Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi

Kompas.com, 2 Juni 2026, 05:03 WIB
Jack Robby Damarjati,
Reni Susanti

Tim Redaksi

SIDOARJO, KOMPAS.com — Bandara Internasional Juanda mulai melayani pemulangan jemaah haji Debarkasi Surabaya melalui kedatangan kloter pertama dari Jeddah, Arab Saudi, Senin (1/6/2026).

Sebanyak empat penerbangan perdana maskapai Saudia Airlines dijadwalkan tiba secara bertahap dengan membawa ratusan jemaah haji asal Jawa Timur.

Setelah tiba di Bandara Juanda, seluruh jemaah langsung menuju Asrama Haji Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Baca juga: Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah

Satu jemaah meninggal, satu masih dirawat

Perwakilan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surabaya, Ida Nursanti, mengatakan jumlah jemaah haji kloter pertama asal Kabupaten Probolinggo yang kembali ke Indonesia berkurang dibandingkan saat keberangkatan.

"Secara keseluruhan, kondisi jemaah haji kita untuk keberangkatan sebanyak 380 orang. Saat ini kepulangan kita membawa 378 jemaah," kata Ida, Senin.

Ia menjelaskan, satu jemaah bernama Asraf (68), warga Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia di Arab Saudi akibat penyakit jantung yang disertai komplikasi saat menjalankan ibadah haji.

Sementara itu, satu jemaah lainnya belum dapat kembali ke Indonesia karena masih menjalani perawatan intensif akibat gangguan jantung.

"Jemaah yang pertama meninggal dunia, yang satunya lagi masih dalam perawatan di rumah sakit Arab Saudi," ujarnya.

Baca juga: 2 Jemaah Haji Blitar Meninggal Usai Ibadah di Armuzna

Cuaca panas jadi tantangan

Ida mengatakan cuaca panas menjadi salah satu tantangan yang dihadapi jemaah selama menjalankan ibadah haji tahun ini.

Menurut dia, suhu udara di Arab Saudi sempat mencapai 39 derajat Celsius.

"Cuaca di sana sangat panas, ekstrem sekali sampai 39 derajat Celsius," jelas Ida.

Meski menghadapi cuaca panas, sejumlah jemaah menilai pelayanan selama pelaksanaan ibadah haji berjalan baik.

Salah satunya disampaikan Laili, jemaah asal Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

"Alhamdulillah semua berjalan baik, tidak ada kendala dalam melaksanakan ibadah haji. Makanan lebih-lebih, luar biasa, fasilitas kesehatan dan semuanya sangat mendukung," ungkap Laili.

Berdasarkan data manifes Bandara Internasional Juanda, tiga kloter berikutnya dijadwalkan tiba hingga Senin tengah malam.

Masing-masing penerbangan menggunakan maskapai Saudia Airlines dengan kapasitas sekitar 380 penumpang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Tak Beli Telur dari Peternak
Surabaya
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Pecel Jawa Timur Masuk 7 Salad Terbaik Dunia Versi TasteAtlas
Surabaya
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Muncul Dugaan Korban Lain, Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo, Takut Melapor
Surabaya
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Kloter Pertama Haji Tiba di Juanda, Satu Jemaah Meninggal di Arab Saudi
Surabaya
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
6 SPPG di Lumajang Ditutup Sementara, Salah Satunya Pernah Viral karena Menu MBG Diduga Berulat
Surabaya
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Cerita Burger di Surabaya yang Satukan Budaya Amerika dan Madura
Surabaya
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Mediasi Lapangan Padel Diduga Serobot Sungai di Surabaya, Camat Sebut Tuntas
Surabaya
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Peternak Blitar Bagikan 1 Juta Telur Gratis, Protes Harga Anjlok dan Pakan Mahal
Surabaya
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Wacana Penghapusan Guru Honorer, Bupati Lumajang: Ada Rekrutmen ASN
Surabaya
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Alami Tekanan Darah Tinggi, 2 Jemaah Haji Asal Lumajang Meninggal di Mekkah
Surabaya
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Harga Telur Jatuh, Bupati Blitar: Peternak Kecil Butuh Pertolongan Pusat
Surabaya
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Prediksi Hari Tanpa Hujan Selama Juni 2026 dan Daerah yang Terdampak
Surabaya
Daop 8 Surabaya 'Blacklist' 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Daop 8 Surabaya "Blacklist" 9 Pelaku Pelecehan Seksual di Kereta
Surabaya
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Nasi Tempong Banyuwangi Masuk Menu Kereta Api, Sambal Pedasnya Jadi Buruan Penumpang
Surabaya
Wisatawan Serbu Pasar Klojen Malang Saat Libur Panjang, Pedagang Banjir Orderan
Wisatawan Serbu Pasar Klojen Malang Saat Libur Panjang, Pedagang Banjir Orderan
Surabaya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau