Editor
Selain melayani pembeli dalam negeri, Bahar mengaku beberapa kali mengirim barang antik ke luar negeri.
Barang antik yang dijual Bahar memiliki harga beragam.
Beberapa koleksi dijual mulai dari Rp 100.000.
Namun, ada pula barang tertentu yang harganya bisa mencapai Rp 15 juta.
Menurut Bahar, nilai barang antik biasanya dipengaruhi usia, kelangkaan, dan sejarah yang melekat pada benda tersebut.
"Yang membuat mahal karena barangnya tua. Ada juga yang dulunya milik kalangan bangsawan atau daimyo Jepang," kata Bahar.
Bahar mengatakan, merawat barang antik tidak selalu membutuhkan perlakuan rumit.
Hal terpenting adalah menjaga barang agar tidak jatuh, terbentur, atau tersenggol benda lain.
"Paling penting kalau piring-piring seperti ini tidak jatuh. Umumnya seperti barang biasa, dibersihkan dan lain sebagainya," katanya.
Baca juga: Siswi Makassar yang Disebut Dicoret dari Calon Paskibraka Istana Dapat Beasiswa Kuliah
Karena itu, koleksi antik biasanya disimpan di tempat aman agar tetap terjaga kondisinya.
Bagi Bahar, barang-barang lawas tersebut bukan hanya memiliki nilai jual, tetapi juga menjadi jalan hidup yang membantunya menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anaknya.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Cerita Bahar, Sukses Biayai Anak Kuliah Kedokteran dari Hasil Jualan Barang Antik Jepang".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang