KOMPAS.com - Prakiraan cuaca di sejumlah daerah Indonesia mulai berubah dari hujan menjadi cerah berawan di suhu 19-32 derajat celsius, seperti dikutip laman Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Perubahan cuaca dari hujan ke cerah menyebabkan kebiasaan banyak orang berubah. Salah satunya, kebiasaan minum.
Dilansir dari BBC, porsi air minum setiap orang umumnya berkisar enam hingga delapan gelas per hari.
Jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan tubuh mayoritas orang dewasa demi menghindari dehidrasi.
Namun, saat cuaca panas melanda, jumlah air minum yang dikonsumsi tidak jarang bertambah banyak.
Profesor di Fakultas Kedokteran Universitas St Andrews, Ron Maughan, mengatakan, tidak ada pedoman pasti terkait penambahan konsumsi air minum saat cuaca panas.
"Kebutuhan orang yang aktif secara fisik dengan pekerjaan di luar ruangan pada hari yang panas mungkin berbeda dengan orang yang tinggal di rumah ber-AC, mengendarai mobil ber-AC ke kantor ber-AC," ujar Ron, dikutip dari BBC.
Selain bergantung pada penggunaan ruang setiap hari, kebutuhan air minum juga dipengaruhi oleh sedikit banyaknya aktivitas yang dilakukan.
Orang yang akitf bergerak perlu mengonsumsi air minum lebih banyak daripada orang yang tidak banyak bergerak.
Pasalnya, gerakan akan memicu keringat dan membuat tubuh kehilangan air serta garam sehingga perlu mengganti cairan tersebut.
Baca juga:
Pada masa kolonial, kopi menjadi komoditas yang memikat pemerintah kolonial Belanda yang kerap melakukan korupsi.Dibandingkan dengan air putih, mengonsumsi susu dianggap lebih tepat untuk memenuhi kebutuhan air dan garam dalam tubuh.
Sebab, menurut Ron, air putih biasa dapat membuat tubuh memiliki terlalu banyak cairan dan kekurangan garam. Akhirnya, air akan dibuang dengan memproduksi urin.
Susu secara alami memiliki kandungan garam, gula, dan laktosa yang dibutuhkan untuk merangsang penyerapan air di usus.
Sama juga halnya dengan air kelapa yang mengandung garam, kalium, dan karbohidrat.
Namun, bagi orang yang tidak aktif bergerak seharian dalam cuaca panas, minuman manis dan mengandung karbohidrat tidak diperlukan karena tidak membutuhkan energi lebih.
Cara lainnya untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi selama cuaca panas adalah dengan minum teh atau kopi.
Minuman berkafein memang membuat tubuh memproduksi lebih banyak urin, tetapi juga masih mengandung air yang bisa mengimbangi kafein.
Kopi atau teh rendah kafein juga bisa membantu kebutuhan porsi minum setiap hari karena dianggap disukai banyak orang, sehingga lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan minum harian.
"Tidak ada alasan kopi atau teh dalam jumlah sedang akan membuat dehidrasi mereka yang terbiasa mengonsumsi kafein secara teratur," kata Sophie Killer, konsultan nutrisi pemain olahraga profesional.
Baca juga:
Cara minum air setiap hari juga tidak kalah penting dari total air yang dikonsumsi masing-masing orang.
Owen Jeffries, dosen fisiologi olahraga dan olahraga di Universitas Newcastle menyarankan untuk membagi total kebutuhan air minum untuk sepanjang hari, bukan meminumnya sekaligus dalam jumlah banyak.
"Minum satu liter air dengan cepat membuat kandung kemih kewalahan, itu tidak benar-benar menghidrasi tubuh. Urin mungkin jernih tapi itu bukan representasi dari status hidrasi," kata Sophie.
Dilansir dari Very Well Fit, menjadwalkan waktu minum secara teratur bisa menjaga tubuh tetap terhidrasi saat cuaca panas.
Mengakhiri aktivitas yang membutuhkan banyak energi, seperti bekerja dan berolahraga, juga bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan.
Terakhir, kamu bisa menyiapkan camilan berupa aneka buah segar yang kaya akan air, seperti semangka, untuk menghindari dehidrasi saat cuaca panas.
Baca juga:
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangView this post on Instagram