akan membantu membentuk warna hitam khas rendang ala restoran Padang.
Selain warna dan rasa, tekstur daging juga menjadi faktor penting dalam menghasilkan rendang yang sempurna. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Memasak rendang membutuhkan kesabaran. Gunakan api kecil selama proses memasak agar bumbu dapat meresap perlahan ke dalam daging tanpa membuat teksturnya rusak.
Api kompor berasal dari pembakaran gas alamApi yang terlalu besar berisiko membuat daging cepat hancur sebelum bumbu meresap sempurna.
Saat santan masih banyak, rendang tidak perlu terlalu sering diaduk. Setelah kuah mulai menyusut dan mengental, aduklah secara perlahan.
Gunakan punggung spatula kayu untuk mendorong rendang secara lembut. Cara ini membantu mencegah bagian bawah wajan gosong sekaligus menjaga santan tidak pecah.
Baca juga: Buka Cuma Rendang, Ini 7 Deretan Makanan Khas Padang yang Tak Boleh Terlewatkan
Jika daging sudah sangat empuk, Anda juga bisa mengangkatnya terlebih dahulu sebelum bumbu benar-benar mengering. Setelah bumbu matang sempurna, daging dapat dimasukkan kembali sehingga tidak mudah hancur selama proses pengadukan.
Rendang yang dimasak lebih lama biasanya memiliki cita rasa yang lebih kaya dan daya simpan yang lebih baik. Proses pemasakan yang panjang juga membantu bumbu meresap hingga ke serat daging sehingga rasanya semakin nikmat.
Dengan tambahan kelapa sangrai dan teknik memasak yang tepat, rendang buatan rumah bisa memiliki warna hitam pekat, rasa gurih yang kuat, serta tekstur daging yang empuk tanpa mudah hancur.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang