Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tantangan Baru Industri Hotel, Mudah Ditemukan Pencarian AI

Kompas.com, 25 Mei 2026, 06:09 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber AFP

KOMPAS.com - Coba ingat, apa kamu sering dibantu AI (Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) dalam memilih hotel? Tren baru ini membuat pelaku usaha hotel harus memutar otak. 

Sebab, para pelaku usaha ini harus memastikan bahwa hotel mereka masuk rekomendasi AI kepada calon tamu. Namun, model yang digunakan platform AI berbeda dengan mesin pencari (Google). 

Baca juga:

Saat ini, mencari tempat menginap pun bisa lebih luwes. Pelaku perjalanan tinggal mengakses platform AI, seperti ChatGPT, lalu mengetik kalimat "hotel dengan spa yang terima hewan peliharaan".

"Kita sedang berada di tengah-tengah perubahan besar: Tahun lalu, 35 persen penduduk Perancis menggunakan AI untuk mencari hotel, kafe, atau restoran," kata pendiri Custplace, Nicolas Marette, dilansir dari AFP, Minggu (24/5/2026).

Adapun Custplace mereupakan perusahaan asal Perancis yang membantu perusahaan-perusahaan lain mengoptimalisasi kehadiran digital mereka.

Menurut studi dari Boston Consulting Group (BCG), sekitar 37 persen pelaku perjalanan sudah menggunakan situs web online (daring) berbasis AI. Mereka menggunakannya untuk merencanakan, sekaligus memesan perjalanan.

Baca juga:

AI jadi tren baru industri perhotelan

Berbeda dengan mesin pencari Google

Algoritma AI mengubah cara pelaku perjalanan memilih hotel. Bagaimana strategi pelaku usaha hotel?Dok. Freepik/DC Studio Algoritma AI mengubah cara pelaku perjalanan memilih hotel. Bagaimana strategi pelaku usaha hotel?

Industri perhotelan tidak tinggal diam melihat pergeseran ini. Menurut laporan dari BCG, seperempat dari perusahaan perhotelan sudah memiliki strategi AI, yang bahkan mulai menghasilkan keuntungan bagi aktivitas organisasi mereka.

"Apa yang perlu dilakukan sebuah hotel agar mendapat peringkat yang baik di mesin pencari tidak sama dengan apa yang perlu mereka lakukan agar mendapat peringkat yang baik di AI," kata Johanna Benesty dari BCG.

Tidak hanya itu, Benesty menambahkan bahwa tidak semua platform AI bekerja dengan cara yang sama. 

Grup perhotelan asal Perancis, Accor, ikut merasakan tantangan ini. Kepala Sains Data dan AI Accor, Nicolas Maynard, membagikan pengalamannya dalam sebuah konferensi industri baru-baru ini. 

"Kami sudah setahun ini berusaha memahami cara agar kami lebih relevan... dan lebih terlihat," ucap Maynard.

Tantangan terbesar dalam pencarian AI adalah jumlah pilihan yang muncul menjadi jauh lebih sedikit. Menurut Maynard, jika pelaku perjalanan mencari di Google, mereka akan mendapatkan sekitar 50 hasil pencarian.

Namun, jika bertanya bertanya kepada ChatGPT, sistem hanya akan memberi lima rekomendasi.

Hal ini membuat persaingan merebut posisi teratas menjadi sangat kritis. Hotel harus bisa dipahami oleh AI agar masuk dalam daftar yang sangat pendek tersebut.

Baca juga: Anjuran Check-In Hotel Tanpa KTP, Bisa Ganti Pakai Apa? Ini Penjelasan PHRI

Halaman:


Terkini Lainnya
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Keluhan Wisatawan Ada dugaan Pungli di Pantai Watulawang, Gunungkidul langsung ditindaklanjuti
Keluhan Wisatawan Ada dugaan Pungli di Pantai Watulawang, Gunungkidul langsung ditindaklanjuti
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau