Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peternakan Anjing di Permukiman Kaligangsa Tegal Akhirnya Ditutup, Puluhan Hewan Dipindahkan

Kompas.com, 23 April 2026, 13:10 WIB
Tresno Setiadi,
Irfan Maullana

Tim Redaksi

TEGAL, KOMPAS.com - Polemik keberadaan peternakan puluhan ekor anjing di kawasan permukiman RT 03/RW 01, Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jawa Tengah, akhirnya berakhir damai. Pemilik berinisial KD bersedia memindahkan seluruh hewan peliharaannya setelah gelombang protes dari warga sekitar memuncak.

Lurah Kaligangsa, Hadi Purwanto, mengonfirmasi bahwa seluruh anjing yang berjumlah lebih dari 70 ekor telah dievakuasi dari lokasi tersebut pada Selasa (21/4/2026). Langkah ini diambil setelah melalui serangkaian mediasi antara warga, pemerintah kelurahan, dan pemilik.

“Alhamdulillah, yang bersangkutan sudah berkenan memindahkan ternak anjingnya, sehingga situasi di lingkungan kembali kondusif,” ujar Hadi, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Warga Kaligangsa Tegal Demo, Tolak Peternakan Anjing di Lingkungan Permukiman

Berkedok Penyayang Hewan, Ternyata Praktik Jual Beli

Keberadaan kandang anjing yang berlokasi tepat di akses masuk permukiman sisi timur Jembatan Kaligangsa ini sebelumnya dikeluhkan karena masalah kebisingan dan bau tidak sedap. Meskipun pemilik awalnya mengaku hanya sebagai penyayang hewan, hasil penelusuran menunjukkan aktivitas tersebut merupakan bisnis jual beli.

Promosi dilakukan melalui media sosial dengan skema "adopsi" berbayar yang mencapai jutaan rupiah per ekor. Selain tidak berizin, usaha ini dinilai tidak memenuhi standar kesehatan dan kesejahteraan hewan (animal welfare).

“Awalnya disampaikan hanya untuk penyayang hewan, tetapi ternyata ada praktik jual beli. Laporan resmi baru kami terima Februari 2026, meski aktivitasnya diduga sudah berlangsung lama,” kata Hadi.

Baca juga: Tekan Penjagal, Aktivis Penyelamat Hewan Imbau Masyarakat Adopsi Anjing Liar

Pengawasan Usaha di Permukiman Diperketat

Camat Margadana, Ary Budi Wibowo, mengapresiasi penyelesaian masalah yang berjalan tanpa konflik berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa ke depan, pihak kecamatan akan memperketat pengawasan terhadap aktivitas usaha di wilayah padat penduduk.

“Setiap pelaku usaha diminta melaporkan kegiatan usahanya secara jelas, termasuk jenis usaha dan dampaknya bagi masyarakat sekitar. Jangan hanya berorientasi keuntungan, tapi perhatikan keharmonisan lingkungan,” tegas Ary.

Sebelum penutupan ini, belasan warga sempat menggelar aksi demonstrasi dengan membentangkan spanduk di kantor kelurahan pada Jumat (17/4/2026).

Warga merasa gerah karena janji pemilik untuk memindahkan anjing-anjing tersebut terus ditunda, sementara jumlah anjing yang dipelihara dianggap tidak wajar untuk lingkungan permukiman karena mencapai hampir 100 ekor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Peternakan Anjing di Permukiman Kaligangsa Tegal Akhirnya Ditutup, Puluhan Hewan Dipindahkan
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat