Penulis
KOMPAS.com - Harga minyak dunia dilaporkan langsung anjlok pada perdagangan Senin waktu Amerika Serikat (AS) atau Selasa (19/5/2026) pagi WIB setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pembatalan rencana serangan militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan pada Selasa.
Langkah penundaan operasi militer ke Iran ini diambil oleh Trump setelah adanya permintaan langsung dari sejumlah pemimpin negara-negara Arab di kawasan Teluk, di tengah proses negosiasi serius yang saat ini sedang berlangsung.
Berdasarkan data pasar global pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 07.01 WIB, harga minyak mentah standar Brent langsung merosot dari 112 dollar AS menjadi 109 dollar AS per barel, sesaat setelah Trump merilis pernyataannya di platform media sosial Truth Social.
Sebelum pengumuman tersebut keluar, pergerakan harga minyak dunia sempat mengalami fluktuasi tajam sepanjang hari Senin. Hal ini dipicu oleh peringatan keras Trump kepada Iran pada akhir pekan lalu bahwa "waktu terus berjalan" di tengah mandeknya proses perundingan damai.
Pasar energi global memang terus bergejolak sejak Iran secara efektif menutup jalur perairan vital Selat Hormuz.
Langkah Teheran tersebut merupakan bentuk pembalasan atas rangkaian serangan udara besar-besaran yang diluncurkan oleh pasukan koalisi Amerika Serikat dan Israel ke negara tersebut sejak 28 Februari lalu.
Padahal, sekitar seperlima (20 persen) dari pasokan minyak dunia dan gas alam cair (LNG) global biasanya melintasi rute maritim sempit yang sangat strategis ini.
Oleh karena itu, pergerakan harga minyak dunia sangat sensitif dan merespons cepat setiap sinyal kemajuan atau kebuntuan dari kesepakatan damai untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Baca juga: Batal Serang Iran, Trump Sebut Ada Permintaan Khusus dari Negara-negara Teluk
Kapal-kapal kargo dan tanker yang berlayar di Selat Hormuz, saat difoto dari kota pesisir Fujairah, Uni Emirat Arab, 25 Februari 2026. Trump batal serang Iran.Presiden AS tersebut bahkan sempat memperingatkan pada minggu lalu bahwa skema gencatan senjata berada dalam kondisi kritis atau "sekarang dalam masa kritis yang masif" setelah dirinya menolak mentah-mentah tuntutan Iran yang ia sebut "sama sekali tidak dapat diterima".
Menurut platform berita Axios, Trump bahkan dijadwalkan menggelar pertemuan penting dengan jajaran penasihat keamanan nasional tingkat tinggi pada hari Selasa guna membahas opsi aksi militer terhadap Iran.
Namun, arah angin berbalik dan harga minyak dunia mulai turun setelah kantor berita Iran melaporkan bahwa AS bersedia menerima klausul pengecualian sanksi sementara terhadap ekspor minyak mentah Iran selama proses negosiasi berlangsung.
Informasi ini memicu harapan baru terkait progres pembicaraan damai.
Tak lama berselang, pada hari Senin, Trump mengonfirmasi perkembangan tersebut.
"Negosiasi serius sekarang sedang berlangsung," kata Trump.