Penulis
KOMPAS.com - Sunil Pooniya, pemuda 26 tahun dari keluarga petani tak bertanah di India, semula menganggap pekerjaan di kapal sebagai jalan keluar dari kemiskinan.
Namun, pelayaran pertamanya justru berubah menjadi pengalaman traumatis setelah kapal tanker tempatnya bekerja dihantam proyektil di tengah konflik atau perang Iran yang berkepanjangan.
Serangan itu membuat Pooniya harus melompat ke laut dengan jaket pelampung saat kapal MV Skylight berbendera Palau terbakar.
Baca juga: Harga Minyak Merosot di Tengah Harapan Kesepakatan Damai AS-Iran, Berapa Banyak?
“Ada suara yang sangat keras dan seluruh kapal berguncang,” kata Pooniya kepada AFP setelah kembali ke India.
“Saya pikir ada yang salah dengan mesinnya, tetapi sebuah rudal telah menghantam kami,” ujar dia.
Serangan terhadap kapal Pooniya terjadi pada 1 Maret 2026 di lepas pantai pelabuhan Khasab, Oman. Insiden itu menewaskan dua warga India, yakni Dalip Singh dan Ashish Kumar Singh.
Dalip dan Pooniya sebelumnya berangkat bersama ke Dubai sebelum menaiki kapal tanker tersebut.
“Semua orang melompat ke laut mengenakan jaket pelampung. Saya berteriak memanggil Dalip, tetapi dia telah hilang dalam kobaran api,” tutur Pooniya.
Dalip Singh dan Ashish Kumar Singh menjadi warga India pertama yang tewas dalam konflik tersebut.
Menurut Organisasi Maritim Internasional (IMO), sebanyak 11 pelaut niaga tewas dalam konflik itu dan sedikitnya empat di antaranya merupakan warga negara India.
India selama ini menjadi salah satu penyumbang pelaut terbesar di dunia untuk industri pelayaran niaga.
Kementerian Perkapalan India mencatat lebih dari 320.000 pelaut aktif berasal dari negara tersebut pada 2025.
Baca juga: Trump Minta Negosiator AS Tak Buru-buru Sepakati Perjanjian Baru dengan Iran, Mengapa?
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran membatasi pelayaran melalui Selat Hormuz sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan pada 28 Februari.
Selat Hormuz selama ini menjadi jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas alam cair atau LNG dunia. Sekitar seperlima pengiriman minyak dan LNG global biasanya melewati kawasan tersebut.
Amerika Serikat juga memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.