PADANG, KOMPAS.com — Polemik pernyataan pegiat media sosial Permadi Arya terkait Sumatera Barat terus memanas.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menilai ucapan Abu Janda berpotensi merusak persatuan bangsa dan memicu konflik sosial di tengah masyarakat majemuk.
“Saya mendukung tokoh-tokoh Sumbar melaporkan Abu Janda. Banyak orang juga menyebut dia agen zionis, yang akan menghancurkan bangsa ini,” ujar Mahyeldi usai shalat Id di halaman kantor gubernur, Rabu (27/5/2026).
Baca juga: Abu Janda Dilaporkan Ikatan Keluarga Minang ke Bareskrim, Buntut Video Pidato Barbar
Meski demikian, Mahyeldi menegaskan fokus utama persoalan tersebut adalah dampak pernyataan Abu Janda yang dinilai memecah belah masyarakat.
Ia menyebut kondisi Sumbar selama ini tetap aman dan tidak seperti yang digambarkan dalam pernyataan viral tersebut.
“Sumbar aman-aman saja saat ini. Tidak ada satupun suku bangsa yang sesuai dengan pernyataannya. Itu sudah keterlaluan,” katanya.
Pegiat media sosial Permadi Arya atau kerap disapa Abu Janda ikut berdemonstrasi bersama massa pengkritik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jalan Silang Merdeka Barat Daya, Monas, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2020).Menurut Mahyeldi, pernyataan yang mengaitkan suatu daerah atau kelompok masyarakat dengan istilah negatif dapat memperburuk hubungan antarsuku dan antarumat beragama.
Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum menangani kasus tersebut secara serius dan objektif agar tidak menjadi preseden buruk di ruang publik.
“Kita harus hati-hati dengan bangsa Indonesia yang sangat beragam. Jangan ada pihak-pihak yang membuat permusuhan dan memecah belah,” ujarnya.
Sebelumnya, Abu Janda viral setelah menyebut sejumlah daerah di Indonesia bagian barat memiliki tingkat intoleransi tinggi terhadap umat Kristen.
Dalam pernyataannya, ia juga mengaitkan istilah “barbar” dengan Sumatera Barat dan Jawa Barat.
Pernyataan tersebut kemudian dilaporkan oleh Ikatan Keluarga Minang ke Bareskrim Polri atas dugaan ujaran kebencian.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang