SURABAYA, KOMPAS.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tengah bersiap menata ulang arah perjuangannya melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) X DPW PPP Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Rabu (11/3/2026) sore.
Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, menegaskan pentingnya perubahan strategi politik agar partai mampu bangkit menghadapi kontestasi politik di masa depan. Apalagi, setelah hasil kurang baik pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Dalam forum tersebut, Mardiono mengawali dengan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Muswil, termasuk para kader dan rekan-rekan media yang mengikuti jalannya kegiatan.
Dia menjelaskan bahwa Muswil di Jawa Timur merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi nasional PPP yang hampir rampung dilaksanakan di seluruh Indonesia.
Baca juga: Mukernas: DPP PPP Diminta Dukung Prabowo Subianto di Pemilu 2029
Menurut dia, Muswil bukan sekadar agenda organisasi yang bersifat administratif. Forum ini memiliki makna penting sebagai implementasi dari ketentuan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai, yang mengatur masa kepengurusan selama lima tahun.
Oleh karena itu, reorganisasi menjadi langkah penting untuk memastikan regenerasi kepemimpinan dan memperkuat struktur partai.
“Makna dari musyawarah wilayah ini adalah untuk melakukan pelaksanaan implementasi dari perintah konstitusi anggaran dasar anggaran rumah tangga," ujar Mardiono.
"Bahwa setiap lima tahun sekali masa khidmat kepengurusan itu harus dilakukan reorganisasi dalam rangka untuk membentuk kepengurusan yang baru karena masa khidmat yang lama sudah habis,” katanya lagi.
Melalui proses tersebut, para kader diharapkan memahami arah perjuangan politik partai yang terus berkembang seiring perubahan dinamika nasional.
“Kader-kader ini tahu arah peta perjuangan. Karena setiap lima tahunan itu arah peta perjuangan setiap partai politik tentu akan menghadapi tantangan yang berbeda-beda,” ujarnya.
Baca juga: Mardiono Anggap Kegagalan PPP di 2024 sebagai Accident, Siap Berjuang Berapa Pun Ambang Batasnya
Dalam arahannya, Mardiono juga secara terbuka menyinggung hasil Pemilu 2024 yang menjadi catatan penting bagi PPP.
Pada pemilu tersebut, PPP tidak berhasil meloloskan wakilnya ke Senayan. Kondisi itu, menurut dia, harus dijadikan momentum evaluasi sekaligus titik awal untuk melakukan perubahan strategi politik secara menyeluruh.
Mardiono menilai, selama ini PPP lebih banyak berperan menjaga kondusivitas sosial di tengah masyarakat. Meski hal itu penting, dia menegaskan bahwa partai politik juga harus memiliki kekuatan elektoral yang kuat agar mampu memenangkan pemilu.
“Kita harus meninggalkan pola-pola yang lama yang cenderung, mohon maaf, di PPP itu lebih banyak menciptakan kondusivitas sosial ketimbang elektoral. Sementara yang dibutuhkan target pada kemenangan pemilu itu adalah elektoral bukan sosial,” kata politikus berusia 68 tahun itu.
Baca juga: PPP Targetkan Raih 39 Kursi DPR RI di Pemilu 2029
Oleh karena itu, dia mendorong seluruh kader PPP untuk melakukan transformasi dalam cara berpikir maupun strategi perjuangan politik dari yang lama ke yang baru.
Melalui Muswil ini, Mardiono berharap kepengurusan baru yang terbentuk mampu memperkuat soliditas organisasi hingga ke tingkat paling bawah.
“Harapan saya nanti kepengurusan baru menjadi suatu tim yang solid. Sinergi kerja sama antara ranting, anak cabang, cabang, wilayah, dan pusat harus sejalan dan seirama,” pungkas Mardiono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang