Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bikin Jahe Bubuk yang Wangi dan Nendang di Lidah, Ikuti 3 Tips Ini

Kompas.com, 31 Mei 2026, 18:31 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Saat musim pancaroba, menikmati minuman hangat berbahan jahe memang menjadi pilihan banyak orang. Selain mampu menghangatkan tubuh, jahe juga memiliki cita rasa khas yang pedas dan menyegarkan.

Namun, mengolah jahe segar untuk minuman sering kali memakan waktu. Mulai dari mengupas, mencuci, hingga mememarkan jahe agar sari dan rasanya keluar sempurna. Karena alasan praktis, banyak orang memilih menggunakan jahe bubuk instan.

Baca juga: Resep Saus Marinasi Kacang Jahe untuk Daging yang Empuk dan Gurih

Kabar baiknya, jahe bubuk ternyata bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di dapur. Bahkan, dengan teknik yang tepat, hasilnya bisa lebih harum dan memiliki rasa yang kuat.

Bahan jahe bubuk

Siapkan bahan-bahan berikut:

  • 200 gram jahe emprit
  • 2 batang serai, iris tipis
  • 10 cm kayu manis
  • 2 butir cengkeh
  • 250 gram gula pasir
  • 300 ml air

Selain bahan, siapkan juga blender, kain saring, dan wajan atau pan untuk proses memasak.

Tips membuat jahe bubuk

Begini tips membuat jahe bubuk yang wangi dan enak:

1. Kupas jahe pakai sendok

Rahasia pertama ada pada proses mengupas jahe. Sebaiknya gunakan sendok untuk mengerok kulit jahe hingga bersih.

Cara ini dinilai lebih efektif karena daging jahe tidak banyak terbuang. Jika menggunakan peeler atau alat pengupas biasa, sebagian besar jahe bisa ikut terpotong sehingga menjadi lebih boros.

Baca juga: Resep Tahu Saus Kacang Jahe yang Gurih, Manis, dan Pedas

Setelah kulit terangkat, cuci jahe hingga benar-benar bersih sebelum diolah lebih lanjut.

2. Haluskan jahe dan serai dengan blender

Jahe yang sudah bersih kemudian diiris tipis-tipis agar lebih mudah dihancurkan.

Masukkan irisan jahe bersama serai dan 300 ml air ke dalam blender, lalu haluskan hingga lembut. Setelah itu, saring menggunakan kain bersih untuk memisahkan ampas dan sari jahe.

Ilustrasi jahe. Pola makan seimbang dengan bahan pangan yang mudah ditemukan di Indonesia dapat membantu tubuh tetap kuat menghadapi musim flu dan batuk.Freepik/jcomp Ilustrasi jahe. Pola makan seimbang dengan bahan pangan yang mudah ditemukan di Indonesia dapat membantu tubuh tetap kuat menghadapi musim flu dan batuk.

Proses ini mirip seperti saat membuat jamu tradisional, di mana sari rempah diambil untuk mendapatkan rasa yang lebih kuat dan tekstur yang halus.

3. Masak dengan api kecil dan terus diaduk

Tahap paling penting dalam pembuatan jahe bubuk adalah proses memasaknya.

Tuang sari jahe yang telah disaring ke dalam pan, lalu tambahkan kayu manis dan cengkeh. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk.

Saat cairan mulai panas, masukkan gula pasir dan lanjutkan memasak hingga mengental. Pengadukan harus dilakukan tanpa henti sampai campuran berubah menjadi butiran bubuk.

Baca juga: Kayu Secang dan Jahe Merah Disebut Bisa Turunkan Risiko Penyakit Jantung, Ini Kata Ahli


Ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu jangan sampai api dimatikan selama proses memasak. Jika api padam sebelum proses selesai, cairan jahe berisiko berubah menjadi tekstur seperti jeli dan sulit menjadi bubuk.

Ketika adonan mulai mengering dan berubah menjadi bubuk, aduk lebih cepat agar hasilnya halus dan tidak menggumpal.

Agar hasil bubuk jahe lebih halus

Jika masih terdapat gumpalan kecil, bubuk jahe bisa dihaluskan kembali menggunakan blender atau chopper.

Setelah itu, saring kembali bubuk jahe untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut dan merata. Langkah ini akan membuat hasil akhir menyerupai jahe bubuk yang biasa dijual di pasaran.

Baca juga: Cara Mudah Bikin Wedang Jahe di Rumah, Rebus 5 Bahan Ini!

Simpan bubuk jahe dalam wadah kedap udara agar aroma dan kualitasnya tetap terjaga.

Dengan tiga tips tersebut, Anda bisa membuat jahe bubuk sendiri di rumah yang aromanya harum, rasanya lebih nendang, dan siap digunakan kapan saja untuk menyajikan minuman hangat yang nikmat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Tempat Makan
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
Panduan Kuliner Yogyakarta
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
Tips Kuliner
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Tips Kuliner
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Food News
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Tips Kuliner
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Tips Kuliner
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Tempat Makan
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Food News
Kisah Meeby Sulap Klepon Jadul Jadi Jajanan Gen Z di Kota Malang
Kisah Meeby Sulap Klepon Jadul Jadi Jajanan Gen Z di Kota Malang
Food News
Bikin Jahe Bubuk yang Wangi dan Nendang di Lidah, Ikuti 3 Tips Ini
Bikin Jahe Bubuk yang Wangi dan Nendang di Lidah, Ikuti 3 Tips Ini
Tips Kuliner
7 Menu Meal Prep Sehat Di Bawah Rp 200.000, Serba 15 Menit Anti Ribet
7 Menu Meal Prep Sehat Di Bawah Rp 200.000, Serba 15 Menit Anti Ribet
Tips Kuliner
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau