Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya

Kompas.com, 1 Juni 2026, 09:31 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com - Stres menjadi bagian yang sulit dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Tekanan pekerjaan, masalah keuangan, hingga berbagai ketidakpastian hidup dapat memicu respons stres pada tubuh.

Namun, ada satu langkah sederhana yang sering diabaikan padahal dapat membantu tubuh menghadapi stres dengan lebih baik, yakni minum air putih yang cukup.

Para ahli menegaskan bahwa kebutuhan cairan tubuh tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan secara umum, tetapi juga berperan besar dalam mengelola stres.

Baca juga: 11 Manfaat Kesehatan Minum Air Putih Hangat di Pagi Hari

Saat tubuh kekurangan cairan, tubuh akan mengalami tekanan tambahan yang dapat memperburuk respons stres.

Hubungan antara stres dan hidrasi

Menurut para peneliti, hubungan antara hidrasi dan stres sudah banyak dibuktikan dalam berbagai studi. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, tubuh menganggap kondisi tersebut sebagai bentuk stres.

Sebaliknya, saat seseorang mengalami stres, otak akan melepaskan hormon stres yang memicu berbagai reaksi fisik.

Dokter spesialis manajemen nyeri dan stres, Laura Lewis Mantell, menjelaskan bahwa stres merupakan respons tubuh terhadap tantangan, bahaya, atau ketidakpastian.

Baca juga: 6 Cara Sederhana untuk Minum Air Putih Lebih Banyak

Kondisi ini membuat jantung berdetak lebih cepat dan meningkatkan produksi adrenalin sebagai persiapan menghadapi situasi tertentu.

Jika berlangsung terus-menerus, siklus stres tersebut dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, obesitas, hingga penyakit kardiovaskular.

Penelitian dari University of Cincinnati yang dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience menunjukkan bahwa tingkat hidrasi seseorang memengaruhi kemampuan tubuh dan pikiran dalam menghadapi stres.

Sementara itu, penelitian lain yang dimuat dalam World Journal of Psychiatry menemukan bahwa konsumsi air putih berkaitan dengan menurunnya risiko depresi dan kecemasan, dua kondisi yang erat kaitannya dengan stres.

Dehidrasi bisa memengaruhi fungsi otak

Dokter Cynthia Ackrill dari American Institute of Stress menjelaskan bahwa setiap sel dalam tubuh membutuhkan air untuk berfungsi dengan baik. Bahkan, sekitar 75 hingga 85 persen komposisi otak terdiri dari air.

Menurutnya, dehidrasi ringan sebesar 2 persen saja dapat menyebabkan kelelahan, gangguan daya ingat, kesulitan berkonsentrasi, serta perubahan suasana hati.

ilustrasi minum airFreepik ilustrasi minum air

Ia juga mengungkapkan bahwa berkurangnya sekitar setengah liter cairan tubuh dapat meningkatkan kadar kortisol, yaitu hormon utama yang dilepaskan tubuh saat stres. Jika produksi kortisol berlangsung dalam jangka panjang, tubuh dapat mengalami kelelahan akibat stres berkepanjangan.

Tak hanya itu, air juga dibutuhkan dalam proses pembentukan serotonin, zat kimia alami di otak yang berperan menciptakan perasaan nyaman dan bahagia.

Baca juga: 12 Manfaat Kesehatan Minum Air Putih, Bukan Hanya Cegah Dehidrasi


Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Human Brain Mapping pada 2010 juga menemukan adanya hubungan antara dehidrasi dan penurunan fungsi otak.

Kekurangan cairan dalam waktu lama berpotensi mengganggu fungsi eksekutif otak, yaitu kemampuan yang berkaitan dengan pengambilan keputusan, fokus, perhatian, dan pengendalian emosi.

Mengapa air penting saat sedang stres?

Selain menjaga fungsi otak, air memiliki peran penting dalam berbagai proses tubuh, termasuk:

  • Membantu penyerapan nutrisi.
  • Mendukung metabolisme tubuh berjalan optimal.
  • Membantu distribusi oksigen ke seluruh tubuh.
  • Menjaga keseimbangan fungsi organ dan jaringan.

Ketika kebutuhan cairan tercukupi, tubuh dan pikiran dapat bekerja lebih efektif dalam menghadapi tekanan sehari-hari.

Tips agar lebih banyak minum air putih

Agar kebutuhan cairan harian terpenuhi, para ahli membagikan beberapa cara sederhana berikut:

1. Sesuaikan dengan berat badan

Sebagai panduan umum, konsumsi sekitar ½ hingga 1 ons air untuk setiap pon berat badan. Menyediakan botol atau gelas air di meja kerja juga dapat membantu meningkatkan frekuensi minum.

2. Minum sebelum makan

Biasakan minum segelas air sebelum makan dan tetap menyediakan air putih saat menyantap makanan.

3. Tambahkan makanan pedas

Makanan yang sedikit lebih pedas dapat memicu rasa haus sehingga membuat seseorang lebih sering minum air putih.

4. Pasang pengingat

Gunakan alarm atau pengingat di ponsel setiap satu jam sekali untuk mengingatkan waktu minum.

5. Beri tambahan rasa alami

Jika bosan dengan rasa air putih biasa, tambahkan irisan lemon, jeruk nipis, mentimun, stroberi, blueberry, daun mint, atau rosemary. Sedikit tambahan sari buah juga bisa menjadi alternatif agar lebih menarik.

Meski terlihat sederhana, menjaga tubuh tetap terhidrasi dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan fisik maupun mental.

Baca juga: 9 Minuman untuk Penderita Diabetes, Bukan Cuma Air Putih

Saat stres melanda, jangan hanya fokus mencari cara menenangkan pikiran, tetapi pastikan tubuh mendapatkan cukup air agar mampu menghadapi tekanan dengan lebih baik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Tempat Makan
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
Panduan Kuliner Yogyakarta
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
Tips Kuliner
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Tips Kuliner
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Food News
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Tips Kuliner
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Tips Kuliner
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Tempat Makan
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Food News
Kisah Meeby Sulap Klepon Jadul Jadi Jajanan Gen Z di Kota Malang
Kisah Meeby Sulap Klepon Jadul Jadi Jajanan Gen Z di Kota Malang
Food News
Bikin Jahe Bubuk yang Wangi dan Nendang di Lidah, Ikuti 3 Tips Ini
Bikin Jahe Bubuk yang Wangi dan Nendang di Lidah, Ikuti 3 Tips Ini
Tips Kuliner
7 Menu Meal Prep Sehat Di Bawah Rp 200.000, Serba 15 Menit Anti Ribet
7 Menu Meal Prep Sehat Di Bawah Rp 200.000, Serba 15 Menit Anti Ribet
Tips Kuliner
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau