PECD Uniportal, Solusi Operasi Saraf Kejepit Minim Luka dan Cepat Pulih

Kompas.com - 14/10/2025, 12:23 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Operasi saraf leher terjepit sering kali dianggap menakutkan oleh pasien karena identik dengan luka besar, pemulihan lama, serta risiko komplikasi.

Padahal, kini telah tersedia beberapa pilihan teknologi operasi minimal invasif untuk tulang belakang. Beberapa di antaranya adalah sistem tubular yang hanya memerlukan sayatan sekitar 20–25 milimeter (mm) dan teknik endoskopi biportal yang dilakukan melalui dua luka irisan kecil.

Di negara-negara maju, teknologi operasi saraf leher terjepit bahkan telah berkembang lebih canggih dengan penggunaan teknik endoskopi uniportal atau posterior endoscopic cervical discectomy (PECD) uniportal.

Metode tersebut hanya membutuhkan sayatan sekitar 7 mm, sehingga otot leher tetap terjaga dan pasien dapat pulih lebih cepat.

Baca juga: Apa Penyebab Otot Leher Kaku? Berikut 7 Daftarnya…

Menurut konsultan bedah tulang belakang Siloam Hospitals Palangka Raya, Dokter (dr) Perwira Bintang Hari, PECD uniportal dilakukan dengan cara memasukkan kamera kecil atau endoskop serta saluran kerja instrumen melalui satu sayatan mungil di bagian belakang leher.

“Dengan cara ini, kami dapat mencapai saraf yang terjepit tanpa merusak otot-otot leher yang penting bagi pergerakan leher pasien. Jadi, selain nyeri berkurang, fungsi leher juga tetap terjaga,” ujar dr Bintang dalam keterangan resminya, Selasa (14/10/2025).

Ia menjelaskan, prosedur PECD uniportal menggunakan mesin pompa air presisi tinggi yang tersertifikasi khusus untuk operasi tulang belakang.

Teknologi tersebut berfungsi memastikan visualisasi endoskopi tetap jernih dan stabil, tanpa mengesampingkan aspek keamanan pasien.

Instrumen yang digunakan berdiameter sangat kecil, hanya 2,5 mm hingga 3 mm, dengan fabrikasi presisi tinggi untuk mengikis tulang dan melonggarkan saraf leher yang terjepit.

Baca juga: Kebiasaan Menunduk Picu Saraf Kejepit dan Nyeri Kepala, Ini Kata Dokter Ortopedi

Berstandar internasional

Salah satu keunggulan utama endoskopi uniportal adalah prosedurnya yang terstandar, sehingga setiap pasien mendapatkan kualitas tindakan yang sama.

Teknik operasi PECD uniportal telah dikembangkan oleh pusat layanan tulang belakang di Jerman, sebagai pionir endoskopi tulang belakang di Eropa dan dunia. 

Adapun instrumen operasi dirancang khusus dan telah digunakan secara konsisten di Eropa dan seluruh dunia.

“Hal ini tentu bermuara pada keselamatan pasien. Dengan trauma jaringan minimal, risiko komplikasi menjadi lebih rendah. Selain itu, meski mendekati standar Eropa, teknologi ini tetap diupayakan agar terjangkau bagi pasien di Indonesia,” ucap dr. Bintang.

Baca juga: Risiko Komplikasi Diabetes pada Pria Lebih Besar daripada Wanita

Keberhasilan operasi

Meskipun didukung dengan teknologi yang semakin canggih, keberhasilan operasi tetap bergantung pada keterampilan dokter sebagai operator prosedur.

Hasil akhir operasi yang bebas nyeri dan sesuai harapan pasien ditentukan oleh pemilihan kasus yang tepat, perencanaan praoperasi yang matang, serta pengalaman operator.

Operasi PECD direkomendasikan bagi pasien dengan nyeri radikular, yaitu nyeri yang menjalar akibat saraf tertekan. Namun, tidak semua keluhan bisa ditangani dengan PECD.

Oleh karena itu, evaluasi medis menyeluruh, termasuk pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) dan rontgen tetap wajib dilakukan sebelum tindakan.

Baca juga: Kenali Manfaat Pemindaian MRI untuk Deteksi Penyakit

Rumah Sakit (RS) Siloam Palangka Raya mencatat keberhasilan operasi PECD pertama di Siloam Hospital Group (SHG) pada 21 Juli 2025.

Keberhasilan ini membuktikan komitmen rumah sakit dalam menghadirkan teknologi terkini untuk pasien sekaligus melanjutkan rangkaian inovasi minimal invasif yang telah dimulai sejak 23 Oktober 2024.

Sebelumnya, dr Bintang telah mengadopsi teknik endoskopi uniportal pada tulang belakang pinggang (lumbal) dan konsisten melakukan operasi dekompresi saraf pinggang menggunakan teknik PECD uniportal. 

Seiring dengan meningkatnya popularitas endoskopi uniportal serta pemahaman masyarakat dan tenaga medis tentang keunggulan prosedur PECD uniportal, RS Siloam Palangka Raya pun mengembangkan layanan endoskopi uniportal untuk tulang belakang regio leher.

Baca juga: Prosedur Endoskopi Kini Semudah Menelan Kapsul

Pasien yang menjalani operasi endoskopi uniportal umumnya dapat pulang ke rumah sehari setelah tindakan operasi. Mereka bisa kembali beraktivitas ringan tanpa banyak bergantung pada bantuan keluarga.

“Hal ini dimungkinkan karena hampir tidak ada otot tulang belakang yang dirusak akibat akses operasi. Jadi, pemulihan jauh lebih cepat dan pasien bisa segera kembali ke rutinitas,” ungkap dr Bintang.

Dengan hadirnya teknologi ini, RS Siloam Palangka Raya berharap masyarakat semakin percaya bahwa operasi saraf kejepit tidak lagi menakutkan.

Pasalnya, luka operasi kecil, otot tetap utuh, pemulihan cepat, dan pasien bisa kembali menikmati kualitas hidup yang lebih baik.

Baca juga: Pemulihan Psikologis Dibutuhkan Anak Penyintas Kanker

Dokter spesialis ortopedi Siloam Hospitals membuka sesi konsultasi bagi masyarakat umum untuk mendapatkan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat.

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu berkonsultasi apabila mengalami gejala nyeri leher yang menjalar ke bahu, lengan, atau jari, disertai kesemutan maupun mati rasa yang berlangsung berkepanjangan.

Booking jadwal konsultasi dapat dilakukan melalui aplikasi MySiloam, situs resmi http://www.siloamhospitals.com/cari-dokter, atau 24/7 emergency dan contact center di 1-500-911.

Terkini Lainnya
Siloam Perkuat Layanan Chest Pain Ready Hospital, Respons Tingginya Kasus Serangan Jantung

Siloam Perkuat Layanan Chest Pain Ready Hospital, Respons Tingginya Kasus Serangan Jantung

Siloam Hospitals
Resmikan Logo Baru, Siloam Akan Perluas Layanan Kesehatan Modern dan Inovatif

Resmikan Logo Baru, Siloam Akan Perluas Layanan Kesehatan Modern dan Inovatif

Siloam Hospitals
PECD Uniportal, Solusi Operasi Saraf Kejepit Minim Luka dan Cepat Pulih

PECD Uniportal, Solusi Operasi Saraf Kejepit Minim Luka dan Cepat Pulih

Siloam Hospitals
Waspada Radang Usus pada Anak, Kenali Gejala dan Penanganan Terbarunya

Waspada Radang Usus pada Anak, Kenali Gejala dan Penanganan Terbarunya

Siloam Hospitals
Kenali Perbedaan IBS dan IBD, Gangguan Pencernaan yang Serupa tapi Tak Sama

Kenali Perbedaan IBS dan IBD, Gangguan Pencernaan yang Serupa tapi Tak Sama

Siloam Hospitals
Penanganan Kanker Kolorektal: Deteksi Dini dan Sinergi Tim Medis Jadi Kunci Utama Kesembuhan

Penanganan Kanker Kolorektal: Deteksi Dini dan Sinergi Tim Medis Jadi Kunci Utama Kesembuhan

Siloam Hospitals
Siloam Lakukan Operasi Batu Empedu Robotik Perdana, Pasien Pulih Lebih Cepat

Siloam Lakukan Operasi Batu Empedu Robotik Perdana, Pasien Pulih Lebih Cepat

Siloam Hospitals
Dorong Inovasi Riset Klinis di Indonesia, Siloam Hospitals Jalin Kemitraan Strategis dengan Syneos Health

Dorong Inovasi Riset Klinis di Indonesia, Siloam Hospitals Jalin Kemitraan Strategis dengan Syneos Health

Siloam Hospitals
Siloam Hospital Gelar Digestive Summit 2025, Pamerkan Terobosan Baru untuk Penanganan Masalah Pencernaan

Siloam Hospital Gelar Digestive Summit 2025, Pamerkan Terobosan Baru untuk Penanganan Masalah Pencernaan

Siloam Hospitals
Bertemu Delegasi Swedia, RS Siloam Jajaki Kolaborasi Pengobatan Kanker dan Teknologi Medis Masa Depan

Bertemu Delegasi Swedia, RS Siloam Jajaki Kolaborasi Pengobatan Kanker dan Teknologi Medis Masa Depan

Siloam Hospitals
RS Siloam Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis di Yogyakarta, Diikuti 1.000 Lebih Perempuan

RS Siloam Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis di Yogyakarta, Diikuti 1.000 Lebih Perempuan

Siloam Hospitals
Siloam Hospitals Group Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Healthcare Asia Awards 2025

Siloam Hospitals Group Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Healthcare Asia Awards 2025

Siloam Hospitals

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com