PEKANBARU, KOMPAS.com - Kawanan gajah sumatera liar muncul di dekat permukiman dan masuk ke perkebunan warga di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.
Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau telah menurunkan tim untuk mencegah konflik satwa dan manusia di wilayah sudut kota tersebut.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono mengatakan bahwa berdasarkan pengecekan tim di lapangan, ditemukan kerusakan kebun semangka seluas 1,5 hektar milik warga bernama Untung.
"Kerusakan pada lahan budidaya semangka ini, diduga terjadi beberapa malam sebelumnya akibat aktivitas gajah liar," kata Supartono kepada wartawan melalui keterangan tertulis, Minggu (31/5/2025).
Baca juga: Beredar Video Warga di Bengkulu Halau Gajah, BKSDA Imbau Perambah Hutan Keluar dari Habitat
Supartono menyebut, tim juga menemukan satu kelompok gajah liar yang berjumlah sekitar 11 ekor berada di area kebun durian dan semak belukar.
Lokasi keberadaan kelompok gajah tersebut berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim.
Baca juga: Video Viral, Dua Gajah Masuk Pasar Jukung OKI Sempat Bikin Warga Sempat Panik
Sebagai langkah mitigasi, tim melakukan penggiringan satwa menggunakan bunyi-bunyian serta melaksanakan penjagaan dan blokade pada jalur masuk gajah menuju areal perkebunan dan permukiman warga.
"Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan api unggun pada titik-titik yang diduga menjadi lintasan gajah," kata Supartono.
Di samping itu, petugas juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, khususnya pada malam hari, mengingat gajah merupakan satwa yang lebih aktif pada waktu tersebut.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah, karena satwa bongsor ini merupakan satwa liar yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan.
Petugas melakukan penggiringan terhadap kawanan gajah hingga kembali masuk ke hutan pinggiran Tahura.
Namun demikian, potensi kemunculan kembali gajah di areal perkebunan warga masih terbuka, sehingga pemantauan dan langkah mitigasi lanjutan akan terus dilakukan oleh tim bersama para pihak terkait.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus berperan aktif dalam melaporkan keberadaan satwa liar yang berpotensi menimbulkan konflik, serta mendukung upaya konservasi melalui tindakan yang aman dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap satwa dilindungi," tambah Supartono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang