Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Aksi Sawer "Gesek Uang" ke Valen DA 7 di Pamekasan, Pelaku Akui Spontanitas

Kompas.com, 27 Maret 2026, 06:10 WIB
Fathor Rahman,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

PAMEKASAN, KOMPAS.com – Sebuah video yang memperlihatkan aksi sawer uang dengan cara digesek kepada finalis D'Academy (DA) 7, Achmad Valen Akbar, viral di media sosial.

Aksi tersebut dilakukan oleh Yudi Pratama, pemilik Bersaudara Mas (BM) Emas sekaligus mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Peristiwa itu terjadi saat konser di Gedung Bakorwil Pamekasan yang digelar oleh Event Organizer (EO) Pamekasan Kreatif pada Rabu (25/3/2026).

Dalam video yang beredar, Yudi yang mengenakan kemeja hitam tampak memberikan lembaran uang Rp 50.000 dalam jumlah banyak sembari berjoget bersama Valen.

Yudi Pratama mengonfirmasi bahwa dirinya adalah mitra SPPG di Kecamatan Pakong melalui Yayasan Fatimah Maju Bersama. Namun, ia menegaskan aksi tersebut murni spontanitas dan tidak berkaitan dengan instansi tempatnya bermitra.

"Saya spontanitas saja karena sejak awal saya support kegiatan Valen. Uang saweran tidak ada kaitannya dengan SPPG. Jauh sebelum menjadi mitra SPPG, saya sudah menekuni bisnis," ujar Yudi saat dikonfirmasi, Kamis (26/3/2026).

Baca juga: Perjuangan Emak-emak Nekat Masuk di Bawah Pagar untuk Menonton Valen DA 7 di Pamekasan

Hadir sebagai Undangan Sponsor

Yudi menjelaskan bahwa kehadirannya dalam konser tersebut adalah memenuhi undangan panitia sebagai salah satu sponsor melalui bisnis emas miliknya. Ia menyayangkan video tersebut menjadi viral dengan narasi yang menyudutkan statusnya sebagai mitra SPPG.

"Kalau viral begini, saya jadi ragu untuk support kegiatan lagi," tambahnya.

Kegiatan tersebut diketahui dihadiri oleh ratusan penggemar Valen yang datang dari berbagai daerah di Madura, seperti Sumenep, Sampang, dan Bangkalan, hingga dari luar Pulau Madura.

Penjelasan Pihak Panitia

Perwakilan kru EO Pamekasan Kreatif, Kiswanto Ferdian, menyatakan bahwa pihak panitia sebenarnya sudah melarang penonton untuk melakukan aksi sawer selama konser berlangsung. Namun, ia menekankan bahwa Yudi Pratama hadir bukan sebagai penonton biasa.

"Yudi Pratama bukan penonton tapi undangan karena salah satu sponsor dari BM Emas. Aksi saweran terjadi karena spontan. Para penggemar Valen euforia secara mendadak karena lagu yang dinyanyikan sama saat Valen ikut audisi," jelas Kiswanto.

Pihak panitia memastikan bahwa secara umum tata tertib acara telah disosialisasikan, namun antusiasme yang besar saat penampilan Valen memicu momen spontanitas tersebut di atas panggung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
Surabaya
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Surabaya
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Surabaya
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Surabaya
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
Surabaya
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Surabaya
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Surabaya
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Surabaya
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Surabaya
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Surabaya
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Surabaya
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Surabaya
Daop 8 Surabaya 'Blacklist' 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Daop 8 Surabaya "Blacklist" 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Surabaya
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Surabaya
Wisatawan Serbu Pasar Klojen Malang Saat Libur Panjang, Pedagang Banjir Orderan
Wisatawan Serbu Pasar Klojen Malang Saat Libur Panjang, Pedagang Banjir Orderan
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau