Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS DAERAH

HUT Ke-78 Sumsel, Ketua DPRD Berikan Apresiasinya kepada Pj Agus Fatoni

Kompas.com, 16 Mei 2024, 09:50 WIB
Nethania Simanjuntak,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan (Sumsel) R A Anita Noeringhati mengapresiasi capaian Provinsi Sumsel di usianya yang ke-78 tahun.

"Saya berterima kasih dan mengapresiasi atas kinerja Bapak Agus Fatoni selaku Penjabat (Pj) Gubernur Sumsel yang sudah membangun Sumsel melalui pemikiran-pemikiran yang inovatifnya," ucap Anita dalam keterangan persnya, Kamis (16/5/2024).

Hal tersebut disampaikan Anita saat memimpin Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumsel di Ruang Sidang DPRD Sumsel, Kota Palembang, Rabu (18/5/2024).

Ia pun berharap peringatan HUT ke-78 Sumsel dapat membawa Sumsel menjadi salah satu provinsi terdepan dan terbaik.

Baca juga: Kembangkan Potensi Pertanian di Sumsel, Pj Gubernur Fatoni Berupaya Perkuat Sinergi dengan Pupuk Indonesia

Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni mengungkapkan sejumlah makna yang diambil dari momentum peringatan HUT ke-78 Provinsi Sumsel.

“Menurut saya, ulang tahun kali ini harus dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur, melakukan evaluasi, serta melihat kembali apakah diperlukan scanning ulang akan kondisi-kondisi yang ada,” ujar Fatoni.

“Mungkin kita perlu melakukan penyesuaian dan menata kembali terhadap apa yang akan kita lakukan serta target yang kita tetapkan. Melakukan inovasi untuk menghadapi kondisi internal, regional, nasional, dan internasional yang selalu bergerak dinamis mengiringi langkah kita," lanjutnya.

Fatoni mengatakan, evaluasi terhadap capaian target harus mampu melihat posisi saat ini. Selain itu, diperlukan kejujuran dengan kondisi realitas di tengah masyarakat.

Baca juga: Sumsel Dikenal Jadi Daerah Zero Conflict, Pj Gubernur Minta Dukungan TNI Amankan Pilkada 2024

Di hadapan para anggota dewan dan tamu undangan Rapat Paripurna DPRD Sumsel, Fatoni juga memaparkan berbagai capaian yang telah diraih Provinsi Sumsel dalam beberapa tahun terakhir.

Salah satunya, pertumbuhan ekonomi Sumsel yang bergerak stabil di kisaran lima persen per tahun. Kondisi ini secara tidak langsung ikut memicu turunnya persentase kemiskinan hingga dapat mencapai angka 11,78 persen pada 2023.

Pj Gubernur Agus Fatoni saat memaparkan capaian yang diraih Pemprov Sumsel di Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (15//5/2024)Dok. Humas Pemprov Sumsel Pj Gubernur Agus Fatoni saat memaparkan capaian yang diraih Pemprov Sumsel di Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (15//5/2024)

"Angka ini menunjukkan bahwa Sumsel mampu menurunkan kemiskinan sebesar 10 persen poin selama 20 tahun. Mengiringi hal itu, Sumsel juga mampu mendegradasi angka kemiskinan ekstrem menjadi 1,29 persen sekaligus memberikan tren yang selalu menurun dari tahun ke tahun," ucapnya.

Tak hanya itu, Fatoni mengungkapkan, berkembangnya subsektor ekonomi kreatif dan bergesernya sektor pertanian ke sektor industri juga berimbas pada keberhasilan Sumsel menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT).

Baca juga: Optimis Raih Juara, Pj Ketua TP-PKK Sumsel Kirim Peserta Andalan di Jambore Nasional Kader PKK 2024

Tercatat, pada 2023, TPT berada di angka 4,11 persen dan angka tersebut lebih baik dibandingkan angka nasional.

“Pembangunan manusia tetap menjadi prioritas Provinsi Sumsel. Indikasinya dengan semakin membaiknya skor indeks pembangunan manusia(IPM). Pada 2023, IPM sudah mencapai 73,18 dan merupakan tahun keenam status IPM kategori tinggi meskipun angkanya masih berada di bawah nasional," ujarnya.

Dalam rapat tersebut, turut hadir Menteri Dalam Negeri RI diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Hendriwan, Gubernur Sumsel Periode 2003-2008 Syahrial Oesman, Wakil Ketua DPRD Sumsel Kartika Sandra Desi, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel S.A Supriono, Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel S A Supriono.

Kemudian, Panglima Kodam (Pangdam) II Sriwijaya Mayor Jenderal (Mayjen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) M. Naudi Nurdika, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Kapolda) Sumsel Irjen. Pol. Rachmad Wibowo, Bupati, Walikota se-Sumsel, jajaran BUMN, BUMD, dan para Kepala OPD di Lingkungan Pemprov Sumsel.

Baca juga: Pilkada Sumsel, Holda Jadi Perempuan Pertama yang Ambil Formulir di Demokrat

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Update Korban Ledakan Bom di Biak: 3 Orang Hilang, 18 Terluka, 56 Warga Mengungsi
Regional
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Gerebek 15 Lokasi Penyulingan Miras di Sorong, 200 Liter Cap Tikus Disita
Regional
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Kisah Rumah Kopi Tikala Manado: Jaga Rasa sejak 1930, Dulu Tempat Singgah Tentara Belanda
Regional
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Cegah Kasus di Posong Temanggung Terulang, Pemprov Jateng Benahi SOP Wisata di 35 Daerah
Regional
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Libur Panjang, Tempat Sewa Kebaya di Kota Lama Semarang Laris Manis Diserbu Wisatwan
Regional
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
11 WNA Terlibat Jaringan Penipuan Internasional di Solo Raya, Imigrasi Bakal Tindak Tegas
Regional
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Curhat Korban Bencana Aceh: Senang Dapat Hewan Kurban, Sedih Ekonomi Belum Pulih
Regional
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
4 Jemaah Haji Asal Lampung Wafat di Tanah Suci, Dua Meninggal Setelah Armuzna
Regional
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Keluarga Korban Sebut Oknum TNI AL Juga Aniaya Lansia di Situbondo
Regional
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, TPP Dipotong 25 Persen
Regional
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Kasus Pelecehan Seksual ART di Rumah Bupati Konawe Selatan Diselesaikan Secara Adat, Bagaimana Nasib Korban?
Regional
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Pencarian Korban Ledakan Bom PD II di Biak, 13 Potongan Tubuh Ditemukan
Regional
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Pelaku Curanmor Todongkan Senpi Rakitan ke Polisi, Tewas Ditembak di Tulangbawang
Regional
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Fakta Baru Ledakan di Biak, Tim Jibom Gegana Temukan Dua Proyektil dan Granat Modifikasi
Regional
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Swari Tempuh 12 Jam demi Saksikan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau