Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ratusan Juta Telanjur Keluar, Pengelola SPPG Baru Tahu Yayasan Tak Tercatat di BGN

Kompas.com, 27 Mei 2026, 11:56 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya

Penulis

BANDUNG, KOMPAS.com - Status Yayasan Solusi Bangun Bangsa (YSBB) sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipertanyakan setelah puluhan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah membangun dapur hingga kini belum juga mendapatkan kepastian operasional.

Ketidakjelasan tersebut membuat para pengelola SPPG mendatangi Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (26/5/2026). 

Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti Kabupaten Bandung, Kota Bandung, dan Sumedang.

Baca juga: Usai Siswa Keracunan MBG di Surabaya, Eri Cahyadi Ancam Sanksi SPPG Bermasalah

Kedatangan mereka bertujuan meminta penjelasan mengenai status yayasan yang selama ini menaungi mereka, termasuk apakah yayasan tersebut benar-benar telah terverifikasi di BGN atau tidak.

Koordinator pengelola, Oesep Sarwat, mengatakan ketidakjelasan tersebut sudah berlangsung cukup lama sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan pengelola dapur.

"Sesuai data yang dipegang pengelola, ada lebih dari 100 dapur yang tergabung di YSBB," ucap Oesep, dikutip dari TribunJabar, Selasa (26/5/2026).

"Kami sudah mengeluarkan banyak uang untuk biaya sewa tempat, renovasi bangunan dan dana koordinasi," tambahnya.

Baca juga: Kasus Penjualan Titik SPPG Bodong, Polda Jabar Tangkap Otak Pelaku

Pengelola SPPG Keluarkan Banyak Uang

Menurut dia, para pengelola telah mengeluarkan dana besar untuk menyiapkan fasilitas dapur dengan harapan segera beroperasi dalam program pemerintah tersebut.

"Rata-rata per dapur, pengelola sudah keluar uang di kisaran Rp 300 sampai 400 juta," ucapnya.

Oesep menyebut para pengelola telah menunggu sejak 2025 untuk memperoleh Surat Perintah Kerja (SPK) yang sebelumnya dijanjikan. Namun, hingga kini dokumen tersebut belum kunjung diterbitkan.

Ia menilai pihak YSBB berulang kali menunda kepastian dengan alasan masih menunggu peluncuran program secara nasional dan persetujuan Presiden Prabowo.

"Bukan hanya materi yang sudah terbebani, para pengelola dapur dan investor pun kini mengalami beban mental," katanya.

"Karena, puluhan orang relawan yang direkrut tak henti mempertanyakan kepastian bekerja," tambah Oesep.

Baca juga: Dinkes Surabaya Sebut SPPG Tembok Dukuh Tak Higienis

Relawan Tuntut Kepastian

Selain persoalan investasi yang telah dikeluarkan, para pengelola juga menghadapi tekanan dari relawan yang sebelumnya sudah direkrut untuk mendukung operasional dapur.

Oesep menambahkan, relawan yang akan bertugas bahkan telah mengikuti pelatihan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Jawa Barat.

Halaman:


Terkini Lainnya
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Ratusan Juta Telanjur Keluar, Pengelola SPPG Baru Tahu Yayasan Tak Tercatat di BGN
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat