Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Demo Ricuh di Lapas Narkoba Gowa: Pintu Lapas Ditabrak Motor, 8 Orang Diamankan Polisi

Kompas.com, 26 Mei 2026, 20:13 WIB
Abdul Haq ,
Vachri Rinaldy Lutfipambudi

Tim Redaksi

GOWA, KOMPAS.com - Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkoba Kelas II A Sungguminasa, Gowa, Senin (25/5/2026).

Peristiwa ini dipicu aksi perusakan oleh massa. Saat ini, delapan orang telah diamankan polisi.

Demo yang digelar Aliansi Masyarakat Pemerhati Hukum (AMPH) ini berlangsung pada Senin, (25/5/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Mereka menuntut transparansi pihak Lapas atas dugaan peredaran narkoba di dalam Lapas.

Aksi awalnya berjalan tertib.

Pengunjuk rasa memasuki halaman dan melakukan pembakaran ban bekas di depan pintu utama Lapas Kelas II A Sungguminasa.

Baca juga: Cekcok Dua Penjual Ikan Keliling di Gowa Berujung Maut, Pelaku Menyerahkan Diri

Tabrakkan Motor ke Pintu Lapas

Kericuhan mulai muncul saat pengunjuk rasa mulai melakukan pelemparan dan melakukan aksi vandalisme di sejumlah gedung Lapas.

Kericuhan tersebut kemudian berubah menjadi bentrokan fisik saat salah satu pengunjuk rasa menabrakkan sepeda motornya ke pintu Lapas.

"Mereka dimulai melempar batu dan malah menabrakkan sepeda motor ke pintu padahal jika pintu ini jebol maka ratusan narapidana bisa kabur," kata Fadil Mubarak, Kepala Satuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Kelas II A Sungguminasa kepada Kompas.com, Selasa, (26/5/2026).

Akibat dari peristiwa ini, pihak pengamanan Lapas mengambil tindakan pengamanan hingga terjadi bentrokan antara petugas Lapas dan puluhan pengunjuk rasa.

Baca juga: Skandal Video Asusila Bupati Gowa, Ratusan Pengunjuk Rasa Tolak Penggunaan Hak Angket

Pantauan Kompas.com pada Selasa, (26/5/2026), aktivitas pelayanan di Lapas Narkoba Kelas II A tetap berjalan normal meski sejumlah gedung mengalami kerusakan, seperti kaca jendela pecah dan sejumlah vandalisme.

Delapan Orang Diamankan

Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menyampaikan, pihaknya telah mengamankan delam orang beserta barang bukti senjata tajam berupa busur panah dan badik.

"Yang kemarin di Lapas Bollangi (Lapas Narkoba Kelas II A Sungguminasa) ada delapan orang yang diamankan terkait unjuk rasa anarkis," katanya kepada Kompas.com, Selasa (26/5/2026) di halaman Mapolres Gowa.

Kapolres menyebut unjuk rasa yang digelar oleh AMPH tidak mengantongi izin dari pihak kepolisian

Baca juga: Skandal Video Asusila Bupati, DPRD Gowa Resmi Tetapkan Pengajuan Hak Angket

"Sampai saat ini kami dari Polres Gowa maupun Polsek Bontomarannu belum menerima surat pemberitahuan atau penyampaian unjuk rasa tetapi kami tetap melakukan pengamanan dan menempatkan sejumlah personel saat unjuk rasa kemarin berlangsung," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Demo Ricuh di Lapas Narkoba Gowa: Pintu Lapas Ditabrak Motor, 8 Orang Diamankan Polisi
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat