Penulis
KOMPAS.com - Air adalah kebutuhan mendasar manusia, tetapi apakah Anda pernah memperhatikan tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan air botolan?
Hal ini mungkin membuat Anda bertanya-tanya, apakah air benar-benar bisa kedaluwarsa?
Air putih dari keran yang disimpan dengan benar dapat dikonsumsi hingga enam bulan tanpa risiko efek samping yang signifikan. Namun, penyimpanan yang buruk dapat memengaruhi kualitasnya.
Air yang telah diberi karbonasi bisa kehilangan rasa karena gasnya perlahan menghilang. Selain itu, air biasa pun dapat mengembangkan rasa yang tidak segar akibat karbon dioksida di udara bercampur dengan air, membuatnya sedikit lebih asam.
Baca juga: 6 Cara Sederhana untuk Minum Air Putih Lebih Banyak
Untuk menyimpan air keran, gunakan wadah makanan yang telah dibersihkan dan disanitasi. Beri label tanggal pengisian pada wadah tersebut dan simpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap selama maksimal enam bulan.
Meski rasanya mungkin berubah, air keran yang disimpan dengan baik tetap aman untuk diminum.
Air itu sendiri tidak memiliki masa kedaluwarsa, tetapi air dalam botol sering diberi tanggal kedaluwarsa.
Pada tahun 1987, New Jersey menjadi negara bagian pertama di Amerika Serikat yang mewajibkan semua produk makanan, termasuk air botolan, memiliki tanggal kedaluwarsa maksimal dua tahun sejak tanggal produksi.
Lihat postingan ini di Instagram
Meskipun undang-undang tersebut kemudian diubah, pencantuman tanggal kedaluwarsa tetap menjadi standar industri.
Namun, minum air dari botol plastik yang jauh melewati tanggal kedaluwarsa tidak dianjurkan. Plastik dapat mulai melepaskan bahan kimia seperti antimon dan bisfenol A (BPA) ke dalam air seiring waktu.
Konsumsi bahan kimia ini secara terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan usus, sistem kekebalan, dan fungsi pernapasan.
Baca juga: 7 Manfaat Minum Air Putih Saat Bangun Tidur, Bantu Kurangi Berat Badan
Air botolan yang berkarbonasi juga dapat kehilangan karbonasinya, membuat rasanya menjadi kurang segar.
Oleh karena itu, meskipun air itu sendiri tidak rusak, wadah plastik dan kondisi penyimpanan dapat memengaruhi kualitas dan keamanan air botolan.
Penyimpanan air botolan yang benar sangat penting untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan mengurangi risiko efek samping seperti mual, sakit perut, muntah, dan diare. Beberapa tips penyimpanan meliputi:
Hindari paparan sinar matahari langsung dan suhu hangat yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan pelepasan bahan kimia dari plastik ke air.
Plastik botol yang sedikit permeabel dapat menyerap bau dan bahan kimia dari produk pembersih rumah tangga.
Jika air memiliki rasa atau aroma yang aneh, rebus sebelum diminum atau buang saja untuk keamanan.
Air secara teknis tidak memiliki masa kedaluwarsa. Namun, air botolan memiliki tanggal kedaluwarsa sebagai standar industri untuk memastikan kualitas dan keamanan.
ilustrasi air minum dalam kemasan, air mineral dalam kemasanFaktor seperti pelepasan bahan kimia dari plastik dan perubahan rasa akibat penyimpanan yang buruk dapat memengaruhi kualitas air.
Dengan penyimpanan yang tepat, baik air keran maupun air botolan dapat tetap aman untuk diminum.
Baca juga: Apakah Cukup 8 Gelas Air Putih Per Hari Saat Cuaca Panas?
Memahami cara menyimpan air dengan benar akan membantu Anda memastikan ketersediaan air yang aman dan berkualitas untuk kebutuhan sehari-hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang