SALATIGA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi yang begitu cepat, tak hanya menjadi alat bantu, tapi juga menimbulkan keresahan. Apalagi, saat ini di era artificial intelligence (AI) banyak rekayasa yang menyesatkan.
Bagi Duwi Setiyawati, anggota Bhayangkari Cabang Polres Salatiga, teknologi saat ini bagai pedang bermata dua.
"Di satu sisi kita memang butuh karena tuntutan zaman, namun di sisi lain ada sisi yang meresahkan," ungkapnya, Selasa (5/5/2026) usai pelatihan AI di Pendopo Widya Qasana Tribrata Mapolres Salatiga.
"Anak-anak mulai tumbuh remaja, mereka dapat informasi dari mana saja, terutama ponsel. Karena itu sebagai orang tua jangan kalah, juga harus mengetahui perkembangan dan dunianya," kata Duwi.
Baca juga: Dari Kopeng, Salatiga, Calon Caregiver Indonesia Menjemput Asa ke Jepang
Menurutnya, pergaulan dan informasi yang diperoleh anak harus disaring, agar mereka tak salah jalan.
"Itu wajib, kita ingin anak menjadi yang baik, karena itu harus berimbang. Terutama soal perkembagan AI ini, orang tua juga harus tahu agar menjadi filter utama bagi anak," ungkap istri Ipda Sumarno, Kanit Turjawali Satlantas Polres Salatiga, ini.
"Karena itu saya mengapresiasi dan senang dengan adanya pelatihan terkait AI ini, kita tidak menjadi gaptek dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Termasuk menangkal hoaks yang berseliweran di media sosial," kata Duwi.
Ketua Cabang Bhayangkari Polres Salatiga Edu Ade Papa Rihi menyampaikan, pelatihan AI ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas anggota Bhayangkari di era digital.
“Bhayangkari harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk memahami dan memanfaatkan AI secara bijak."
"Dengan bekal ini, kami berharap anggota Bhayangkari dapat lebih produktif, kreatif, serta berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Gelaran Salatiga Menari 2026 di Alun-alun Pancasila Tetap Meriah
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi mengungkapkan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Bhayangkari dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijak.
"Khususnya dalam mendukung aktivitas organisasi, komunikasi digital, serta penyebaran informasi yang positif di tengah masyarakat," ujarnya.
Ratusan anggota Bhayangkari tersebut mendapatkan materi mulai dari pengenalan dasar AI, praktik penggunaan aplikasi berbasis AI, hingga pemahaman terkait potensi dan risiko penggunaan teknologi tersebut.
“Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendukung peran Bhayangkari dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang