Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kala Keresahan soal Teknologi Membuat Anggota Bhayangkari Belajar AI

Kompas.com, 5 Mei 2026, 16:28 WIB
Dian Ade Permana,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

SALATIGA, KOMPAS.com - Perkembangan teknologi yang begitu cepat, tak hanya menjadi alat bantu, tapi juga menimbulkan keresahan. Apalagi, saat ini di era artificial intelligence (AI) banyak rekayasa yang menyesatkan.

Bagi Duwi Setiyawati, anggota Bhayangkari Cabang Polres Salatiga, teknologi saat ini bagai pedang bermata dua.

"Di satu sisi kita memang butuh karena tuntutan zaman, namun di sisi lain ada sisi yang meresahkan," ungkapnya, Selasa (5/5/2026) usai pelatihan AI di Pendopo Widya Qasana Tribrata Mapolres Salatiga.

"Anak-anak mulai tumbuh remaja, mereka dapat informasi dari mana saja, terutama ponsel. Karena itu sebagai orang tua jangan kalah, juga harus mengetahui perkembangan dan dunianya," kata Duwi.

Baca juga: Dari Kopeng, Salatiga, Calon Caregiver Indonesia Menjemput Asa ke Jepang

Menurutnya, pergaulan dan informasi yang diperoleh anak harus disaring, agar mereka tak salah jalan.

"Itu wajib, kita ingin anak menjadi yang baik, karena itu harus berimbang. Terutama soal perkembagan AI ini, orang tua juga harus tahu agar menjadi filter utama bagi anak," ungkap istri Ipda Sumarno, Kanit Turjawali Satlantas Polres Salatiga, ini.

"Karena itu saya mengapresiasi dan senang dengan adanya pelatihan terkait AI ini, kita tidak menjadi gaptek dan bisa mengikuti perkembangan zaman. Termasuk menangkal hoaks yang berseliweran di media sosial," kata Duwi.

Ketua Cabang Bhayangkari Polres Salatiga Edu Ade Papa Rihi menyampaikan, pelatihan AI ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas anggota Bhayangkari di era digital.

“Bhayangkari harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk memahami dan memanfaatkan AI secara bijak." 

"Dengan bekal ini, kami berharap anggota Bhayangkari dapat lebih produktif, kreatif, serta berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Gelaran Salatiga Menari 2026 di Alun-alun Pancasila Tetap Meriah

Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi mengungkapkan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Bhayangkari dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijak.

"Khususnya dalam mendukung aktivitas organisasi, komunikasi digital, serta penyebaran informasi yang positif di tengah masyarakat," ujarnya.

Ratusan anggota Bhayangkari tersebut mendapatkan materi mulai dari pengenalan dasar AI, praktik penggunaan aplikasi berbasis AI, hingga pemahaman terkait potensi dan risiko penggunaan teknologi tersebut.

“Perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kemampuan. Kami berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata dan mendukung peran Bhayangkari dalam kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Jalan Rusak di Blora, Janji Pemprov Jateng, dan Anggaran Rp 5,2 Miliar
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Kala Keresahan soal Teknologi Membuat Anggota Bhayangkari Belajar AI
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat