Penulis
KOMPAS.com - Coba ingat, apa kamu sering dibantu AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) dalam memilih hotel? Tren baru ini membuat pelaku usaha hotel harus memutar otak.
Sebab, para pelaku usaha ini harus memastikan bahwa hotel mereka masuk rekomendasi AI kepada calon tamu. Namun, model yang digunakan platform AI berbeda dengan mesin pencari (Google).
Baca juga:
Saat ini, mencari tempat menginap pun bisa lebih luwes. Pelaku perjalanan tinggal mengakses platform AI, seperti ChatGPT, lalu mengetik kalimat "hotel dengan spa yang terima hewan peliharaan".
"Kita sedang berada di tengah-tengah perubahan besar: Tahun lalu, 35 persen penduduk Perancis menggunakan AI untuk mencari hotel, kafe, atau restoran," kata pendiri Custplace, Nicolas Marette, dilansir dari AFP, Minggu (24/5/2026).
Adapun Custplace mereupakan perusahaan asal Perancis yang membantu perusahaan-perusahaan lain mengoptimalisasi kehadiran digital mereka.
Menurut studi dari Boston Consulting Group (BCG), sekitar 37 persen pelaku perjalanan sudah menggunakan situs web online (daring) berbasis AI. Mereka menggunakannya untuk merencanakan, sekaligus memesan perjalanan.
Baca juga:
Algoritma AI mengubah cara pelaku perjalanan memilih hotel. Bagaimana strategi pelaku usaha hotel?Industri perhotelan tidak tinggal diam melihat pergeseran ini. Menurut laporan dari BCG, seperempat dari perusahaan perhotelan sudah memiliki strategi AI, yang bahkan mulai menghasilkan keuntungan bagi aktivitas organisasi mereka.
"Apa yang perlu dilakukan sebuah hotel agar mendapat peringkat yang baik di mesin pencari tidak sama dengan apa yang perlu mereka lakukan agar mendapat peringkat yang baik di AI," kata Johanna Benesty dari BCG.
Tidak hanya itu, Benesty menambahkan bahwa tidak semua platform AI bekerja dengan cara yang sama.
Grup perhotelan asal Perancis, Accor, ikut merasakan tantangan ini. Kepala Sains Data dan AI Accor, Nicolas Maynard, membagikan pengalamannya dalam sebuah konferensi industri baru-baru ini.
"Kami sudah setahun ini berusaha memahami cara agar kami lebih relevan... dan lebih terlihat," ucap Maynard.
Tantangan terbesar dalam pencarian AI adalah jumlah pilihan yang muncul menjadi jauh lebih sedikit. Menurut Maynard, jika pelaku perjalanan mencari di Google, mereka akan mendapatkan sekitar 50 hasil pencarian.
Namun, jika bertanya bertanya kepada ChatGPT, sistem hanya akan memberi lima rekomendasi.
Hal ini membuat persaingan merebut posisi teratas menjadi sangat kritis. Hotel harus bisa dipahami oleh AI agar masuk dalam daftar yang sangat pendek tersebut.
Baca juga: Anjuran Check-In Hotel Tanpa KTP, Bisa Ganti Pakai Apa? Ini Penjelasan PHRI