Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Durian Musang King Masuk Daftar Buah Tropis Peringkat Terburuk Versi Taste Atlas

Kompas.com, 19 Mei 2026, 13:30 WIB
Ella Triana

Penulis

KOMPAS.com - Musang king masuk dalam salah satu varietas durian paling terkenal. Ironinya, buah tropis yang banyak tumbuh di Malaysia ini justru masuk dalam salah satu peringkat buah tropis terburuk versi Taste Atlas 2026.

Durian musang king berada dalam urutan ke-10 dalam daftar 37 buah tropis dengan peringkat terburuk. Dalam deskripsinya, buah durian ini memiliki ukuran yang besar dengan kulit luar berduri yang khas.

Varietas ini dikenal sebagai Raja Durian setidaknya selama 200 tahun, namun kepopuleran Musang King baru diakui pada tahun 1980-an dan secara resmi terdaftar di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pertanian Malaysia.

Baca juga: Musang King, Sang Raja Buah dari Malaysia yang Dilindungi Zirah Hukum

Keunggulan durian Musang King

Durian yang sudah terbuka dapat langsung dikonsumsi atau disimpan di wadah tertutup untuk menjaga rasa dan tekstur.canva.com Durian yang sudah terbuka dapat langsung dikonsumsi atau disimpan di wadah tertutup untuk menjaga rasa dan tekstur.

Meskipun masuk dalam kategori buah tropis dengan peringkat terburuk di dunia, durian musang king justru menjadi favorit pecinta durian karena rasanya yang lezat.

Musang King yang banyak dibudidayakan di Malaysia khususnya di wilayah Pahang ini dipuji karena kualitas buahnya yang premium. Buah ini juga bisa ditemui di beberapa wilayah di Asia lainnya seperti Singapura dan Tiongkok.

Durian musang king biasanya dipanen selama bulan Mei, namun puncak panen di Malaysia dimulai pada bulan Juni hingga Agustus.

Durian jenis ini biasanya dipanen dari pohon yang telah berusia antara 20 hingga 25 tahun, masa yang cukup baik untuk menghasilkan kualitas buah terbaik.

Umumnya, buah ini bisa dikonsumsi secara langsung, namun di beberapa daerah, durian musang king ini cocok dibuat sebagai makanan penutup seperti es krim, kue dan kue kering.

Yang membuat buah durian ini begitu istimewa adalah teksturnya yang lembut seperti krim, berpadu dengan rasa manis legit yang bercampur dengan sedikit pahit yang seimbang.

Aromanya yang kuat dan khas membuat varietas durian ini cocok sebagai hidangan penutup mewah di restoran bintang lima di Asia.

Baca juga: Malaysia Sebut Durian Musang King Resmi Milik Mereka, Apa Alasannya?

10 Urutan buah tropis terburuk versi Taste Atlas 2026

Sementara itu, untuk buah tropis dengan peringkat terburuk versi Taste Atlas nomor satu jatuh kepada Apple Wood asal India, kemudian diikuti oleh Anona da Madeira dari Portugal.

Lantas apakah ada buah dari Indonesia? Dalam daftar urutannya, buah asal Indonesia yakni pisang raja masuk dalam peringkat ke-29 dari 37 buah tropis dengan peringkat terburuk di dunia.

Berikut 10 besar buah tropis dengan peringkat terburuk versi Taste Atlas 2026 

  1. Bael (Wood apple) asal India
  2. Anona da Madeira asal Portugal
  3. Matoke asal Uganda
  4. Breadfruit asal Papua New Guinea
  5. Montain papaya asal Chile
  6. Kapiak asal Papua New Guinea
  7. Tamarillo asal Colombia
  8. Pupunha asal Brazil
  9. Longan asal China
  10. Musang King asal Malaysia

Peringkat makanan TasteAtlas didasarkan pada penilaian pengguna atau ulasan para ahli makanan. Sistem menyaring rating untuk memastikan suara berasal dari audiens yang teredukasi soal makanan mulai dari skala 1 hingga 5.

Baca juga: Manggis Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Kalahkan Durian Musang King

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Resep Ayam Bakar Mercon Super Pedas, Gurihnya Meresap Bikin Nagih
Resep Ayam Bakar Mercon Super Pedas, Gurihnya Meresap Bikin Nagih
Resep
4 Kesalahan Ini Bikin Bawang Goreng Cepat Gosong, Banyak Orang Melakukannya
4 Kesalahan Ini Bikin Bawang Goreng Cepat Gosong, Banyak Orang Melakukannya
Tips Kuliner
Rahasia Bawang Goreng Renyah dan Tahan Lama, Bisa Pakai Tepung Ini
Rahasia Bawang Goreng Renyah dan Tahan Lama, Bisa Pakai Tepung Ini
Tips Kuliner
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Tempat Makan
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
Panduan Kuliner Yogyakarta
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
Tips Kuliner
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Tips Kuliner
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Food News
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Tips Kuliner
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Tips Kuliner
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Tempat Makan
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Food News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau