Penulis
KOMPAS.com - Pertunjukan Jazz Atas Awan dipastikan menjadi bagian dari Dieng Culture Festival 2026 atau DCF XVI Tahun 2026.
Adapun Dieng Culture Festival tahun ini akan diadakan pada akhir Agustus 2026, tepatnya Jumat (28/8/2026) sampai Minggu (30/8/2026) di Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Baca juga:
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Dieng Pandawa", Alif Faozi menuturkan, Jazz Atas Awan akan digelar pada malam pertama festival dengan sepenuhnya menampilkan musik jaz.
Sementara itu, pada malam kedua akan diisi pertunjukan musik kolaboratif yang melibatkan berbagai genre musik.
Penerbangan Lampion pada Jazz Atas Awan Dieng Culture Festival 2024, Sabtu (24/8/2024). Pokdarwis Dieng Pandawa pastikan Jazz Atas Awan kembali hadir di Dieng Culture Festival 2026. Catat tanggal pelaksanaannya. Ada cerita menarik di balik kembalinya acara musik ini. Pokdarwis “Dieng Pandawa” sempat berencana memisahkan Jazz Atas Awan menjadi kegiatan tersendiri.
Akibat rencana tersebut, pertunjukan musik jaz ini tidak hadir pada Dieng Culture Festival 2025 lalu.
Namun, pihak panitia melakukan banyak pertimbangan ulang. Akhirnya, agenda musik jaz ini dimasukkan kembali dalam rangkaian Dieng Culture Festival 2026.
"Kami ingin Jazz Atas Awan tetap hidup dan terus dikenal masyarakat. Daripada tidak digelar, tahun ini kami angkat kembali dalam festival sambil mencari peluang agar ke depan dapat diselenggarakan secara mandiri dengan dukungan mitra yang lebih kuat," jelas Alif, dilansir dari Antara, Senin (1/6/2026).
Baca juga:
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mencukur anak gimbal dalam Dieng Culture Festival (DCF) 2025 di Candi Arjuna, Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (24/8/2025).Pelaksanaan Dieng Culture Festival 2025 juga menjadi bahan evaluasi penting. Waktu persiapan tahun lalu dinilai relatif singkat, yang mana menyebabkan sejumlah target belum terpenuhi secara optimal.
Konsep panggung tahun lalu juga mendapat perhatian serius karena panggung dinilai kurang mampu menghadirkan daya tarik visual yang diharapkan. Oleh karena itu, panitia tahun ini berupaya menghadirkan konsep yang jauh lebih matang.
Sementara itu, berbeda dengan Jazz Atas Awan, agenda ruwatan anak berambut gimbal masih belum ditentukan waktunya. Agenda tersebut termasuk daya tarik utama Dieng Culture Festival.
"Untuk ruwatan masih dalam pembahasan, apakah akan digelar pada hari kedua atau hari ketiga. Kepastiannya akan kami sampaikan saat soft launching DCF 2026 pada hari Rabu," ucap Alif.
Selain budaya dan hiburan, Dieng Culture Festival 2026 tetap mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal, salah satunya dengan melibatkan pelaku UMKM (usaha mikro, kecil, menengah).
Panitia telah menyiapkan paket partisipan khusus untuk para wisatawan yang berisi berbagai macam produk lokal, seperti batik khas Banjarnegara, kerajinan bambu, dan produk herbal.
Baca juga: