Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran

Kompas.com, 1 Juni 2026, 21:59 WIB
Tri Indriawati

Editor

BANDUNG, KOMPAS.com - Bagi Bahar (65), barang antik bukan hanya benda lawas bernilai sejarah.

Dari usaha menjual barang antik asal Jepang, Bahar mampu membesarkan keluarga dan membiayai pendidikan tiga anaknya hingga lulus perguruan tinggi.

Satu di antara anaknya bahkan berhasil menyelesaikan pendidikan kedokteran.

Baca juga: Dianggap Sensitif di Sejumlah Daerah, Film Pesta Babi Jadi Materi Kuliah di FISIP Unej

Bahar menjadi salah satu peserta Bandung Vintage Market yang digelar di Serhaya Hall, Jalan Asia Afrika Nomor 49, Kota Bandung, Jawa Barat.

Di lapaknya, berbagai barang antik asal Jepang dipajang, mulai dari keramik, boneka tradisional, hingga replika perlengkapan bangsawan dan panglima perang Jepang.

"Sudah lama jualan barang antik ini di Cikapundung. Anak tiga. Alhamdulillah sudah pada selesai (kuliah)," kata Bahar, Senin (1/6/2026).

Jualan barang antik jadi sumber penghasilan

Bahar mengatakan, usaha menjual barang antik telah menjadi sumber utama penghasilan keluarganya selama puluhan tahun.

Meski bisnis barang antik tidak selalu tampak ramai pembeli, Bahar menyebut selalu ada orang yang datang dan membeli koleksinya.

"Mungkin kelihatannya enggak ramai, tapi ada saja yang membeli," imbuhnya.

Menurut Bahar, setiap usaha memiliki jalan rezekinya masing-masing.

Keyakinan itu membuatnya tetap menekuni jual beli barang antik hingga kini.

Pelanggan datang dari berbagai kota

Pasar barang antik yang digeluti Bahar tidak hanya berasal dari Bandung.

Ia memiliki pelanggan dari berbagai daerah, terutama pedagang dan kolektor.

Sejumlah pelanggan Bahar berasal dari Jakarta, Palembang, Solo, hingga Malang.

"Kalau saya market-nya kebanyakan pedagang dan kolektor. Tiap kota ada," ujarnya.

Halaman:


Terkini Lainnya
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Pakai Mercy dan Fortuner Pinjaman, Remaja 17 Tahun Tipu Puluhan SPBU di Bogor dan Depok
Bandung
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Update Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor: 1 Kritis, 2 Luka Berat, 2 Luka Ringan
Bandung
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Kronologi Terbongkarnya Kasus ART yang Tewas Dianiaya dan Disiram Air Panas di Bogor, Awalnya Dilaporkan Terpeleset
Bandung
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Kisah Bahar, Penjual Barang Antik Jepang di Bandung yang Sukses Biayai Anaknya Kuliah Kedokteran
Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
7 Motor Raib di Area Parkir Resmi Saat Konser Musik di Bandung
Bandung
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Danlanud Sebut Bandara Husein Sastranegara Bandung Siap Diaktifkan Lagi, Fasilitas Masih Memadai
Bandung
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Kronologi Truk Pecah Ban di Tol Jagorawi hingga Terbalik dan Timpa Honda CR-V
Bandung
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Pecah Ban, Truk Terguling dan Timpa Honda CR-V di Tol Jagorawi
Bandung
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Pohon Tumbang Timpa Gapura di Depan Unpad Jatinangor, Korban Berjatuhan
Bandung
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
ART di Bogor Tewas Usai Diduga Dianiaya Rekan Kerja karena Charger Majikan Hilang
Bandung
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Pria di Bandung Dianiaya Orang Tak Dikenal Saat Cek Ponsel Sambil Tunggu Orangtua Dirawat di RS
Bandung
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Lautan Manusia Iringi Pemakaman KH Adib Rofiuddin ke Peristirahatan Terakhir
Bandung
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Pulang Kerja Bandung ke Cicalengka Naik Commuter Line, Chela Sorot Gerbong Padat hingga Keamanan
Bandung
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Penumpang Commuter Line Bandung Raya Terus Naik, Stasiun Bandung Jadi yang Tersibuk
Bandung
Yudi Latif Sebut Indonesia Alami Kolonialisme oleh Bangsa Sendiri
Yudi Latif Sebut Indonesia Alami Kolonialisme oleh Bangsa Sendiri
Bandung
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau