Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

11 WNA Jadi Leader dan Marketing Scam Internasional di Solo Baru, Raup Rp 41 Miliar

Kompas.com, 26 Mei 2026, 06:19 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya

Penulis

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Sebanyak 11 warga negara asing (WNA) diduga memegang peran penting di balik markas penipuan online (scam) jaringan internasional berkedok investasi kripto palsu di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo.

Kasus tersebut terungkap setelah Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Tengah mengamankan 38 orang dari sejumlah lokasi di Sukoharjo dan Solo pada Rabu (20/5/2026).

Dari jumlah itu, 27 tersangka merupakan warga negara Indonesia (WNI), 4 warga negara Myanmar, dan 7 warga negara Nepal.

Para pelaku menggunakan sebuah ruko berkedok kantor PT Digi Global Konsultan di Jalan Ir. Soekarno, Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo sebagai markas.

Baca juga: Bak Perusahaan Profesional, Sindikat Scam Internasional Solo Baru Punya Kantor, Marketing, dan Web Kripto

Peran WNA di Markas Scam Internasional Solo Baru

Direktur Reserse Siber Polda Jateng, Himawan Sutanto Saragih, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari patroli siber.

Polisi kemudian menemukan aktivitas scam yang terorganisir. Dari situlah, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek ruko tiga lantai yang selama ini berkedok kantor konsultan trading di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, pada Rabu (20/5/2026).

Sindikat itu menjalankan aksinya dengan membuat akun media sosial palsu menggunakan identitas perempuan Indonesia untuk menarik perhatian korban dari luar negeri.

Baca juga: Berkedok Kantor Konsultan, Sindikat Scam Internasional Solo Baru Bentuk Tim dari Leader sampai Marketing

Setelah berhasil membangun kepercayaan, korban kemudian diarahkan berinvestasi melalui platform trading kripto palsu yang telah dimanipulasi oleh pelaku.

“Alasan menyasar WNA karena mereka menggunakan model Indonesia,” kata Himawan, dikutip dari TribunSolo, Senin (25/5/2026).

"Sasaran mereka warga negara asing dengan menggunakan profil perempuan cantik Indonesia," tambahnya.

Dalam pengembangan penyidikan, polisi menemukan bahwa para WNA tidak hanya berada di lokasi, tetapi juga memiliki peran strategis di dalam jaringan tersebut.

“Peran WNA ada yang sebagai marketing dan leader,” jelas Himawan.

Baca juga: Apa Itu Pig Butchering? Modus Scam Internasional di Solo Baru, Raup Rp 41 M dalam 10 Bulan

Mayoritas Korban WNA

Himawan menyampaikan, mayoritas korban diketahui berasal dari Amerika Serikat dan negara lain.

Jumlah korban diperkirakan mencapai ratusan orang, sementara total kerugian masih didalami penyidik.

Pada penggeledahan lanjutan Senin (25/5/2026), polisi turut menghadirkan lima tersangka WNI untuk pemeriksaan tambahan. 

Halaman:


Terkini Lainnya
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
11 WNA Jadi Leader dan Marketing Scam Internasional di Solo Baru, Raup Rp 41 Miliar
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat