Penanganan Kanker Kolorektal: Deteksi Dini dan Sinergi Tim Medis Jadi Kunci Utama Kesembuhan

Kompas.com - 07/08/2025, 12:48 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kanker usus besar atau kanker kolorektal masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia akibat kanker. 

Namun, para ahli menegaskan bahwa dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, pasien memiliki peluang besar untuk sembuh dan hidup berkualitas. 

Kunci utama keberhasilan tersebut terletak pada sinergi multidisiplin antara berbagai tenaga medis, mulai dari tahap skrining, pemilihan terapi yang dipersonalisasi, hingga perawatan pasca tindakan. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi Siloam Hospitals I Ketut Mariadi menekankan pentingnya skrining dini. 

Ia mendorong seluruh tenaga medis, dari dokter umum hingga internis, untuk proaktif mengedukasi pasien dan memulai pemeriksaan sejak usia 45 tahun.

Baca juga: Mengenal Glioma, Kanker Otak yang Merenggut Nyawa Kelley Mack The Walking Dead

"Banyak pasien datang saat sudah stadium lanjut karena merasa sehat atau mengabaikan keluhan ringan," ujar Mariadi dalam acara Siloam Digestive Summit 2025 beberapa waktu lalu. 

Pasalnya, kanker kolorektal muncul akibat pertumbuhan sel abnormal pada usus besar atau rektum. Sering kali, penyakit ini berkembang tanpa gejala pada tahap awal. 

Oleh karena itu, skrining dini sangat penting, terutama bagi mereka yang berusia di atas 45 tahun atau memiliki riwayat keluarga.

“Padahal, dengan pemeriksaan skrining yang sederhana dan non-invasif seperti tes darah samar pada feses atau kolonoskopi, kanker dapat terdeteksi lebih awal dan peluang sembuh pun lebih besar,” terang Mariadi dalam siaran pers, Kamis (7/8/2025).

Sementara itu, dr Hasan Maulahela menyampaikan, kemajuan teknologi kini memungkinkan identifikasi dan penanganan lesi secara minimal invasif, bahkan sebelum berkembang menjadi kanker. 

Baca juga: Cerita Desi, Penyintas Kanker Dirikan Rumah Belajar di Zona Merah Cilincing

“Endoskopi bukan hanya alat deteksi, tetapi juga sarana terapi jika dilakukan pada waktu yang tepat,” jelasnya.

Setelah diagnosis, tim medis lintas disiplin akan bekerja sama untuk menentukan terapi terbaik. 

Menentukan terapi terbaik

Dalam forum yang sama, Dokter Spesialis Bedah Digestif, Wifanto Saditya Jeo menjelaskan, teknik bedah modern terus berkembang, dari operasi terbuka ke metode minimal invasif seperti laparoskopi dan robotik.

Menurutnya, pendekatan modern menekankan hasil jangka panjang, termasuk kualitas hidup pascaoperasi. 

“Kunci keberhasilan bukan hanya di ruang operasi, tetapi di koordinasi yang terjadi sebelum dan sesudahnya,” ujar Wifanto saat membahas pendekatan bedah modern. 

Baca juga: Siloam Lakukan Operasi Batu Empedu Robotik Perdana, Pasien Pulih Lebih Cepat

Selain itu, terapi sistemik, seperti kemoterapi, imunoterapi, dan terapi target juga menjadi pilihan untuk stadium lanjut. 

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi-Onkologi Medik, Jeffry Beta Tenggara menyebutkan, tujuan terapi tidak memperpanjang usia, tetapi menjaga kualitas hidup.

Dia menjelaskan, keberhasilan terapi sangat bergantung pada kerja sama berbagai spesialis, mulai dari bedah, onkologi, patologi, hingga nutrisionis.

“Pemilihan terapi berdasarkan karakter genetik sel kanker memerlukan interpretasi tim multidisiplin agar pengobatan tepat sasaran,” jelas Jeffry.

Di sisi lain, sebagai wujud komitmen dalam perawatan kanker kolorektal, Siloam Hospitals terus memperkuat layanan berbasis kolaborasi lintas disiplin. 

Siloam Digestive Summit 2025 merupakan bukti sinergi berbagai pemangku kepentingan medis dalam meningkatkan kualitas layanan pasien di Indonesia. 

Baca juga: Siloam Hospital Gelar Digestive Summit 2025, Pamerkan Terobosan Baru untuk Penanganan Masalah Pencernaan

“Kolaborasi lintas disiplin bukan sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata untuk membangun sistem perawatan yang menyeluruh dan berdampak,” ujar Jeffry. 

Dia menegaskan, kanker kolorektal dapat ditangani secara efektif, asalkan dideteksi sejak dini dan dikelola oleh tim medis yang bersinergi.

Terkini Lainnya
Siloam Perkuat Layanan Chest Pain Ready Hospital, Respons Tingginya Kasus Serangan Jantung

Siloam Perkuat Layanan Chest Pain Ready Hospital, Respons Tingginya Kasus Serangan Jantung

Siloam Hospitals
Resmikan Logo Baru, Siloam Akan Perluas Layanan Kesehatan Modern dan Inovatif

Resmikan Logo Baru, Siloam Akan Perluas Layanan Kesehatan Modern dan Inovatif

Siloam Hospitals
PECD Uniportal, Solusi Operasi Saraf Kejepit Minim Luka dan Cepat Pulih

PECD Uniportal, Solusi Operasi Saraf Kejepit Minim Luka dan Cepat Pulih

Siloam Hospitals
Waspada Radang Usus pada Anak, Kenali Gejala dan Penanganan Terbarunya

Waspada Radang Usus pada Anak, Kenali Gejala dan Penanganan Terbarunya

Siloam Hospitals
Kenali Perbedaan IBS dan IBD, Gangguan Pencernaan yang Serupa tapi Tak Sama

Kenali Perbedaan IBS dan IBD, Gangguan Pencernaan yang Serupa tapi Tak Sama

Siloam Hospitals
Penanganan Kanker Kolorektal: Deteksi Dini dan Sinergi Tim Medis Jadi Kunci Utama Kesembuhan

Penanganan Kanker Kolorektal: Deteksi Dini dan Sinergi Tim Medis Jadi Kunci Utama Kesembuhan

Siloam Hospitals
Siloam Lakukan Operasi Batu Empedu Robotik Perdana, Pasien Pulih Lebih Cepat

Siloam Lakukan Operasi Batu Empedu Robotik Perdana, Pasien Pulih Lebih Cepat

Siloam Hospitals
Dorong Inovasi Riset Klinis di Indonesia, Siloam Hospitals Jalin Kemitraan Strategis dengan Syneos Health

Dorong Inovasi Riset Klinis di Indonesia, Siloam Hospitals Jalin Kemitraan Strategis dengan Syneos Health

Siloam Hospitals
Siloam Hospital Gelar Digestive Summit 2025, Pamerkan Terobosan Baru untuk Penanganan Masalah Pencernaan

Siloam Hospital Gelar Digestive Summit 2025, Pamerkan Terobosan Baru untuk Penanganan Masalah Pencernaan

Siloam Hospitals
Bertemu Delegasi Swedia, RS Siloam Jajaki Kolaborasi Pengobatan Kanker dan Teknologi Medis Masa Depan

Bertemu Delegasi Swedia, RS Siloam Jajaki Kolaborasi Pengobatan Kanker dan Teknologi Medis Masa Depan

Siloam Hospitals
RS Siloam Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis di Yogyakarta, Diikuti 1.000 Lebih Perempuan

RS Siloam Gelar Skrining Kanker Payudara Gratis di Yogyakarta, Diikuti 1.000 Lebih Perempuan

Siloam Hospitals
Siloam Hospitals Group Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Healthcare Asia Awards 2025

Siloam Hospitals Group Borong 5 Penghargaan Bergengsi di Healthcare Asia Awards 2025

Siloam Hospitals

Copyright 2008 - 2026 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com