BIAK, KOMPAS.com - Manajemen Alpha Aviation Group (AAG) Indonesia resmi membuka kantor AAG Indonesia Flight Academy di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Pembukaan akademi penerbangan ini disambut baik Pemerintah Daerah Provinsi Papua, DPR Provinsi Papua dan Kadin Papua, yang menerima kunjungan manajemen AAG Indonesia pada Selasa (18/11/2025).
Direktur AAG Indonesia, Karin Item, menjelaskan alasan pemilihan Biak sebagai lokasi sekolah penerbangan.
Menurutnya, Biak memiliki landasan pacu yang panjang, kondisi wilayah yang datar serta dinilai aman untuk pelatihan penerbangan.
Baca juga: Tingkatkan Kualitas Penerbangan, AirNav Pasang Sistem Navigasi Modern di Bandara Banyuwangi
"Kami membuka sekolah pilot di Biak agar anak-anak Papua tidak perlu jauh ke luar daerah."
"Saat ini sudah dibuka kantor untuk penerimaan siswa baru dan kami menargetkan 50 siswa pertama mulai Januari 2026," ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Rabu (19/11/2025).
Karin menambahkan, keberadaan sekolah di Biak diharapkan dapat menekan biaya pendidikan sekaligus mencetak instruktur asli Papua.
Dari 50 siswa yang diterima, direncanakan 10 lulusan terbaik akan dipersiapkan sebagai instruktur penerbangan.
"Selain Papua, AAG Indonesia Flight Academy memiliki pusat di Batam dan telah beroperasi selama 13 tahun, serta memiliki cabang di Filipina, India dan Inggris," ujarnya.
Baca juga: Penerbangan Jember-Jakarta Kembali Beroperasi, Harga Tiket Lebih Mahal, Tembus Rp 2 Juta
Wakil Gubernur Papua, Aryoko AF Rumaropen, juga menyambut baik pembukaan akademi ini dan berkomitmen menindaklanjuti dukungan teknis bersama Dinas Pendidikan.
“Karena ini terkait pendidikan, kami berharap AAG Indonesia mampu memberi peluang lebih besar bagi anak Papua. Jika dulu harus ke luar Papua, kini bisa dijangkau lebih dekat,” ujarnya.
Aryoko memastikan akan melaporkan rencana pembukaan sekolah penerbangan tersebut kepada gubernur dan dinas terkait untuk mendorong dukungan kebijakan dan regulasi.
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, menyampaikan apresiasi atas hadirnya sekolah penerbangan pertama di Tanah Papua.
"Kami mengucapkan terima kasih karena untuk pertama kalinya sekolah penerbangan hadir di Papua. Kami berharap para kepala daerah dapat mengirim putra-putri terbaik untuk mengikuti pendidikan penerbangan di Biak," ucapnya.
Baca juga: Desember, Bandara Dhoho Kediri Ditarget Siap Layani Penerbangan Umrah
Denny menilai kehadiran AAG Indonesia tidak hanya berdampak pada peningkatan SDM penerbangan, tetapi juga akan membuka peluang usaha dan menopang perputaran ekonomi daerah.
"AAG Indonesia juga menyampaikan rencana membantu rute penerbangan pendek seperti Biak–Manokwari, Sorong, dan Ambon, untuk mendukung sektor pariwisata," jelasnya.
Wakil Ketua I DPR Papua, Herlin Beatrix M Monim, menilai langkah ini sangat strategis bagi peningkatan konektivitas dan kemandirian SDM penerbangan di Papua.
“Papua memiliki topografi menantang sehingga pilot lokal yang memahami kondisi wilayah sangat penting. Biak juga berpotensi menjadi pusat logistik udara dan industri penerbangan,” katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang