Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yayuk Sulistiyowati M.V.
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yayuk Sulistiyowati M.V. adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Sepiring Rawon Tessy dan Cerita yang Tak Pernah Usang Sejak 1942

Kompas.com, 29 Maret 2026, 07:30 WIB
Kompasianer Yayuk Sulistiyowati M.V.,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Rawon merupakan masakan khas Jawa Timur yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyimpan kisah dan waktu di dalamnya. Kuah hitam khas yang berasal dari kluwek mungkin terlihat sederhana, tetapi di balik itu ada cerita panjang yang seru juga untuk dikupas.

Saya menemukannya kembali saat berkeliling kota Malang bersama ibu. Sebuah perjalanan yang istimewa meskipun sederhana, karena kami jarang melakukannya sejak Ibu mulai rapuh.

Baca juga: Soto Tauto, Kuliner Khas Pekalongan yang Banyak Diburu

Saat perut bernyanyi, kami berhenti di Rawon Tessy Jalan Kawi, cabang dari rawon legendaris yang telah ada sejak 1942, Jalan Trunojoyo.

Pusat warung rawon ini berada di kawasan Stasiun Malang Kota Baru, di Jalan Trunojoyo, dekat hiruk pikuk kedatangan dan keberangkatan orang-orang dari berbagai kota.

Rawon Tessy, salah satu kuliner rawon legendaris di Malang - Dokumentasi pribadi, design by CanvaKompasiana Rawon Tessy, salah satu kuliner rawon legendaris di Malang - Dokumentasi pribadi, design by Canva

Sama halnya dengan rawon itu sendiri, tempat ini juga menjadi bagian dari perjalanan.

Rasa yang Bertahan Sejak 1942

Saya selalu ingin lagi dan lagi menikmati masakan legendaris yang ada di seputaran kota kelahiran. Meskipun tidak semua pernah saya datangi di masa kecil atau remaja, setidaknya saya mampu membawa angan kembali menyusuri lorong waktu yang tidak bisa kembali.

Baca juga: Resep Rawon untuk Sahur, Kuah Hitam Gurih dan Bumbu Meresap

Dengan menikmatinya, saya sudah bisa merasakan suasana masa lampau, masa-masa kejayaan sebuah warung kuliner. Tidak banyak kuliner yang mampu bertahan lintas generasi, dan Rawon Tessy telah menjadi salah satu yang masih konsisten.

Sejak tahun 1942, resepnya tetap dijaga. Kuah rawon yang khas berasal dari kluwek, menghadirkan warna hitam yang sering kali disalahartikan sebagai rasa yang berat. Padahal itulah keunikannya.

Rawon Tessy memiliki karakter yang lebih ringan atau light, tidak terlalu berminyak, dan terasa bersih di lidah. 

Ibu bernostalgia sambil menikmati sepiring rawon - Dokumentasi pribadi Kompasiana Ibu bernostalgia sambil menikmati sepiring rawon - Dokumentasi pribadi 

Nama Tessy bukan karena pemiliknya adalah Tessy Srimulat. Setahu saya sang pemilik dulu biasa berada di warung utama dekat stasiun, mempunyai wajah mirip Tessy Srimulat, demikian juga aksesoris yang dikenakannya; cincin akik, kalung, juga ikat pinggangnya.

Baca juga: 8 Kuliner Legendaris Purbalingga: Tempe Mendoan hingga Es Durian Langganan SBY

Rawon yang “Ringan” tetapi Nendang

Saat pesanan datang, aroma khas rawon langsung tercium. Saat saya sesap dalam, kuahnya terasa lembut, dengan rasa gurih yang tidak berlebihan. 

Tekstur dagingnya empuk, mudah dipisahkan, dan menyerap bumbu dengan baik. Rasanya seperti makanan rumahan. Nendang!

Bagi saya, pengalaman menikmati rawon di sini tidak lengkap tanpa lauk pendamping. Seperti biasa di atas meja, tersaji tempe goreng dan mendol yang membuat rawon menjadi kaya akan rasa.

Tempe gorengnya renyah di luar, tetap lembut di dalam. Gurihnya pas, tidak berlebihan. Sementara mendol, dengan teksturnya yang padat dan sedikit kasar, sungguh menghadirkan rasa khas yang dalam. 

Lauk tempe dan mendol, teman serasi menikmati rawon - Dokumentasi pribadi Kompasiana Lauk tempe dan mendol, teman serasi menikmati rawon - Dokumentasi pribadi 

Bumbunya meresap, sedikit pedas, dan aroma kencur yang samar, membuat setiap gigitan terasa “hidup”.

Andaikan ada telur asin, pasti lebih klop dan maknyus, sayangnya saat itu sudah habis. Perpaduannya sederhana, tetapi saling melengkapi.

Makan Bersama Ibu

Namun yang membuat pengalaman itu terasa lebih dalam bukan hanya makanannya, melainkan kebersamaan yang langka.


Saya duduk satu meja dengan ibu, menikmati rawon di tengah perjalanan kami mengelilingi kota Malang. Kota yang sama, dengan jalan yang mungkin sudah sering kami lewati, tetapi terasa berbeda ketika kembali dinikmati bersama.

Ada percakapan sederhana dan untaian memori yang kami panggil kembali. Saat-saat bersama Bapak yang juga gemar jalan dan jajan bersama di momen liburan.

Kuliner Istimewa 

Di luar sana, mungkin banyak makanan yang lebih modern, lebih menarik secara visual, atau lebih viral. Tetapi tempat seperti Rawon Tessy mempunyai nilai berbeda, tetap konsisten pada rasa dan menjaganya agar mampu membawa siapa saja untuk kembali.

Suasana warung yang mampu membawa kembali ke masa lalu - Dokumentasi pribadi Kompasiana Suasana warung yang mampu membawa kembali ke masa lalu - Dokumentasi pribadi 

Ketika nasi rawon hampir habis, saya menyadari bahwa yang tersisa bukan hanya rasa, ada kenangan yang tertambat.

Kenangan kota, waktu, dan ibu yang duduk bersama saya menikmati hal sederhana yang mungkin suatu hari akan sangat saya rindukan.

Bagi saya pribadi inilah letak keistimewaan sebuah kuliner legendaris, yang tak hanya bertahan karena rasa, tetapi lebih pada terus menjadi bagian dari cerita hidup orang-orang yang singgah dan menikmatinya. 

Salam Lestari! (Yy)

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menyesap Rasa dalam Sepiring Rawon Tessy yang Eksis Sejak 1942"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Terkini Lainnya
Resep Ayam Bakar Mercon Super Pedas, Gurihnya Meresap Bikin Nagih
Resep Ayam Bakar Mercon Super Pedas, Gurihnya Meresap Bikin Nagih
Resep
4 Kesalahan Ini Bikin Bawang Goreng Cepat Gosong, Banyak Orang Melakukannya
4 Kesalahan Ini Bikin Bawang Goreng Cepat Gosong, Banyak Orang Melakukannya
Tips Kuliner
Rahasia Bawang Goreng Renyah dan Tahan Lama, Bisa Pakai Tepung Ini
Rahasia Bawang Goreng Renyah dan Tahan Lama, Bisa Pakai Tepung Ini
Tips Kuliner
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Restoran di Bandung Ini Sajikan 16 Jenis Sambal, Seperti Apa Rasanya?
Tempat Makan
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
5 Kuliner Pedas di Yogyakarta, Pencinta Pedas Wajib Coba!
Panduan Kuliner Yogyakarta
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
5 Makanan yang Sebaiknya Tidak Disimpan di Wadah Plastik
Tips Kuliner
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Begini Cara Membedakan Alpukat Berbintik Cokelat yang Aman dan yang Busuk
Tips Kuliner
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep Daging Giling Tumis, Ide Memasak Daging Giling Selain Bakso
Resep
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep Sup Daging Kambing Kuah Kental, Gurih Meresap Sampai ke Tulang
Resep
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep Kuah Bakso Bening tapi Tetap Gurih dan Berkaldu Lezat
Resep
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Lagi Stres? Jangan Lupa Minum Air Putih, Ini Alasannya
Food News
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Minuman Terbaik untuk Sendi, Menurut Ahli Gizi
Tips Kuliner
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Rahasia Rendang Hitam Pekat ala Restoran Padang, Empuk dan Tak Mudah Hancur
Tips Kuliner
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Angkringan Godong Lumbu, Sederhana tapi Nyaman di Pinggiran Jalan Lingkar Salatiga
Tempat Makan
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Jual Gorengan dan Kopi, Pedagang Angkringan di Desa Wisata Kulon Progo Dapat Sertifikat Halal
Food News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau